Advertisement

Sarapan Roti Tawar, Sehat atau Hanya Sekadar Kenyang?

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   09 Januari 2026

Meski mengandung karbohidrat sederhana yang dapat dengan mudah dicerna, roti tawar memiliki sedikit nilai gizi.

Sarapan Roti Tawar, Sehat atau Hanya Sekadar Kenyang?Sarapan Roti Tawar, Sehat atau Hanya Sekadar Kenyang?

DAFTAR ISI


Roti tawar memang pilihan sarapan simpel dan tidak menguras waktu. Kamu cukup mengoleskannya dengan mentega atau selai dan kemudian bisa langsung dimakan.

Bagi beberapa orang, ia cukup untuk mengganjal perut sampai tiba waktunya makan siang.

Namun, di balik sensasi kenyang atau pengganjal perut sebelum santap siang, apakah sarapan roti ini menyehatkan atau tidak?

Sayangnya, ahli gizi menilai bahwa roti tawar dapat meningkatkan penambahan berat badan dan tidak cukup bergizi untuk dijadikan sebagai menu sarapan. Yuk simak ulasannya berikut ini!

Roti Tawar Tidak Sehat untuk Sarapan, Benarkah?

Karbohidrat adalah nutrisi utama dalam roti. Buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang diproses secara minimal mengandung sumber karbohidrat makanan yang paling sehat.

Makanan ini juga menyediakan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

Roti jenis ini mengandung karbohidrat sederhana yang diproses tinggi tetapi ia dapat dengan mudah dicerna.

Sayangnya, ia hanya memiliki sedikit nilai gizi. Karbohidrat olahan seperti yang terdapat pada roti tawar memiliki nilai serat yang minim. Akibatnya, seseorang tidak akan merasa kenyang setelah memakannya.

Makanan bertepung seperti roti dapat meningkatkan peningkatan berat badan dan keinginan untuk memakannya terus menerus.

Jika kamu menyukai roti jenis ini sebagai sarapan, pilihlah roti berbahan gandum yang kaya serat. Pasalnya, serat nantinya dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat di tubuh. 

Jangan tergoda juga untuk membeli roti gandum dengan perasa atau warna yang lebih gelap.

Bisa jadi produsen makanan menambahkan perasa atau tebu untuk memberikan sensasi rasa lebih enak. Tentu saja ini menambahkan jumlah asupan gula dalam menu harianmu. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah porsi roti yang hendak dikonsumsi. Pastikan kamu tidak terlalu banyak meraup porsi roti gandum hanya karena “lebih sehat”.

Lebih sehat kalau dikonsumsinya berlebihan, maka akan sama saja. Ia bisa jadi tidak menyehatkan juga. 

Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.

Apakah Roti Tawar Cocok untuk Diet?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Jawabannya adalah: bisa, roti tawar bisa menjadi bagian dari diet, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional.

Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!

Untuk informasi terkait Halofit by Halodoc, kamu bisa baca artikel ini:

Kelebihan Roti Tawar untuk Diet

Ini beberapa kelebihannya

  • Kalori relatif rendah: Satu lembar roti tawar ukuran sedang mengandung sekitar 110 kalori. Ini menjadikannya pilihan yang cukup ringan sebagai sumber energi di pagi hari.
  • Sumber karbohidrat praktis: Roti tawar dapat menjadi pengganti nasi atau sumber karbohidrat lainnya yang mudah dicerna.
  • Fleksibilitas topping: Roti tawar memiliki rasa netral sehingga cocok dipadukan dengan berbagai topping sehat seperti telur, sayuran, atau selai kacang tanpa gula. Ini memungkinkan kamu untuk meningkatkan nilai gizi dan rasa kenyang.

Kekurangan Roti Tawar untuk Diet

Meskipun memiliki beberapa keunggulan, roti tawar juga memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam konteks diet:

  • Rendah serat: Roti tawar putih umumnya rendah serat karena terbuat dari tepung terigu halus. Serat penting untuk memberikan rasa kenyang lebih lama. Kurangnya serat dapat membuat kamu cepat merasa lapar kembali.
  • Indeks glikemik tinggi: Roti tawar putih memiliki indeks glikemik (IG) yang cukup tinggi, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat. Hal ini kurang ideal bagi mereka yang memiliki masalah gula darah atau sedang berusaha mengontrol asupan energi.
  • Kandungan nutrisi terbatas: Proses penggilingan yang menghilangkan dedak dan biji-bijian dapat mengurangi kandungan vitamin dan mineral yang sebenarnya terdapat dalam gandum utuh.
  • Topping tambahan: Penggunaan topping yang tidak sehat seperti selai manis atau mentega dapat dengan cepat meningkatkan jumlah kalori dan lemak dalam sarapan kamu.

Alternatif Roti yang Lebih Baik untuk Diet

Jika kamu ingin tetap menikmati roti saat diet, berikut adalah beberapa alternatif yang lebih sehat:

  • Roti gandum utuh: Mengandung serat dan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan roti tawar putih. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah lebih stabil.
  • Roti multigrain: Terbuat dari campuran berbagai biji-bijian, sehingga memberikan asupan serat yang lebih banyak.
  • Roti dengan bahan fungsional: Beberapa produsen roti kini menawarkan roti yang diperkaya dengan bahan-bahan sehat tambahan atau dibuat dengan substitusi tepung yang lebih sehat, seperti tepung almond atau tepung singkong. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan diet kamu, misalnya roti bebas gluten.

Apakah Roti Gandum Lebih Baik Ketimbang Roti Tawar Biasa?

Biji-bijian utuh dalam roti gandum memiliki banyak manfaat, karena dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan membantu mengurangi risiko obesitas dan berbagai komplikasi dan penyakit lainnya.

The American Heart Association mencatat bahwa biji-bijian adalah sumber kesehatan karena mengandung:

  • Vitamin B, termasuk asam folat.
  • Zat besi, magnesium, dan selenium.
  • Serat makanan.

Bagaimana cara mengetahui apakah roti gandum yang kamu makan mengandung biji-bijian utuh?  Saat memilih roti yang dibeli di toko, kata “utuh” harus menjadi kata pertama dalam daftar bahan. 

Roti gandum, roti dengan banyak biji-bijian, tidak menjamin kalau roti tersebut mengandung biji-bijian utuh.

Paling utamanya adalah, kamu harus memeriksa bahan ataupun kandungan dalam roti, apakah memang terdapat kata biji-bijian utuh atau tidak.

Produk roti tawar yang dibuat dengan tepung halus memiliki tekstur yang lebih halus, lebih ringan dan biasanya memiliki umur simpan yang lebih lama.

Proses pembuatan tepung roti menghilangkan sebagian besar atau semua serat, vitamin, dan mineral, sehingga hanya menyisakan karbohidrat yang mudah dicerna. 

Roti tawar yang baik adalah roti tawar yang usia penyimpanannya tidak terlalu lama.

Pengawet dapat membantu roti tetap segar lebih lama, tetapi terlalu banyak bahan pengawet tentu saja tidak baik untuk kesehatan. Supaya awet, kamu bisa menyimpan roti segar di lemari es. 

Banyak jenis roti mengandung tambahan gula atau pengganti gula. Kamu juga harus menghindari sirup jagung atau yang mengandung bahan yang diakhiri dengan “-osa” yang tercantum di awal daftar bahan karena ini semua adalah gula. Contohnya termasuk sukrosa, glukosa, dan fruktosa.

Tips Memilih Roti Tawar untuk Diet

Jika kamu tetap ingin mengonsumsi roti tawar putih, perhatikan beberapa tips berikut untuk meminimalkan dampaknya pada diet:

  • Perhatikan label nutrisi: Pilih roti tawar dengan kandungan serat yang lebih tinggi dan gula yang lebih rendah.
  • Batasi porsi: Konsumsi roti tawar dalam jumlah yang wajar, misalnya satu atau dua lembar per hari.
  • Pilih topping sehat: Hindari topping tinggi kalori dan gula. Pilih topping seperti telur rebus, alpukat, sayuran, atau selai kacang tanpa gula.
  • Kombinasikan dengan sumber protein dan serat: Tambahkan sumber protein dan serat lain ke dalam menu sarapan kamu, seperti telur, sayuran, atau buah-buahan. Ini akan membantu kamu merasa kenyang lebih lama dan mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.

Rekomendasi Menu Sarapan Roti Tawar Sehat

Berikut beberapa ide sarapan roti tawar sehat untuk diet:

  • Roti Tawar Gandum dengan Alpukat dan Telur Rebus: Kombinasi serat dari roti gandum, lemak sehat dari alpukat, dan protein dari telur akan memberikan energi yang tahan lama.
  • Roti Tawar dengan Selai Kacang Alami dan Pisang: Selai kacang memberikan protein dan lemak sehat, sedangkan pisang memberikan karbohidrat kompleks dan serat.
  • Roti Tawar dengan Sayuran dan Hummus: Hummus terbuat dari kacang arab yang kaya protein dan serat, sedangkan sayuran memberikan vitamin dan mineral.

Jika butuh inspirasi menu lainnya, simak seputar Menu Sehat – Jenis dan Manfaat untuk Kesehatan berikut ini.

Kapan Sebaiknya Tidak Sarapan Roti Tawar?

Meskipun roti tawar bisa menjadi pilihan yang praktis, ada beberapa kondisi di mana sebaiknya kamu menghindarinya:

  • Jika kamu memiliki intoleransi gluten atau penyakit celiac: Roti tawar mengandung gluten, yang dapat memicu reaksi negatif pada orang dengan kondisi ini.
  • Jika kamu sedang menjalani diet rendah karbohidrat: Roti tawar mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga kurang cocok untuk diet jenis ini.
  • Jika kamu memiliki masalah gula darah yang tidak terkontrol: Roti tawar putih dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan.

Itulah informasi mengenai sarapan roti tawar apakah sehat atau hanya sekadar kenyang.

Kalau kamu punya pertanyaan seputar makanan sehat lainnya, tanyakan saja langsung ke dokter lewat Halodoc.

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter di Halodoc!

Referensi:
WebMD.com. Diakses pada 2026. The Truth About Bread.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Is bread healthful, or should I avoid it?