Ad Placeholder Image

Selain Deodoran, Ini Penyebab Memiliki Ketiak Hitam

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE 30 Juli 2026

Bukan hanya deodoran yang menjadi penyebab ketiak hitam. Pakaian yang terlalu kecil dan obesitas menjadi penyebab lain kulit ketiak menghitam.

Selain Deodoran, Ini Penyebab Memiliki Ketiak HitamSelain Deodoran, Ini Penyebab Memiliki Ketiak Hitam

DAFTAR ISI


Penggunaan deodoran banyak digunakan sehari-hari untuk mencegah munculnya bau badan atau ketiak yang menjadi lembap.

Namun, penggunaan deodoran dipercaya dapat menyebabkan ketiak menjadi hitam sehingga mampu menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Deodoran memang bisa menyebabkan ketiak hitam akibat kandungan dalam deodoran yang menyebabkan kulit mengalami iritasi.

Namun, bukan hanya penggunaan deodoran, nyatanya ada beberapa penyebab lain yang memicu ketiak hitam. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Penyebab Ketiak Hitam

Bagian tubuh yang berada pada lipatan-lipatan berisiko mengalami kondisi kulit yang menghitam, salah satunya bagian ketiak. Kondisi ketiak yang menghitam kerap menyebabkan pemiliknya merasa tidak nyaman.

Penggunaan deodoran tentunya hal yang tidak boleh dilewatkan setiap harinya untuk mencegah bau badan. Namun, penggunaannya setiap hari memicu kondisi ketiak yang menghitam karena kulit yang mengalami iritasi.

Akan tetapi, bukan hanya penggunaan deodoran, ada beberapa penyebab lainnya yang membuat ketiak menjadi hitam, seperti:

1. Mencukur rambut ketiak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bulu ketiak, yaitu waxing, menggunakan sinar laser, dan cukur menggunakan pisau cukur. Dari ketiga metode yang bisa dilakukan, cukur menggunakan pisau cukur dinilai paling praktis dan murah karena bisa dilakukan sendiri di rumah.

Namun, penggunaan pisau cukur yang tidak sesuai dinilai bisa menyebabkan kulit ketiak menjadi iritasi sehingga membuat ketiak hitam. Jika kamu ingin mencukur bulu ketiak, pastikan untuk tidak terlalu sering dan gunakan alat cukur dengan pisau yang steril dan tajam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko iritasi pada kulit ketiak.

2. Penumpukan sel kulit mati

Melakukan eksfoliasi untuk mengangkat kulit mati perlu dilakukan pada tubuh untuk membuat kulit menjadi tetap sehat dan cerah. Bukan hanya pada tubuh yang terlihat, pada bagian lipatan, seperti ketiak juga perlu dilakukan agar sel kulit mati tidak menumpuk.

Penumpukan sel kulit mati dapat menyebabkan ketiak menjadi hitam. Kondisi ini juga membuat aroma ketiak menjadi tidak sedap. Jadi, jangan lupa membersihkan ketiak secara optimal saat kamu sedang mandi atau melakukan eksfoliasi kulit t

3. Penggunaan baju yang terlalu kecil

Pastikan kamu menggunakan pakaian dengan ukuran yang nyaman untuk sehari-hari. Menggunakan pakaian yang terlalu kecil tentunya akan membuat gesekan bahan pakaian dan kulit ketiak. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, kondisi ini memicu iritasi kulit ketiak yang menyebabkan ketiak menjadi hitam.

4. Obesitas

Seseorang yang mengalami obesitas cenderung mengalami kondisi kulit ketiak yang kehitaman. Hal ini bisa disebabkan akibat kondisi acanthosis nigricans. Sebaiknya lakukan olahraga secara rutin dan pola makan yang sehat agar kamu bisa mengontrol dan menurunkan berat badan.

5. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu ketiak hitam karena dapat meningkatkan risiko hiperpigmentasi pada kulit.

6. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan obat-obatan, seperti insulin atau pil KB dapat memicu kulit ketiak yang menghitam. 

Itulah beberapa penyebab ketiak hitam yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa mencegah kondisi ini dengan menggunakan deodoran yang berbahan alami sehingga tidak menyebabkan iritasi kulit.

Pastikan juga untuk selalu menggunakan pakaian dengan ukuran yang sesuai dan nyaman. Dengan begitu, bahan pakaian tidak akan menggesek kulit ketiak yang bisa memicu ketiak hitam. 

Kamu juga bisa merawat ketiak hitam menggunakan beberapa cara agar warnanya kembali membaik, yaitu:

  • Gunakan pelembap tanpa pewangi sebelum mencukur bulu ketiak agar kulit tidak iritasi.
  • Gunakan krim yang disarankan oleh dokter untuk membuat ketiak menjadi lebih cerah.

Rekomendasi Krim Pencerah Ketiak Hitam

Untuk membantu mengatasi hal tersebut, kini tersedia berbagai krim pencerah ketiak yang diformulasikan khusus dengan bahan aktif yang aman dan efektif. Berikut ini rekomendasinya untuk kamu: 

1. Haloskin Lab Bright Folds Package

Rekomendasi krim yang efektif untuk mengatasi permasalahan ketiak hitam yang kamu miliki adalah krim dari Haloskin yaitu Haloskin Lab Bright Folds Package. 

Produk ini merupakan krim malam yang digunakan untuk membantu mencerahkan lipatan tubuh, memudarkan kehitaman, dan meratakan warna kulit. 

Mengandung bahan aktif seperti polyhydroxy acid dan molekul lain yang diformulasikan sesuai kebutuhan kulit kamu. 

Kamu bisa mendapatkan produk ini setelah berkonsultasi dengan dokter Haloskin. Dapatkan bonus konsultasi gratis setelah menebus pake Haloskin Lab.

Yuk Pakai Haloskin sekarang juga!

Mulai dari: Rp84.000 per paket. 

Dapatkan Haloskin Lab Bright Folds Package di Toko Kesehatan Halodoc. 

Kamu sedang mencari cream mencerahkan ketiak dan selangkangan? Simak rekomendasinya pada artikel berikut: Ini Krim untuk Memutihkan Selangkangan, Ketiak, dan Lipatan Kulit Lainnya.

Keunggulan Haloskin untuk Atasi Ketiak Hitam

  • Haloskin aman digunakan bagi ibu hamil dan menyusui, karena setiap produknya telah dipersonalisasi secara khusus, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sensitif di masa kehamilan maupun menyusui.
  • Penggunaan krim Haloskin aman dihentikan kapan saja, selama di bawah arahan dokter, tanpa memicu masalah kulit kembali.
  • Haloskin dirancang dengan formula minim iritasi, sehingga nyaman digunakan jika kamu memiliki kulit sensitif.
  • Haloskin juga menyediakan solusi dermatolog, yang bisa membantu kamu menangani berbagai kondisi kulit.

Ikuti urutan pemakaian berikut ini, agar hasilnya maksimal:

Rutinitas Malam (Night Routine):

  • Body wash. Bersihkan tubuh dengan mandi menggunakan body wash.
  • Pelembap. Gunakan moisturizer jika kamu memiliki kulit kering, sensitif, atau iritasi.
  • Krim Haloskin. Gunakan krim Haloskin di malam hari untuk hasil maksimal.

Jika iritasi pada kulit ketiak semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit. 

Yuk gunakan Halodoc sekarang juga. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Dark Underarms, and How Are They Treated?
Healthline. Diakses pada 2026. How to Lighten Your Underarms.
Medical News Today. Diakses pada 2026. Ways to Get Rid of Dark Underarms.
Indian Journal of Dermatology. Diakses pada 2026. A Study Of Pathogenesis of Acanthosis Nigricans and Its Clinical Implications.