• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sel Darah Putih dan Merah, Apa Perbedaannya?

Sel Darah Putih dan Merah, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Darah memiliki peran yang sangat vital bagi tubuh setiap manusia. Terdapat empat komponen utama darah, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sebesar 55 persen darah manusia dibentuk oleh plasma dalam tubuh. 

Dalam menjalankan fungsi dalam tubuh manusia, darah melakukan tugas sebagai pengangkut, perlindungan, pengaturan suhu tubuh, dan pengaturan tingkat pH tubuh. Seperti yang diketahui sel darah merah dan sel darah putih pada tubuh memiliki perbedaan, berikut penjelasannya.

Baca juga: Sama-Sama Terjadi pada Vena, Ini Bedanya Tromboflebitis dan DVT

Sel Darah Putih dalam Tubuh Manusia

Sel darah putih juga dikenal dengan sebutan leukosit. Sel darah putih bertugas sebagai sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit. Sel darah putih menghasilkan sejenis protein khusus yang dikenal sebagai antibodi, yang mengidentifikasi dan melawan zat asing yang menyerang tubuh. Sel-sel tersebut diklasifikasi sebagai granulosit dan agranulosit. 

Struktur yang terkandung dalam sel darah putih mirip dengan granula yang terlihat di dalam tubuh sel, itulah sebabnya mereka disebut sebagai Granulocytes. Sementara itu agranulosit tidak mempunyai struktur seperti butiran. Ada tiga jenis granulosit yaitu neutrofil, basofil, dan eosinofil. Sedangkan agranulosit terdapat dua jenis yaitu limfosit dan monosit. Perlu kamu ketahui bahwa dari total volume darah, terkandung 1 persen sel darah putih. Jangan bayangkan warna darah ini putih, sel darah putih tidak berwarna karena mereka tidak mengandung hemoglobin. 

Sel darah putih memiliki umur 12-20 hari. Setelah itu mereka hancur di dalam sistem limfatik. Sel darah putih yang belum matang dilepaskan dari sumsum tulang ke dalam darah tepi dan disebut sebagai pita atau tusukan. 

Umur sel darah putih dapat berubah sesuai usia. Misalnya, pada bayi yang baru lahir memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi dibanding orang dewasa. Umur sel darah putih juga dapat berubah semasa kehamilan. Seorang wanita hamil memiliki jumlah sel darah putih yang sangat tinggi. 

Baca juga: Malaria dan DBD, Mana yang Lebih Berbahaya?

Sel Darah Merah Dalam Tubuh Manusia

Sel darah merah juga dikenal sebagai eritoris. Di dalam sel darah merah tersimpan hemoglobin yang merupakan pigmen pernapasan yang mengikat molekul oksigen atau karbondioksida. 

Hemoglobin pada sel darah merah membantu dalam pengangkutan oksigen ke berbagai jaringan dan organ tubuh manusia. Ia juga dapat menghilangkan karbondioksida dari berbagai organ dan jaringan untuk diisi kembali di dalam paru-paru. 

Hemoglobin terdiri dari zat besi yang bergabung dengan oksigen. Inilah yang memberikan warna merah pada darah. Hemoglobin mendominasi sekitar 40-45 persen dari total volume darah. Sel darah merah berfungsi sebagai transportasi nutrisi dan hormon ke seluruh tubuh manusia. 

Sel darah merah memiliki umur 100-120 hari. Ketika umurnya berakhir, sel darah merah akan dieliminasi melalui sistem peredaran darah Saat seseorang mengalami penyakit kronis, umur sel darah merah pun akan berkurang. 

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Bantu Atasi Polisitemia Vera

Itulah perbedaan darah putih dan darah merah yang perlu kamu ketahui. Jika kamu mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan darah, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:
Sciencing. Diakses pada 2020. The Difference Between Red & White Blood Cells/
Microbiology. Diakses pada 2020. Differences Between Red Blood Cells (RBC) and White Blood Cells (WBC).
Sridianti. Diakses pada 2020. Perbedaan Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih