Ad Placeholder Image

Sering Pura-Pura Sakit, Waspada 10 Gejala Factitious Disorder

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

“Sebagai gangguan mental yang sulit terdeteksi, ada beberapa gejala factitious disorder yang perlu diwaspadai. Mulai dari riwayat medis yang tidak konsisten, hingga keengganan pasien untuk mengizinkan dokter yang saat ini merawatnya, dengan dokter sebelumnya.”

Sering Pura-Pura Sakit, Waspada 10 Gejala Factitious DisorderSering Pura-Pura Sakit, Waspada 10 Gejala Factitious Disorder

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu menemui seseorang yang tampak sangat meyakinkan saat menceritakan gejala penyakitnya, namun secara medis dokter tidak menemukan kelainan apa pun? Atau mungkin seseorang yang secara sengaja meniru gejala orang sakit demi mendapatkan perhatian medis? Dalam dunia psikiatri, kondisi ini dikenal sebagai factitious disorder atau gangguan buatan, yang sering kali disebut oleh masyarakat awam sebagai penyakit suka meniru orang lain yang sedang sakit.

Kondisi ini bukan sekadar perilaku berbohong biasa. Ini adalah gangguan mental serius di mana seseorang menipu orang lain dengan berpura-pura sakit, sengaja membuat dirinya sakit, atau bahkan melukai diri sendiri untuk menciptakan gejala medis. Motivasi utamanya bukanlah keuntungan materi seperti uang atau cuti kerja, melainkan kebutuhan psikologis yang mendalam untuk dianggap sebagai orang yang sakit dan mendapatkan simpati serta perhatian dari tenaga medis dan lingkungan sekitar.

Menangani kondisi ini memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati dan empatik. Karena sifat gangguannya yang melibatkan penipuan, diagnosis sering kali sulit ditegakkan dan penderita cenderung berpindah-pindah rumah sakit (doctor shopping) untuk menghindari kecurigaan. Penting bagi kita untuk memahami bahwa penderita gangguan ini sebenarnya sedang mengalami tekanan psikologis yang sangat berat dan membutuhkan bantuan profesional segera.

Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda kecenderungan untuk memanipulasi kondisi kesehatan, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Penanganan dini oleh psikiater atau psikolog dapat membantu mengurai akar permasalahan psikologis yang mendasari perilaku tersebut.

Nah, mau tahu apa saja gejala, penyebab, dan cara menghadapi kondisi penyakit suka meniru orang lain ini? Berikut ulasannya!

Mengenal Factitious Disorder

Factitious disorder adalah gangguan mental di mana seseorang bertindak seolah-olah mereka memiliki penyakit fisik atau mental, padahal sebenarnya mereka yang menciptakan gejala tersebut. Nama lain yang cukup populer untuk kondisi ini adalah Sindrom Munchausen, yang diambil dari nama Baron von Munchausen, seorang tokoh fiksi Jerman yang dikenal suka mengarang cerita bombastis tentang petualangan dan penyakitnya.

Berbeda dengan hipokondriasis (gangguan kecemasan penyakit) di mana penderita benar-benar percaya mereka sakit, penderita gangguan buatan ini tahu bahwa mereka tidak sakit, namun mereka secara sadar memanipulasi keadaan agar terlihat sakit. Mereka mungkin akan meminum obat-obatan tertentu secara sembunyi-sembunyi untuk memicu gejala (seperti pengencer darah untuk memicu pendarahan) atau mengotori sampel urine mereka.

Gejala Utama Penyakit Suka Meniru Penyakit

Mengenali gejala gangguan ini bisa sangat menantang karena penderitanya sering kali sangat cerdas dan memiliki pengetahuan medis yang luas. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Riwayat medis yang dramatis namun tidak konsisten saat diperiksa ulang.
  • Gejala yang tidak jelas, tidak terkontrol, dan menjadi lebih parah segera setelah pengobatan dimulai.
  • Pengetahuan yang sangat luas tentang istilah medis dan buku-buku teks kesehatan.
  • Adanya banyak bekas luka operasi atau riwayat prosedur medis yang berlebihan.
  • Gejala hanya muncul saat pasien sendirian atau saat merasa sedang diamati.
  • Kesediaan yang luar biasa untuk menjalani tes medis yang menyakitkan atau operasi berisiko.
  • Identitas diri yang rendah dan kebutuhan ekstrem akan perhatian.
Mengapa Seseorang Meniru Gejala Sakit?
  1. Adanya trauma masa kecil yang mendalam atau pelecehan seksual/emosional.
  2. Pernah mengalami penyakit serius di masa lalu yang membuat mereka merasa aman saat dirawat.
  3. Gangguan kepribadian, seperti kepribadian ambang (borderline personality disorder).

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti dari gangguan buatan ini belum diketahui secara pasti, namun para ahli meyakini adanya kombinasi antara faktor psikologis dan pengalaman hidup. Banyak penderita yang memiliki riwayat pengabaian di masa kecil atau tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua kecuali saat mereka sedang sakit.

Bagi mereka, “peran sebagai pasien” adalah cara untuk mendapatkan kendali atas hidup dan perasaan mereka. Lingkungan rumah sakit memberikan rasa aman dan struktur yang mungkin tidak mereka dapatkan di dunia luar. Selain itu, beberapa penderita mungkin bekerja di bidang kesehatan, yang memudahkan mereka untuk mengakses informasi dan peralatan medis guna meniru gejala penyakit tertentu.

Perbedaan Munchausen dan Malingering

Sering kali orang menyamakan antara factitious disorder dengan malingering. Padahal, keduanya sangat berbeda secara klinis. Malingering adalah tindakan berpura-pura sakit demi keuntungan eksternal yang jelas, seperti menghindari tugas militer, mendapatkan kompensasi asuransi, atau menghindari tuntutan hukum. Begitu tujuannya tercapai, perilaku malingering biasanya akan berhenti.

Sebaliknya, pada factitious disorder, tujuannya bersifat internal dan psikologis. Mereka ingin berada dalam peran orang sakit. Bahkan jika perilaku tersebut membahayakan nyawa mereka atau menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan dan hubungan sosial, mereka tetap akan melakukannya karena dorongan psikologis yang kompulsif.

Studi Mengenai Factitious Disorder

The Lancet Psychiatry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa prevalensi gangguan buatan dalam pengaturan klinis mungkin lebih tinggi dari yang diperkirakan selama ini, mencapai sekitar 1% dari pasien yang dirawat di rumah sakit umum.

Studi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara dokter umum dan psikiater dalam melakukan pendekatan tanpa konfrontasi. Pasien yang dikonfrontasi secara kasar cenderung akan langsung meninggalkan rumah sakit dan mencari fasilitas kesehatan lain untuk mengulangi polanya, sehingga penanganan medis menjadi tidak efektif.

Langkah Penanganan dan Pemulihan

Penanganan utama untuk kondisi ini bukanlah melalui obat-obatan kimia, melainkan melalui psikoterapi. Namun, menjaga kondisi fisik tetap prima selama masa terapi sangatlah penting. Untuk mendukung kesehatan umum, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk kebutuhan vitamin atau suplemen yang asli dan praktis.

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

CBT membantu penderita mengenali pola pikir yang salah dan belajar cara-cara baru yang lebih sehat untuk mendapatkan perhatian atau mengatasi stres tanpa harus berpura-pura sakit.

2. Terapi Keluarga

Melibatkan anggota keluarga sangat penting untuk mengedukasi mereka agar tidak secara tidak sengaja mendukung perilaku sakit penderita (enabling behavior) dan memberikan dukungan emosional yang tepat.

FAQ

1. Apakah penyakit suka meniru orang lain ini bisa sembuh total?

Pemulihan sangat bergantung pada kesediaan pasien untuk mengakui masalahnya dan menjalani terapi jangka panjang. Meskipun sulit, banyak pasien yang berhasil mengelola gejalanya dengan terapi yang tepat.

2. Apa yang harus saya lakukan jika curiga anggota keluarga mengidap kondisi ini?

Hindari konfrontasi langsung yang bersifat menuduh. Ajaklah mereka berbicara dengan lembut dan sarankan untuk menemui psikolog atau psikiater dengan alasan membantu mengelola stres akibat penyakit yang mereka keluhkan.

3. Apakah penderita gangguan ini berbahaya bagi orang lain?

Secara umum mereka lebih berbahaya bagi diri sendiri. Namun, pada kasus Factitious Disorder Imposed on Another (Munchausen by Proxy), penderita dapat membahayakan orang lain, biasanya anak-anak, dengan memalsukan penyakit pada mereka.

4. Apakah ada obat khusus untuk menyembuhkan kondisi ini?

Tidak ada obat khusus untuk gangguan buatan. Obat-obatan seperti antidepresan hanya digunakan jika penderita juga mengalami gangguan penyerta seperti depresi atau kecemasan yang berat.

Memahami bahwa seseorang dengan gangguan buatan sebenarnya sedang menderita secara mental adalah langkah awal yang krusial. Jika kamu merasa terbebani atau bingung menghadapi situasi ini, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc dengan praktis. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Factitious disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Munchausen Syndrome (Factitious Disorder).
Psychology Today. Diakses pada 2026. Factitious Disorder Imposed on Self.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Factitious Disorder: A Review.

## Punya Kekhawatiran Mengenai Gejala Kesehatan yang Membingungkan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau merasa bingung dengan gejala yang sedang dialami, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.