Shawarma Apakah Sehat? Simak Fakta Nutrisi dan Kalorinya
Shawarma bisa menjadi sumber protein tinggi yang sehat asalkan porsi saus dibatasi dan menggunakan pilihan daging tanpa lemak.

DAFTAR ISI
- Apa yang Sehat dari Shwarma?
- Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
- Lantas, Shawarma Apakah Sehat?
- Tips Memilih Shawarma yang Lebih Sehat
Shawarma adalah hidangan populer berasal dari Timur Tengah yang sering menjadi pilihan makanan cepat saji. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, “shawarma apakah sehat?”
Jawabannya tidak sederhana, karena kesehatan shawarma sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk bahan-bahan yang digunakan, porsi yang dikonsumsi, dan cara memasaknya.
Yuk, ketahui manfaat dan risiko shawarma, serta memberikan tips untuk menikmati hidangan ini dengan lebih sehat.
Apa yang Sehat dari Shawarma?
Meskipun sering dianggap sebagai makanan cepat saji, shawarma juga menawarkan beberapa manfaat kesehatan, seperti:
1. Protein tinggi
Daging yang digunakan dalam shawarma, seperti ayam, sapi, atau domba, merupakan sumber protein yang sangat baik. Dalam satu porsi shawarma, kandungan protein bisa mencapai 25-35 gram.
Protein berperan penting dalam memberikan rasa kenyang, memelihara massa otot, dan memperbaiki sel-sel tubuh. Konsumsi protein yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Variasi nutrien
Shawarma biasanya disajikan dengan berbagai sayuran seperti tomat, bawang, dan acar. Sayuran ini menambah asupan vitamin, serat, dan mineral yang penting bagi tubuh.
Selain itu, rempah-rempah yang digunakan dalam marinasi daging, seperti cumin, paprika, dan bawang putih, mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Saus tahini, yang terbuat dari biji wijen, juga memberikan lemak sehat (unsaturated) yang baik untuk jantung.
Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.
3. Pilihan yang fleksibel
Salah satu keuntungan shawarma adalah fleksibilitasnya. kamu dapat memilih versi yang lebih ringan dengan memesan shawarma bowl tanpa roti pita dan menggantinya dengan salad.
Ini akan mengurangi asupan karbohidrat dan kalori secara signifikan. Selain itu, kamu juga bisa memilih daging yang lebih rendah lemak, seperti dada ayam, dan saus berbasis yoghurt untuk mengurangi kandungan lemak jenuh.
Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai
Di balik manfaatnya, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi shawarma:
1. Kalori bisa cukup tinggi
Satu porsi wrap shawarma bisa mengandung 400–600 kalori atau lebih, tergantung pada ukuran dan isinya, termasuk saus dan jenis roti yang digunakan.
Jika kamu mengonsumsi shawarma dalam porsi besar, misalnya dengan nasi, kandungan kalorinya bisa jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan ukuran porsi dan frekuensi konsumsi shawarma.
Simak informasi lain mengenai Makanan Tidak Sehat – Jenis dan Pengaruh Bagi Kesehatan berikut ini.
2. Mengandung lemak jenuh
Daging seperti domba atau potongan daging berlemak lainnya dapat mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Saus seperti garlic sauce (toum) juga bisa sangat berminyak dan menambah jumlah lemak serta kalori dalam shawarma.
Konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.
3. Sodium (garam)
Bumbu marinasi, acar, dan saus yang digunakan dalam shawarma sering kali mengandung natrium (garam) yang tinggi.
Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan berisiko bagi orang yang memiliki masalah kesehatan jantung atau perlu membatasi asupan garam.
4. Porsi dan bahan tambahan
Penambahan kentang goreng (fries) di dalam wrap atau penggunaan saus yang berlebihan dapat meningkatkan kandungan kalori shawarma secara drastis.
Roti pita putih juga cenderung lebih cepat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan dengan roti gandum utuh (whole wheat).
Lantas, Shawarma Apakah Sehat?
Jawaban shawarma apakah sehat itu tergantung. Shawarma bisa menjadi pilihan yang sehat jika kamu membuat pilihan yang tepat. Berikut adalah beberapa poin penting:
Bisa sehat, jika:
- Memilih daging tanpa lemak (misalnya, dada ayam).
- Membatasi penggunaan saus berminyak atau memilih saus yoghurt.
- Menggunakan roti sehat (whole grain) atau memilih versi “bowl” tanpa roti.
- Menambahkan banyak sayuran.
Kurang sehat, jika:
- Mengonsumsi porsi besar dengan banyak saus.
- Menggunakan daging dengan kandungan lemak tinggi.
- Kandungan sodium sangat tinggi.
Apabila kamu sedang memulai pola makan sehat, optimalkan perjalanan sehatmu dengan program klinis yang diawasi langsung oleh dokter dan ahli gizi profesional. Yuk, coba Halofit sekarang dan mulai langkah sehatmu hari ini!
Cari tahu info lebih lanjut mengenai Halofit dengan baca artikel berikut:
- Halofit, Layanan Klinik Obesitas Digital dengan Program Klinis dan Menyeluruh
- Paket Halofit Advanced, Program Menurunkan Berat Badan dengan Obat Diet Ampuh
- Paket Halofit Transform, Program Menurunkan Berat Badan dengan Injeksi GLP-1
Tips Memilih Shawarma yang Lebih Sehat
Untuk menikmati shawarma sebagai bagian dari pola makan sehat, pertimbangkan tips berikut:
- Pilih daging rendah lemak: Dada ayam adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan daging domba atau sapi berlemak.
- Perhatikan saus: Hindari saus yang tinggi lemak seperti garlic sauce (toum). Pilih saus berbasis yoghurt atau tahini dalam jumlah sedang.
- Tambahkan sayuran: Minta tambahan sayuran seperti selada, tomat, dan mentimun untuk meningkatkan asupan serat dan nutrisi.
- Pilih roti gandum: Jika memungkinkan, pilih roti gandum utuh (whole wheat) atau nikmati shawarma dalam bentuk bowl tanpa roti.
- Batasi porsi: Perhatikan ukuran porsi dan hindari makan shawarma terlalu sering.
- Kurangi tambahan tidak sehat: Hindari menambahkan kentang goreng atau topping lain yang tinggi kalori dan lemak.
Dengan mengikuti tips ini, kamu dapat menikmati shawarma tanpa merasa khawatir berlebihan tentang dampaknya terhadap kesehatan kamu.
Jika butuh inspirasi menu lainnya, simak seputar Menu Sehat – Jenis dan Manfaat untuk Kesehatan berikut ini.
Ingatlah, kunci dari pola makan sehat adalah keseimbangan dan moderasi. Shawarma bisa menjadi bagian dari diet kamu asalkan kamu membuat pilihan yang bijak dan mengimbanginya dengan makanan sehat lainnya.
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau hipertensi, konsultasikan dengan dokter spesialis gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran yang lebih personal mengenai konsumsi shawarma.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



