Ad Placeholder Image

Separuh Mantan Pengguna GLP-1 Terbukti Berhasil Pertahankan Berat Badan, Ini Faktanya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   27 Maret 2026

Faktanya, separuh mantan pengguna GLP-1 terbukti berhasil pertahankan berat badan tanpa efek yoyo berlebih.

Separuh Mantan Pengguna GLP-1 Terbukti Berhasil Pertahankan Berat Badan, Ini FaktanyaSeparuh Mantan Pengguna GLP-1 Terbukti Berhasil Pertahankan Berat Badan, Ini Faktanya

DAFTAR ISI


Banyak orang yang menggunakan obat golongan GLP-1 (seperti semaglutide atau tirzepatide) dihantui oleh satu ketakutan besar: “Apakah berat badan saya akan langsung melonjak naik jika saya berhenti mengonsumsinya?”

Ketakutan ini wajar dan sangat valid. Berbagai uji klinis sebelumnya memang menunjukkan adanya risiko kenaikan berat badan yang cepat (efek yoyo) setelah obat dihentikan. Namun, kabar baiknya, realita di lapangan tidak semenakutkan itu.

Studi terbaru dari Cleveland Clinic membawa angin segar dengan fakta bahwa separuh mantan pengguna GLP-1 terbukti mampu mempertahankan hasil kerja keras mereka. Mari kita bedah secara detail bagaimana sains dan strategi dunia nyata bekerja di balik fenomena ini.

Mitos Berat Badan Naik Pasca-GLP-1

Dalam uji klinis acak, seperti uji coba SURMOUNT-4, pasien yang dihentikan dari terapi GLP-1 sering kali secara diam-diam dialihkan ke plasebo (obat kosong). Mereka tidak tahu bahwa asupan obat mereka dihentikan, sehingga mereka tidak menyiapkan strategi pengganti. Hasilnya? Tentu saja berat badan mereka kembali naik.

Namun, menurut Dr. Hamlet Gasoyan, peneliti dari Cleveland Clinic, kondisi di dunia nyata sangatlah berbeda. Di kehidupan nyata, alasan orang menjadi mantan pengguna GLP-1 biasanya bersifat praktis, seperti masalah biaya, kendala asuransi, atau efek samping medis tertentu.

Karena mereka berhenti secara sadar, mereka cenderung mencari alternatif untuk tetap menjaga bentuk tubuh dan kesehatan metaboliknya.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

Hasil Studi Dunia Nyata: Data Berbicara

Untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, tim peneliti melacak rekam medis elektronik dari 7.938 orang dewasa dengan obesitas atau diabetes tipe 2 yang menggunakan suntikan GLP-1 antara tahun 2021 hingga 2023.

Mereka menghentikan pengobatan dalam waktu 3 hingga 12 bulan, dan berat badan mereka dipantau selama 1 tahun pasca-pemberhentian. Data menunjukkan hasil yang cukup baik:

  • Fase Penggunaan: Sebelum berhenti, kelompok obesitas berhasil menurunkan rata-rata 8,4% dari berat badan mereka, sementara kelompok diabetes tipe 2 turun rata-rata 4,4%.
  • Fase 1 Tahun Pasca-Berhenti: Kelompok obesitas secara rata-rata hanya mengalami sedikit kenaikan berat badan (sekitar 0,5%). Menariknya, kelompok diabetes justru berhasil menurunkan lagi berat badannya sebesar 1,3% secara rata-rata.

Jika kita melihat per individu, sekitar 45% mantan pengguna GLP-1 di kelompok obesitas dan 56% di kelompok diabetes berhasil mempertahankan berat badan mereka, atau bahkan terus mengalami penurunan.

Hal ini mematahkan anggapan bahwa berhenti menggunakan GLP-1 otomatis menghancurkan progres dietmu. Pahami lebih lanjut mengenai GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1): Fungsi, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya berikut ini.

Alasan Mantan Pengguna GLP-1 Berhasil Bertahan

Mengapa efek yoyo ekstrem yang ditakutkan tidak terjadi pada mayoritas peserta studi ini? Jawabannya sederhana: mereka tidak menyerah begitu saja.

Ketika seseorang menjadi mantan pengguna GLP-1, mereka umumnya proaktif melakukan transisi ke metode perawatan lain. Dalam kurun waktu satu tahun setelah berhenti, data mencatat:

  • 27% beralih ke pengobatan obesitas atau obat manajemen berat badan jenis lain.
  • 20% berhasil mengatur ulang asuransi/biaya dan memulai kembali obat GLP-1 asli mereka.
  • 14% beralih pada intervensi gaya hidup intensif, seperti pendampingan dari ahli gizi klinis atau spesialis olahraga.

Penyesuaian pengobatan inilah yang menjadi kunci utama. Di dunia nyata, penghentian GLP-1 hanyalah jeda atau transisi, bukan akhir dari perjalanan kesehatan.

Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.

Panduan Berhenti dengan Aman

Studi ini memberikan pencerahan penting: manajemen obesitas dan diabetes tipe 2 adalah perjalanan jangka panjang yang membutuhkan pendekatan fleksibel. Terapi GLP-1 adalah alat bantu yang sangat luar biasa, namun jika pada satu titik kamu harus menghentikannya, kamu tidak akan langsung kehilangan semua progresmu.

Kuncinya adalah komunikasi transparan dengan tim medismu. Jangan menghentikan pengobatan secara sepihak dan membiarkan tubuhmu kebingungan. Rencanakan strategi jalan keluar (exit strategy) yang mencakup perbaikan nutrisi, peningkatan aktivitas fisik, atau beralih ke opsi terapi medis lain yang lebih sesuai dengan kondisimu saat ini.

Injeksi GLP-1 untuk Menurunkan Berat Badan dengan Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara. Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien. 

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Paket Halofit Advanced - obat diet ampuh

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform –  Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan. Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Yuk, intip juga pengalaman para narasumber saat menjalani program Halofit dengan terapi GLP-1:

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2026. Almost half of those stopping GLP-1 weight-loss drugs keep the weight off.
News Medical. Diakses pada 2026. Real-world study shows modest weight regain after GLP-1 discontinuation.