19 March 2019

Kenali Halusinasi Hipnagogik yang Terjadi pada Pengidap Narkolepsi

Kenali Halusinasi Hipnagogik yang Terjadi pada Pengidap Narkolepsi

Halodoc, Jakarta - Narkolepsi adalah sebuah kelainan pada neurologis yang memengaruhi otak yang mengontrol tidur dan terjaga. Seseorang yang mengidap narkolepsi mengidap rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari dan beberapa rangkaian tidur yang tidak terkendali selama siang hari. Serangan tidur mendadak ini terjadi ketika beraktivitas setiap hari.

Gejala awal dari narkolepsi adalah tahapan tidur yang lebih dalam dan akhirnya mengalami tidur dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement sleep (REM). Bagi orang yang mengidap narkolepsi, gejala REM terjadi dengan cepat dalam siklus tidur dan secara berkala selama jam-jam ketika terjaga. Saat terjadinya REM, seseorang akan bermimpi dan mengalami kelumpuhan otot.

Halusinasi pada Pengidap Narkolepsi

Seseorang yang mengidap narkolepsi akan mengalami halusinasi, seperti mimpi ketika tertidur atau bahkan terbangun. Halusinasi yang terjadi ketika tertidur disebut juga dengan hipnagogik, lalu halusinasi yang terjadi ketika bangun adalah hipnopompik. Halusinasi yang terjadi dapat sangat jelas dan mungkin hal yang sangat menakutkan.

Setelah bangun tidur, perlu beberapa menit untuk menghilangkan rasa takut dan menyadarkan diri bahwa hal tersebut adalah halusinasi. Kemungkinan besar, halusinasi pada pengidap narkolepsi adalah tidur dengan gerakan mata cepat (REM) yang terjadi ketika seseorang sadar.

Seseorang yang mengalami halusinasi karena narkolepsi mengidap mimpi buruk yang sangat jelas dan intens saat tidur. Mimpi yang terjadi terlihat seperti sangat nyata, sehingga sulit untuk menyatakan apabila itu adalah mimpi. Seseorang yang mengidap narkolepsi akan kesulitan untuk membedakan mimpi dan kenyataan.

Baca Juga: Sering Ketiduran, Hati-Hati Narkolepsi

Penyebab Narkolepsi

Pengidap narkolepsi dapat disebabkan oleh hilangnya zat kimia di otak yang disebut dengan hipokretin. Zat tersebut bekerja pada sistem peringatan di otak, menjaga seseorang tetap terjaga, dan mengatur siklus bangun tidur. Seseorang yang mengidap narkolepsi, sel yang menghasilkan hipokretin, yang terletak di daerah yang disebut hipotalamus, mengalami rusak atau hancur total.

Tanpa adanya hipokretin, seseorang yang terserang hal tersebut sulit untuk tetap terjaga dan mengalami gangguan dalam siklus tidur-bangun. Hingga saat ini, tidak ada obat untuk seseorang yang mengidap gangguan ini. Namun, obat-obatan dan perawatan terhadap kelainan tersebut dapat meningkatkan gejala, sehingga pengidap dapat menjalani hidup yang produktif.

Diagnosis Narkolepsi

Cara untuk mendiagnosis narkolepsi adalah dengan pemeriksaan fisik, melakukan wawancara tentang riwayat medis, serta mempelajari tentang siklus tidur. Seseorang yang mengidap narkolepsi harus melakukan konseling melalui pendidikan dan grup yang mendukung.

Baca Juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Narkolepsi

Pengobatan Narkolepsi

Belum ada pengobatan yang dapat mengatasi narkolepsi yang terjadi, tetapi gejala gangguan yang paling melumpuhkan dapat dikontrol pada kebanyakan orang yang mengidap gangguan tersebut. Rasa kantuk yang kerap terjadi dapat diobati dengan stimulan yang mirip amfetamin, sedangkan gejala tidur dari REM dapat diobati dengan obat antidepresan.

Selain itu, belum lama ini terdapat obat baru yang disebut dapat mengatasi narkolepsi. Obat yang disebut dengan Xyrem tersebut dapat membantu orang-orang yang mengidap narkolepsi agar dapat tidur malam lebih baik, sehingga rasa kantuk pada siang hari dapat berkurang. Pengidap narkolepsi dapat dibantu dengan perawatan medis, tetapi tidak bersifat menyembuhkan.

Penyesuaian gaya hidup seperti menghindari kafein, alkohol, nikotin, dan makanan berat dapat mengurangi gejala yang terjadi. Selain itu, kamu harus mengatur jadwal tidur, menjadwalkan tidur di siang hari, dan melakukan olahraga yang rutin.

Baca Juga: Waspada Kelumpuhan Tidur yang Terjadi Akibat Narkolepsi

Itulah pembahasan tentang halusinasi pada pengidap narkolepsi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!