• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sesak Napas Jadi Tanda Infeksi Nosokomial, Ini Alasannya

Sesak Napas Jadi Tanda Infeksi Nosokomial, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Infeksi nosokomial disebabkan oleh infeksi atau toksin yang ada di rumah sakit. Siapapun yang berada atau berkunjung ke rumah sakit berpotensi mengalami infeksi nosokomial, entah itu dokter, perawat, cleaning service, petugas lainnya, pasien, bahkan pengunjung rumah sakit. 

Salah satu area yang paling umum terjadinya nosokomial terjadi adalah unit perawatan intensif (ICU). Sekitar 1 dari 10 orang yang dirawat di rumah sakit akan mengalami infeksi nosokomial. Hal ini juga terkait dengan morbiditas dan mortalitas. 

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang Infeksi Nosokomial

Infeksi Nosokomial Berpengaruh pada Pernapasan

Ketika perawatan medis menjadi lebih kompleks dan resistensi antibiotik meningkat, kasus-kasus infeksi nosokomial akan tumbuh. Untungnya, infeksi ini masih bisa dicegah dalam banyak situasi perawatan kesehatan. 

Salah satu gejala dan masalah infeksi nosokomial yaitu infeksi pada paru-paru yang didapatkan saat berada di rumah sakit. Infeksi ini dapat terjadi 48 jam atau lebih setelah seseorang dirawat di rumah sakit. Paru-paru menjadi bengkak dan tidak bisa bekerja dengan optimal sehingga terjadi sesak napas. Infeksi nosokomial biasanya disebabkan oleh bakteri dan ini dapat mengancam jiwa. 

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya infeksi:

  • Berada di ventilator (mesin untuk bernapas).
  • Memiliki penyakit paru jangka panjang.
  • Sistem kekebalan tubuh sedang lemah.
  • Baru saja menjalani operasi.
  • Usia lebih tua (lebih dari 60 tahun) atau usia sangat muda (bayi dan anak kecil).

Sementara itu gejala infeksi nosokomial yang perlu kamu waspadai termasuk:

  • Demam.
  • Batuk dan sesak napas.
  • Sering buang air kecil atau kesulitan buang air kecil.
  • Sakit kepala.
  • Mual, muntah, dan diare.

Jika kamu mengalami gejala di atas dan baru saja berkunjung ke rumah sakit, mungkin sebaiknya kamu memastikan gejala dengan bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Kenali Berbagai Gejala Infeksi Nosokomial

Hindari Infeksi Nosokomial dengan Pencegahan

Untuk pihak rumah sakit dan staf layanan kesehatan, harus mengikuti panduan yang direkomendasikan untuk sterilisasi dan desinfeksi. Mengambil langkah-langkah untuk mencegah infeksi dapat mengurangi risiko terpaparnya infeksi nosokomial sebesar 70 persen. Meskipun memang tidak mungkin untuk menghilangkan 100 persen bakteri dan virus. 

Beberapa langkah dasar untuk mengendalikan terjadinya infeksi meliputi:

  • Skrinik ICU untuk melihat apakah orang dengan infeksi nosokomial perlu diisolasi.
  • Identifikasi jenis isolasi yang diperlukan, yang dapat membantu melindungi orang lain atau mengurangi kemungkinan infeksi lebih lanjut. 
  • Amati kebersihan tangan, dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh orang-orang di rumah sakit. 
  • Kenakan perlengkapan alat perlindungan diri (APD), termasuk sarung tangan dan masker. 
  • Bersihkan setiap permukaan rumah sakit dengan benar, dengan frekuensi yang disarankan. 
  • Pastikan kamar-kamar pasien berventilasi baik. 

Untuk mengurangi risiko saat menangani infeksi saluran kemih, perawat dapat:

  • Mengikuti teknik penyisipan aseptik untuk meminimalkan infeksi. 
  • Mengganti kateter hanya saat dibutuhkan dan lepaskan saat tidak diperlukan lagi. 
  • Pastikan kateter kemih diamankan di atas paha dan tergantung di bawah kandung kemih agar aliran urine tidak terhalang. 
  • Jaga sistem drainase tertutup. 
  • Bicaralah pada dokter jika terdapat masalah yang terjadi selama prosedur. 

Infeksi nosokomial terjadi ketika seseorang mengembangkan infeksi selama waktu mereka di fasilitas perawatan kesehatan atau rumah sakit. Infeksi yang muncul setelah perawatan di rumah sakit harus memenuhi kriteria tertentu agar memenuhi syarat sebagai gejala atau tanda infeksi nosokomial. 

Baca juga: Kunjungan ke Rumah Sakit Bisa Sebabkan Infeksi Nosokomial

Jika gejala baru muncul dalam waktu 48 jam setelah masuk rumah sakit, tiga hari setelah pulang, atau 30 hari setelah operasi, bicarakan dengan dokter. Peradangan, keputihan, atau diare baru bisa menjadi gejala infeksi. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Are Nosocomial Infections?
Medline Plus. Diakses pada 2020. Hospital-acquired pneumonia