Ad Placeholder Image

Sariawan di Gusi, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Sariawan di gusi bisa terasa sangat menyakitkan akibat nyeri.

Sariawan di Gusi, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasinyaSariawan di Gusi, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Sariawan di gusi, atau yang secara medis dikenal sebagai stomatitis aftosa, merupakan kondisi luka terbuka kecil yang muncul di jaringan lunak mulut, termasuk dasar gusi. Meskipun ukurannya seringkali kecil, rasa nyeri yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kesulitan saat makan, berbicara, hingga menyikat gigi. Luka ini biasanya berwarna putih atau kekuningan dengan pinggiran merah yang meradang.

Kondisi ini sangat umum terjadi di masyarakat Indonesia dan bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari faktor kebersihan mulut, cedera mekanis, hingga indikasi adanya kekurangan nutrisi tertentu dalam tubuh. Mengetahui penyebab pastinya sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat sasaran dan mencegah kekambuhan di masa mendatang.

Jika sariawan tidak segera ditangani, risiko infeksi sekunder dapat meningkat dan membuat masa pemulihan menjadi lebih lama. Oleh karena itu, penggunaan obat-obatan yang tepat sangat disarankan untuk meredakan nyeri dan mempercepat regenerasi jaringan gusi yang terluka. Untuk mempermudah perawatan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk mengatasi masalah ini? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Sariawan di Gusi yang Ampuh

Berikut adalah beberapa pilihan produk kesehatan mulai dari gel pelindung, obat herbal, hingga antiseptik yang efektif membantu mengatasi sariawan pada area gusi:

1. Aloclair Plus Gel 8 ml

Aloclair Plus Gel adalah produk perawatan mulut yang dirancang khusus untuk membentuk lapisan pelindung di atas luka sariawan. Produk ini mengandung Aloe vera dan Sodium Hyaluronate yang bekerja secara sinergis untuk menenangkan jaringan yang meradang. Cara kerjanya adalah dengan melapisi ujung saraf yang terpapar pada luka, sehingga rasa nyeri berkurang dengan cepat tanpa sensasi perih saat diaplikasikan.

Manfaat utama dari gel ini adalah membantu penyembuhan luka mulut yang disebabkan oleh sariawan, luka akibat kawat gigi, atau trauma karena tergigit. Keunggulannya adalah tidak mengandung alkohol, sehingga aman digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.

Dosis dan aturan pakai:

  • Keluarkan 1 atau 2 tetes gel hingga menutupi seluruh luka sariawan di gusi.
  • Hindari kontak langsung antara ujung tube dengan luka.
  • Jangan menyentuh luka dengan lidah selama minimal 2 menit agar lapisan pelindung terbentuk sempurna.
  • Gunakan 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan.

Obat ini termasuk kategori alat kesehatan/produk konsumen yang aman digunakan secara mandiri sesuai instruksi kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Aloclair Plus Gel 8 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Kuldon Sariawan 4 Tablet

Kuldon Sariawan merupakan obat herbal dalam bentuk tablet yang diformulasikan dari ekstrak bahan alami seperti Daun Saga, Bunga Krisan, dan Akar Alang-alang. Bahan-bahan ini secara tradisional dipercaya mampu meredakan “panas dalam” yang sering dikaitkan dengan kemunculan sariawan di gusi. Kuldon bekerja dari dalam untuk membantu meredakan peradangan dan memberikan efek mendinginkan pada tubuh.

Manfaat produk ini meliputi meredakan gejala sariawan, tenggorokan kering, dan membantu melancarkan buang air besar. Karena berbasis herbal, produk ini menjadi pilihan favorit bagi mereka yang lebih menyukai pendekatan alami.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 3 kali sehari 2 tablet.
  • Anak-anak: Setengah dosis dewasa (1 tablet, 3 kali sehari).
  • Tablet dapat dikunyah langsung atau diminum dengan air.

Obat ini termasuk kategori obat bebas (jamu). Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kuldon Sariawan 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mempercepat Penyembuhan Sariawan
  1. Hindari makanan pedas, asam, dan terlalu panas yang dapat mengiritasi luka di gusi.
  2. Perbanyak konsumsi air putih dan makanan tinggi Vitamin B12 serta Zat Besi.
  3. Gunakan sikat gigi berbulu halus untuk mencegah trauma tambahan pada area gusi yang terluka.

3. Enkasari 120 ml

Enkasari adalah cairan kumur herbal yang mengandung ekstrak daun saga, ekstrak daun sirih, dan ekstrak akar kayu manis. Kombinasi bahan alami ini berfungsi sebagai antiseptik ringan dan antiinflamasi yang membantu membersihkan rongga mulut dari bakteri penyebab infeksi pada sariawan. Selain mengatasi sariawan, Enkasari juga efektif untuk menyegarkan napas dan mengurangi bau mulut akibat kuman.

Manfaat utamanya adalah mempercepat proses penyembuhan sariawan di area yang sulit dijangkau oleh salep, seperti gusi bagian belakang atau lipatan pipi dalam.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 3-4 kali sehari sebanyak 15 ml (gunakan tutup botol sebagai takaran).
  • Anak-anak: 2 kali sehari sebanyak 15 ml.
  • Kumur-kumur selama 30-60 detik lalu buang. Jangan ditelan.

Obat ini termasuk kategori obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enkasari 120 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Betadine Mouthwash & Gargle 190 ml

Betadine Mouthwash & Gargle mengandung zat aktif Povidone-Iodine 1%. Zat ini merupakan antiseptik spektrum luas yang sangat efektif membunuh bakteri, jamur, dan virus di rongga mulut. Penggunaan produk ini pada sariawan di gusi bertujuan untuk mensterilkan area luka agar tidak terjadi infeksi bakteri yang dapat memperparah rasa nyeri dan pembengkakan.

Manfaat utamanya adalah mengobati sariawan, gusi bengkak, sakit tenggorokan, dan nafas tidak segar. Produk ini sangat direkomendasikan jika sariawan tampak meradang hebat atau disertai tanda-tanda infeksi kuman.

Dosis dan aturan pakai:

  • Tuangkan 15 ml ke tutup botol.
  • Gunakan untuk berkumur dan gargle (berkumur di pangkal tenggorokan) selama 30 detik.
  • Gunakan 3-5 kali sehari atau sesuai kebutuhan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas (biru). Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan jangan ditelan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Mouthwash & Gargle 190 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Degirol 0.25 mg 10 Tablet

Degirol adalah tablet hisap yang mengandung Dequalinium Chloride 0.25 mg. Kandungan ini bekerja sebagai antiseptik lokal yang mampu membunuh berbagai mikroorganisme patogen di rongga mulut dan tenggorokan. Tablet hisap ini sangat praktis digunakan karena memberikan efek langsung pada area mulut yang mengalami sariawan atau peradangan.

Manfaat utamanya meliputi pengobatan infeksi ringan pada mulut dan tenggorokan, termasuk sariawan di gusi dan radang tenggorokan. Rasanya yang cenderung manis dan sensasi dingin membuatnya nyaman dikonsumsi saat mulut terasa perih.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan Anak-anak: 1 tablet dihisap perlahan hingga larut di dalam mulut.
  • Dapat diulang setiap 3-4 jam sekali.
  • Maksimal 8 tablet per hari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Degirol 0.25 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Sariawan di Gusi Secara Medis

Memahami penyebab sariawan di gusi adalah langkah pertama untuk pencegahan yang efektif. Berikut adalah beberapa faktor utama yang sering memicu timbulnya luka nyeri di gusi:

1. Trauma Fisik atau Mekanik

Penyebab paling umum adalah luka fisik yang terjadi di dalam mulut. Hal ini bisa disebabkan oleh sikat gigi yang terlalu keras, tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi atau gusi saat makan, hingga penggunaan kawat gigi (behel) atau gigi tiruan yang tidak pas sehingga menimbulkan gesekan konstan pada gusi.

2. Defisiensi Nutrisi

Kesehatan selaput lendir mulut sangat bergantung pada asupan nutrisi. Kekurangan Vitamin B12, Zat Besi, Folat (Vitamin B9), dan Vitamin C seringkali memicu sariawan yang berulang. Nutrisi ini berperan penting dalam regenerasi sel dan menjaga daya tahan jaringan lunak di mulut.

3. Faktor Stres dan Perubahan Hormonal

Stres emosional dapat memengaruhi sistem imun tubuh dan memicu peradangan, termasuk munculnya sariawan. Selain itu, banyak wanita mengalami sariawan di gusi selama masa siklus menstruasi akibat fluktuasi hormon progesteron yang memengaruhi aliran darah ke jaringan gusi.

4. Sensitivitas Terhadap Makanan Tertentu

Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap makanan yang mengandung asam tinggi (jeruk, nanas), makanan pedas, atau makanan yang mengandung gluten. Selain itu, penggunaan pasta gigi yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) pada individu sensitif juga diketahui dapat memperparah sariawan.

Studi Mengenai Kesehatan Mulut dan Sariawan

Journal of Pharmaceutical Sciences and Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan agen pelindung (barrier agents) seperti gel topikal secara signifikan mempercepat penyembuhan luka stomatitis aftosa dibandingkan tanpa pengobatan.

Studi tersebut menyoroti bahwa pembentukan lapisan film di atas luka tidak hanya mengurangi nyeri secara instan tetapi juga melindungi luka dari iritasi makanan dan bakteri, sehingga sel-sel epitel dapat beregenerasi lebih cepat. Hal ini memperkuat pentingnya pemilihan produk seperti Aloclair atau antiseptik mulut dalam manajemen sariawan harian.

Jika sariawan di gusi kamu tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, atau ukurannya sangat besar dan disertai demam, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, kamu disarankan melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan di atas dengan praktis melalui Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, pastikan untuk menjaga kebersihan mulut secara rutin agar sariawan tidak kembali lagi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Canker Sore: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Aphthous Ulcers (Canker Sores).
NCBI. Diakses pada 2026. Management of Recurrent Aphthous Stomatitis.
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Mouth Ulcers and How to Treat Them.

FAQ

1. Apa penyebab sariawan di gusi yang paling sering terjadi?

Penyebab paling sering adalah trauma fisik seperti tergigit atau sikat gigi terlalu keras, serta faktor stres dan kekurangan vitamin tertentu seperti B12 dan zat besi.

2. Berapa lama sariawan di gusi biasanya sembuh?

Normalnya, sariawan kecil akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari. Namun, penggunaan obat topikal dapat mempercepat proses ini menjadi 3-5 hari.

3. Apakah sariawan di gusi menular?

Tidak, sariawan (stomatitis aftosa) tidak menular karena bukan disebabkan oleh virus menular seperti herpes labialis, melainkan faktor internal atau luka fisik.

4. Kapan saya harus khawatir dengan sariawan di gusi?

Segera hubungi dokter jika sariawan tidak sembuh setelah 2 minggu, sangat nyeri hingga tidak bisa makan, atau jika disertai dengan demam tinggi.

Punya Keluhan Sariawan yang Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan sariawan di gusi yang sangat perih dan mengganggu saat makan, tapi bingung harus pakai obat apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.