• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa yang Paling Rentan Terserang Flu Singapura?

Siapa yang Paling Rentan Terserang Flu Singapura?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Flu Singapura atau hand, foot and mouth disease adalah infeksi virus menular yang ditandai munculnya luka di mulut dan ruam pada tangan dan kaki. Flu Singapura paling sering disebabkan oleh virus coxsackie. Penyakit ini cenderung bersifat ringan dan dapat sembuh dengan perawatan sederhana.

Rutin mencuci tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi penyakit dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Lantas, siapa yang paling berisiko tertular flu Singapura? Simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Begini Cara Membedakan Flu Singapura dan Cacar Air

Kelompok Usia yang Paling Rentan Terserang Flu Singapura

Melansir dari Mayo Clinic, flu Singapura paling sering menyerang anak-anak di bawah 10 tahun atau di bawah 5 tahun. Anak-anak yang sering singgah di pusat penitipan rentan terhadap penyakit ini. Pasalnya, flu Singapura mudah menyebar melalui kontak orang-ke-orang dan imunitas anak-anak kecil adalah yang paling rentan.

Namun, anak-anak biasanya membangun kekebalan terhadap penyakit setelah terpapar virus yang menyebabkannya. Inilah sebabnya mengapa kondisi ini jarang mempengaruhi orang di atas usia 10 tahun. Namun, masih mungkin bagi anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa untuk mendapatkan infeksi, terutama jika mereka memiliki imunitas yang lemah. 

Perawatan Sederhana untuk Flu Singapura

Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani flu Singapura. Tanda dan gejala flu Singapura biasanya hilang dalam tujuh hingga 10 hari. Si Kecil yang mengidap flu Singapura hanya perlu diberikan paracetamol untuk menurunkan demam dan meringankan ketidaknyamanan.

Ibu juga perlu tahu bahwa ada makanan dan minuman tertentu yang dapat mengiritasi lepuh di lidah, mulut atau tenggorokan. Berikut ini tips yang dihimpun dari Healthline untuk membantu mengurangi rasa sakit pada lepuh pada anak-anak, yaitu:

  • Menyedot es;
  • Makan es krim;
  • Minumlah minuman dingin, seperti susu atau air es;
  • Hindari makanan dan minuman yang asam, seperti buah jeruk, minuman buah dan soda;
  • Hindari makanan yang asin atau pedas;
  • Makan makanan lunak yang tidak perlu dikunyah terlalu sering;
  • Bilas mulut dengan air hangat setelah makan.

Jika Si Kecil sudah dapat berkumur, berikan ia air garam hangat untuk berkumur untuk menenangkan mulut. Minta Si Kecil melakukan ini beberapa kali sehari atau sesering yang diperlukan untuk mengurangi rasa sakit dan luka mulut dan tenggorokan akibat flu Singapura.

Baca juga: Ini Bedanya Flu Singapura dan Flu Biasa

Mencegah Penularan Flu Singapura

Jika ibu tidak ingin Si Kecil tertular flu Singapura, berikut langkah pencegahan yang dapat  mengurangi risikonya, yaitu:

  • Rajin cuci tangan. Pastikan ibu dan Si Kecil cuci tangan secara teratur dan menyeluruh, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok dan sebelum menyiapkan makanan. Saat sabun dan air tidak tersedia, gunakan tisu tangan yang mengandung antiseptik atau handsanitizer.

  • Desinfeksi area umum. Bersihkan rumah, perabot dan mainan anak secara rutin. Bersihkan lantai menggunakan larutan pemutih klorin dan air. Jika ibu harus menitipkan Si Kecil, pastikan pusat penitipan anak membersihkan dan mendesinfeksi semua area umum, termasuk barang bersama seperti mainan. Ibu harus membersihkan dot bayi sesering mungkin.

  • Ajarkan kebersihan yang baik. Tunjukkan kepada anak-anak tentang cara mempraktikkan kebersihan yang baik. Jelaskan kepada mereka mengapa ia tidak boleh meletakkan jari, tangan, atau benda lain di mulut mereka.

  • Isolasi orang yang sakit. Flu Singapura sangat menular, orang dengan penyakit tersebut harus membatasi paparan ke orang lain. Anak yang mengidap flu Singapura juga harus dijauhkan dari anak lainnya sampai demam hilang dan luka di mulut sembuh.

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi dari Flu Singapura

Kalau Si Kecil punya masalah kesehatan lainnya, ibu bisa bertanya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc tentang pengobatan dan penanganannya. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hand-foot-and-mouth disease.
Healthline. Diakses pada 2020. Hand, Foot, and Mouth Disease.