Sama-Sama Terjadi pada Vena, Ini Bedanya Tromboflebitis dan DVT

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sama-Sama Terjadi pada Vena, Ini Bedanya Tromboflebitis dan DVT

Halodoc, Jakarta - Trombosit adalah salah satu sel darah yang sangat penting di dalam tubuh. Trombosit berfungsi dalam pembekuan darah. Sistem peredaran darah pada tubuh yang menuju dan dari jantung akan membawa darah yang kaya nutrisi dan oksigen, lalu diangkut ke seluruh tubuh oleh arteri. Setelah itu, dibawa kembali ke jantung melalui pembuluh darah.

Deep vein thrombosis (DVT) dan tromboflebitis adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan peradangan dan gangguan pada pembentukan bekuan darah. Umumnya, kondisi ini terjadi pada tungkai, tetapi terkadang juga dapat terjadi pada lengan dan pada bagian tubuh lainnya, tetapi dalam porsi yang lebih jarang lagi.

Tromboflebitis adalah sebuah peradangan dan pembentukan gumpalan darah atau trombus yang terjadi pada vena superfisial atau vena yang lebih dekat dengan permukaan kulit. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh iritasi pada lapisan vena, yang dapat disebabkan oleh injeksi obat atau infeksi intravena yang terus-menerus terjadi. Walau begitu, komplikasi serius karena tromboflebitis terbilang sangat jarang terjadi.

DVT adalah sebuah peradangan dan gumpalan darah yang terjadi pada vena dalam, yang lebih jauh dari permukaan kulit. Bentuk DVT yang paling umum terjadi adalah akibat dari ketidakaktifan karena istirahat yang lama atau pembatasan gerak. DVT juga dapat disebabkan oleh kehamilan, obesitas, infeksi parah, beberapa jenis kanker, hingga operasi.

Baca Juga: Penjelasan Varises yang Berhubungan dengan Tromboflebitis

Perbedaan Gejala Tromboflebitis dan DVT

Tromboflebitis dapat menyebabkan pembengkakan pada jalur vena yang dekat dengan permukaan kulit. Gejala tromboflebitis yang dapat terjadi adalah rasa sakit yang terasa seperti ketidaknyamanan dalam tahap sedang hingga rasa sakit menyerupai kram. Rasa sakit tersebut secara perlahan akan mereda selama satu hingga dua minggu, tetapi meninggalkan gumpalan keras yang dapat dirasakan sepanjang pembuluh darah.

Untuk DVT sendiri, gejala yang ditimbulkan mungkin tidak ada atau tanpa gejala, yang membuatnya lebih sulit untuk didiagnosis. Mungkin saja kamu merasakan sakit, bengkak, serta nyeri ketika ditekan dan umumnya terjadi pada betis. Walau begitu, hal ini dapat terjadi pada semua bagian kaki hingga selangkangan. Selain itu, gejala DVT mungkin saja tertukar dengan otot yang tegang.

Bahaya Akibat Tromboflebitis dan DVT

DVT dapat menyebabkan ancaman pada tubuh karena bekuan darah dapat terlepas dan berjalan melalui sistem peredaran darah ke paru-paru, sehingga terdapat bekuan, yang disebut juga dengan pulmonary embolism (PE). Gangguan tersebut dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada yang dapat mengancam nyawa seseorang yang mengidapnya. Maka dari itu, pencegahan dini harus segera dilakukan.

Untuk tromboflebitis memang jarang dihubungkan dengan penyakit vena dalam. Disebutkan juga bahwa gangguan ini tidak dapat menyebabkan pulmonary embolism yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

Baca Juga: Kenali Gejala Awal dari Tromboflebitis

Pengobatan Tromboflebitis dan DVT

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk seseorang yang mengidap tromboflebitis adalah dengan mengangkat tungkai yang terserang secara teratur dan menempelkan sesuatu yang hangat ke area tersebut. Selain itu, kamu juga dapat mengonsumsi obat anti-inflamasi yang diresepkan oleh dokter, serta menggunakan krim atau gel.

Pengobatan pada DVT biasanya melibatkan rawat inap dan pengobatan dengan suntikan yang mengandung heparin berat molekul rendah (LMWH). Yaitu suatu antikoagulan yang mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan bekuan darah.

LMWH termasuk dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), dan tinzaparin. Suntikan LMWH setiap hari juga dapat diberikan untuk mencegah terjadinya pembentukan DVT pada seseorang yang dianggap berisiko setelah operasi.

Baca Juga: Tromboflebitis Bisa Sebabkan Emboli Paru

Itulah perbedaan tromboflebitis dengan DVT. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal kedua penyakit tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!