Ad Placeholder Image

Sel Saraf (Neuron), Ini Struktur, Jenis, dan Fungsinya

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 09 September 2026

Sel saraf atau neuron memiliki fungsi utama untuk mengirim dan menerima informasi dalam bentuk impuls.

Sel Saraf (Neuron), Ini Struktur, Jenis, dan FungsinyaSel Saraf (Neuron), Ini Struktur, Jenis, dan Fungsinya

DAFTAR ISI


Sistem saraf manusia terdiri dari miliaran sel saraf atau neuron yang bekerja menghantarkan impuls ke seluruh tubuh. Tanpa sel ini, otak tidak dapat menerima rangsangan maupun memberikan respons terhadap lingkungan sekitar.

Memahami struktur dan cara kerja neuron sangat penting untuk mengenali bagaimana tubuh kita berinteraksi setiap hari. Mari simak penjelasan lengkap mengenai bagian, jenis, serta fungsi sel saraf berikut ini.

Struktur dan Fungsi Neuron

Neuron adalah unit kerja dasar dari sistem saraf yang bertugas mengirimkan informasi dalam bentuk sinyal listrik atau kimiawi. Setiap neuron terdiri dari tiga bagian utama, yaitu badan sel (soma), dendrit, dan akson (neurit). Badan sel memuat inti sel yang mengontrol seluruh kegiatan neuron, sementara dendrit berfungsi menerima sinyal dari neuron lain.

Akson bertugas membawa sinyal listrik menjauhi badan sel menuju neuron lain atau sel target. Di sepanjang akson terdapat selubung mielin yang berfungsi mempercepat hantaran rangsangan saraf. Di ujung akson, terdapat sinapsis yang menjadi tempat pertukaran neurotransmiter antar sel saraf.

Jenis-Jenis Sel Saraf

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dikategorikan menjadi tiga jenis utama. Pertama, neuron sensorik bertugas membawa impuls dari organ penerima rangsang (reseptor) menuju sistem saraf pusat. Kedua, neuron motorik mengirimkan perintah dari otak atau sumsum tulang belakang ke efektor seperti otot dan kelenjar.

Jenis ketiga adalah neuron konektor atau interneuron yang menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik di dalam sistem saraf pusat. Integrasi ketiga jenis neuron ini memungkinkan tubuh merespons berbagai rangsangan dengan cepat dan tepat. Jika kamu merasakan gangguan pada fungsi gerak atau sensasi tubuh, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam melalui layanan konsultasi ke dokter dapat membantu kamu mendeteksi gangguan sistem saraf sejak dini.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Menjaga kesehatan sel saraf sangat krusial agar fungsi kognitif dan motorik tetap optimal seiring bertambahnya usia. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin B12, asam lemak omega-3, dan antioksidan. Selain itu, berolahraga secara teratur dan cukup tidur dapat membantu memperbaiki serta meremajakan sel saraf. Hindari kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol berlebih yang dapat memicu kerusakan jaringan saraf.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala seperti kesemutan berulang, mati rasa, rasa terbakar pada ekstremitas, atau penurunan koordinasi gerak tubuh, segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan saraf yang bersifat permanen. Kamu dapat langsung berkonsultasi dengan [Dokter Spesialis Saraf] di Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi dengan dokter di Halodoc sangat mudah, cepat, dan aman untuk mendapatkan solusi kesehatan tepercaya.

  • Dokter berpengalaman. Terhubung dengan ribuan dokter spesialis dan dokter umum berlisensi resmi.
  • Tersedia 24/7. Lebih praktis karena bisa konsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
  • Privasi terjamin. Sesi konsultasi berlangsung secara pribadi dan kerahasiaan data medis kamu selalu terjaga.

Referensi

National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Brain Basics: The Life and Death of a Neuron.
WebMD. Diakses pada 2026. What Are Neurons and How Do They Work?
World Health Organization. Diakses pada 2026. Neurological Disorders: Public Health Challenges.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Sistem Saraf dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Otak.

FAQ

Apa fungsi utama dari sel saraf (neuron)?

Fungsi utama neuron adalah menghantarkan impuls atau sinyal listrik dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Sinyal ini memungkinkan otak memproses rangsangan serta mengontrol respons tubuh secara tepat.

Apa saja bagian-bagian utama dari neuron?

Neuron terdiri dari tiga bagian utama, yaitu dendrit, badan sel (soma), dan akson (neurit). Dendrit berfungsi menerima sinyal, badan sel memprosesnya, dan akson meneruskan sinyal ke sel saraf lain atau organ target.

Apa yang terjadi jika sel saraf mengalami kerusakan?

Kerusakan sel saraf dapat mengganggu transmisi sinyal antara otak dan bagian tubuh lainnya. Hal ini dapat menimbulkan keluhan seperti rasa kebas, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot.