• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sering Begadang Bisa Sebabkan Narkolepsi?

Sering Begadang Bisa Sebabkan Narkolepsi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu sering mengantuk di siang hari? Mengantuk bisa disebabkan karena tubuh sedang kekurangan oksigen atau mungkin kamu belum mendapat waktu tidur yang cukup. Namun, ketika kamu merasa mengantuk sampai tidak sengaja tertidur, bisa jadi kamu mengalami kondisi yang disebut narkolepsi. 

Seseorang yang mengalami narkolepsi sering merasa sulit untuk tetap terjaga dalam waktu yang lama, terlepas dari apa pun situasinya. Ketika kondisinya tidak diperbaiki, narkolepsi dapat mengganggu aktivitas sehari. Lantas, apakah kondisi ini bisa disebabkan oleh kurang tidur akibat begadang? Begini penjelasannya.

Apakah Begadang Bisa Sebabkan Narkolepsi?

Sebenarnya, penyebab pasti narkolepsi tidak diketahui. Namun, dikutip dari Mayo Clinic, perubahan pola tidur secara tiba-tiba menjadi salah satu faktor risikonya. Jadi, apabila kamu sering begadang dan membuat pola tidur berubah tiba-tiba, maka kamu bisa mengalami narkolepsi. 

Baca Juga: Kenali Halusinasi Hipnagogik yang Terjadi pada Pengidap Narkolepsi

Namun, masalah autoimun dianggap sebagai penyebab utama narkolepsi. Masalah autoimun ini dapat menyebabkan hilangnya sel-sel penghasil hypocretin di otak. Padahal, hypocretin adalah neurokimia penting dalam otak yang membantu tubuh dalam mengatur terjaga dan tidur. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami narkolepsi atau menyebabkan masalah autoimun, yaitu:

  • Kesalahan genetik yang diturunkan;
  • Perubahan hormon, yang bisa terjadi selama masa pubertas atau menopause;
  • Stres psikologis;
  • Perubahan pola tidur yang tiba-tiba;
  • Infeksi, seperti flu babi atau infeksi streptokokus;
  • Memiliki vaksin flu Pandemrix.

Perlu diketahui, rasa kantuk narkolepsi berbeda dengan kantuk pada umumnya. Kalau kamu sering mengantuk bukan berarti kamu pasti mengalami narkolepsi. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, kenali gejala berikut ini. 

Bedanya Narkolepsi dengan Kantuk Biasa

Selain rasa kantuk yang luar biasa, narkolepsi dapat menyebabkan gejala lain, di antaranya adalah berhalusinasi seperti melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata, terutama ketika akan tidur. Gejala lainnya yaitu sakit kepala, tidur dengan gelisah seperti muka memerah dan sering terbangun, dan melakukan tindakan tertentu tanpa sadar.

Temui dokter jika rasa kantuk yang dialami dibarengi dengan gejala-gejala di atas. Jika gejala-gejala tersebut sudah membuat kamu tidak percaya diri dan tertekan. Kalau kamu butuh memeriksakan diri, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca Juga: Waspada Kelumpuhan Tidur yang Terjadi Akibat Narkolepsi

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumahan

Setelah didiagnosis narkolepsi, dokter dapat memberikan sejumlah obat-obatan dan merekomendasikan sejumlah perawatan. Mengubah gaya hidup adalah kunci utama dalam mengelola gejala narkolepsi. Gaya hidup dan perawatan rumahan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Tidur terjadwal. Jadwalkan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
  • Tidur siang. Kamu perlu menjadwalkan tidur siang singkat secara berkala di siang hari. Tidur siang 20 menit pada waktu-waktu tertentu di siang hari mampu menyegarkan dan mengurangi rasa kantuk selama satu hingga tiga jam. Beberapa orang mungkin perlu tidur siang lebih lama.
  • Hindari nikotin dan alkohol. Menggunakan zat-zat ini, terutama di malam hari justru dapat memperburuk gejala.
  • Olahraga teratur. Melakukan olahraga ringan secara teratur, setidaknya empat hingga lima jam sebelum tidur dapat membantu kamu untuk lebih terjaga di siang hari dan tidur lebih nyenyak di malam hari.

Baca Juga: Tidak Bisa Sembuh, Tetapi Narkolepsi Bisa Diobati

Narkolepsi mungkin tidak dapat dicegah jika disebabkan oleh masalah genetik yang ada dalam tubuh. Tapi, mengusahakan untuk tidur secara teratur dan terjadwal serta menjalani gaya hidup yang sehat, bukan tidak mungkin kamu bisa mencegah kondisi ini.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Narcolepsy.
Sleep Education. Diakses pada 2020. Narcolepsy – Symptoms.
NHS. Diakses pada 2020. Narcolepsy.