• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa yang Menentukan Gizi Keluarga?

Siapa yang Menentukan Gizi Keluarga?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Ketika anak-anak masih kecil, kesadaran orangtua untuk menyediakan makanan bergizi mungkin masih tinggi. Selain karena usia anak-anak berada pada periode emas pertumbuhan, mereka juga masih mudah diajak untuk mengenal berbagai jenis makanan. Itulah sebabnya pada masa ini, peran ibu sangat besar sebagai penentu gizi keluarga. Dalam hal ini, membiasakan anak dan seluruh keluarga mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Namun, seiring bertambahnya usia anak, mereka akan mulai mampu beradaptasi dengan apa yang dikonsumsi oleh orangtuanya, dan memilih makanan apa yang ia sukai. Pada fase inilah terkadang orangtua mulai lengah dalam menyediakan makanan sehat bernutrisi. Penyediaan makanan di keluarga akan beralih dari memenuhi kebutuhan gizi menjadi menghilangkan lapar dan memanjakan lidah. 

Baca juga: 4 Tips Memulai Pola Hidup Sehat di Keluarga

Orangtua adalah Penentu Gizi Keluarga

Agar terhindar dari penyakit berbahaya yang disebabkan oleh kebiasaan makan tak sehat, mulailah merencanakan gizi keluarga dari sekarang. Lihat kembali makanan keluarga seperti apa yang terhidang selama ini. Apakah sudah cukup bernutrisi? Apakah dimasak dengan benar sehingga kandungan gizinya tidak hilang? Apakah tinggi gula, garam, dan minyak? Jika ternyata makanan keluarga tidak cukup menyehatkan, tidak ada kata terlambat untuk berubah, kok.

Baik ayah maupun ibu, keduanya memiliki peran penting dalam menjadi role model bagi anak, tentang pola makan. Karena mengubah pola makan tidak semudah membalik telapak tangan, kerjasama kedua orangtua mutlak dibutuhkan. Orangtua yang telah bersepakat tentang apa yang sebaiknya dimakan dan dihindari oleh anggota keluarga akan lebih menjalani pola makan bernutrisi. 

Dalam prosesnya, ibu biasanya memang lebih banyak berperan dalam menentukan menu harian, dari perencanaan menu hingga berbelanja. Namun, ayah juga sebenarnya bisa berkontribusi untuk ide menu makanan dan berbelanja juga, lho. Hal penting yang harus selalu diingat adalah, jalani dengan konsisten prinsipnya. Jika salah satu sedang “lengah”, yang lain harus mengingatkan. 

Baca juga: Jaga Asupan Gizi Anak sejak dalam Kandungan untuk Mencegah Mikrosefali

Seperti Apa Gizi yang Baik untuk Keluarga?

Bicara soal gizi, seperti apa sih sebenarnya gizi yang baik untuk keluarga? Tak perlu bingung, kok. Pemerintah telah lama memiliki Panduan Gizi Seimbang, sebagai penyempurnaan dari prinsip 4 Sehat 5 Sempurna. Panduan tersebut tidak hanya menyertakan variasi makanan seperti karbohidrat, lauk, sayur, buah, susu, tetapi juga menyarankan porsi yang tepat untuk setiap jenis makanan. 

Misalnya, jangan sampai sayuran yang kita konsumsi hanya tiga iris timun, dengan lauk sepotong ayam goreng, dua potong tempe, dan dua porsi nasi ditambah kerupuk dan sambal. Mengenyangkan memang, tetapi gizinya tidak seimbang. Secara sederhana, komposisi makanan pokok adalah sebanyak sepertiga piring, sayur sepertiga piring, lauk dan buah total sepertiga piring. Susu sebenarnya bukanlah keharusan karena kandungan proteinnya sudah dipenuhi oleh lauk-pauk. 

Lebih baik, minumlah air putih dan batasi asupan gula, garam, minyak. Begitu pula dengan kudapan. Pilihlah kudapan yang sebisa mungkin alami, seperti buah potong dan kacang-kacangan. Namun, jika kesibukan tidak memungkinkan melakukan hal tersebut, pilihlah kudapan yang memiliki kandungan natrium, lemak jenuh, dan gula rendah. 

Baca juga: Untuk Hidup Lebih Sehat, Ini 4 Nutrisi Penting untuk Wanita

Tentu saja, setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda. Terlebih ada beberapa kelompok orang membutuhkan penyesuaian asupan gizi, yaitu Ibu hamil/menyusui, balita, anak usia sekolah dan remaja, serta manula. Namun, prinsip dasarnya kurang lebih sama, yaitu konsumsi setiap komponen pangan secara seimbang. 

Kalau masih bingung terkait pola makan sehat untuk keluarga seperti apa yang perlu diterapkan, kamu bisa minta bantuan dari dokter gizi di aplikasi Halodoc. Tinggal download aplikasinya di ponselmu, kamu akan bisa terhubung dengan banyak sekali dokter dan spesialisasinya, yang siap bantu kamu, kapan dan di mana saja.

Jadi, sekali lagi, ayah dan ibu adalah penentu gizi keluarga, yang memegang peranan penting untuk membentuk kebiasaan makan anak. Misalnya, jika ayah gemar membeli es teh susu atau ibu penyuka gorengan, anak pun akan terbiasa mengonsumsi makanan serupa. Oleh karena itu, orangtua harus mampu mengusahakan hidup sesehat mungkin demi membentuk kebiasaan buah hati.

*artikel ini pernah tayang di SKATA