
Sleepwalking: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Sleepwalking atau tidur berjalan adalah gangguan tidur yang ditandai dengan aktivitas fisik saat tidur, dan dapat diatasi dengan mengenali penyebabnya.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Sleepwalking (Somnambulisme)?
- Penyebab Utama Sleepwalking
- Gejala dan Tanda-Tanda Sleepwalking
- Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
- Cara Mengatasi dan Pencegahan
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar cerita tentang seseorang yang berjalan, berbicara, atau bahkan melakukan aktivitas rumah tangga saat mereka masih tertidur lelap? Kondisi ini dikenal secara medis sebagai somnambulisme, atau lebih populer dengan istilah sleepwalking (tidur berjalan). Meskipun sering kali dianggap sebagai bahan gurauan atau adegan dalam film, bagi mereka yang mengalaminya, sleepwalking bisa menjadi kondisi yang serius dan berpotensi membahayakan.
Sleepwalking adalah salah satu jenis parasomnia, yaitu gangguan tidur yang melibatkan perilaku fisik atau verbal yang tidak diinginkan selama tidur. Kondisi ini biasanya terjadi pada tahap tidur nyenyak atau Non-Rapid Eye Movement (NREM). Karena penderitanya berada dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar, mereka sering kali tidak memiliki ingatan sama sekali tentang apa yang mereka lakukan setelah bangun keesokan harinya.
Memahami mekanisme di balik sleepwalking sangatlah penting, terutama jika kondisi ini mulai memengaruhi kualitas hidup atau keselamatan diri sendiri dan orang lain. Banyak faktor yang bisa memicu episode tidur berjalan, mulai dari kurang tidur, tingkat stres yang tinggi, hingga faktor genetika yang diturunkan dari keluarga. Mengingat kompleksitas gangguan tidur ini, penanganan yang tepat memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perbaikan gaya hidup hingga intervensi medis jika diperlukan.
Jika kamu atau anggota keluargamu sering mengalami episode tidur berjalan yang mengkhawatirkan, langkah pertama yang paling bijak adalah mencari bantuan profesional. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan mendalam mengenai kondisi kesehatanmu.
Nah, mau tahu apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasi sleepwalking secara efektif? Berikut ulasan lengkap yang telah kami rangkum untuk kamu!
Apa Itu Sleepwalking (Somnambulisme)?
Somnambulisme atau sleepwalking terjadi ketika seseorang bangun dari tahap tidur paling dalam dan bergerak secara fisik sementara otaknya masih dalam kondisi tidur sebagian. Dalam siklus tidur manusia, terdapat dua fase utama: NREM dan REM (Rapid Eye Movement). Sleepwalking umumnya terjadi pada tahap NREM ketiga, yaitu fase tidur gelombang lambat atau tidur paling nyenyak.
Pada tahap ini, tubuh seharusnya berada dalam kondisi istirahat total. Namun, pada penderita somnambulisme, terjadi gangguan sinkronisasi antara fungsi otak dan koordinasi otot. Hasilnya, seseorang bisa bangkit dari tempat tidur, berjalan di sekitar ruangan, atau bahkan membuka pintu dan keluar rumah tanpa kesadaran penuh. Mata penderita biasanya terbuka tetapi memiliki tatapan kosong atau “berkaca-kaca”, dan mereka jarang merespons ketika diajak bicara.
Penyebab Utama Sleepwalking
Mengapa seseorang bisa berjalan saat tidur? Secara medis, ada beberapa faktor pemicu yang sering diidentifikasi oleh para ahli saraf dan spesialis tidur:
1. Kurang Tidur (Sleep Deprivation)
Kurang tidur yang kronis atau kelelahan ekstrem adalah pemicu paling umum. Ketika tubuh sangat lelah, durasi tidur NREM tahap ketiga cenderung meningkat sebagai bentuk kompensasi. Hal ini justru meningkatkan peluang terjadinya gangguan pada fase transisi tidur yang memicu episode sleepwalking.
2. Stres dan Kecemasan
Kondisi psikologis berperan besar. Stres emosional, kecemasan berlebih, atau peristiwa traumatis dapat mengganggu arsitektur tidur seseorang. Otak yang tidak tenang cenderung lebih mudah mengalami aktivasi motorik di tengah tidur nyenyak.
3. Faktor Genetika
Jika orang tuamu pernah mengalami sleepwalking, ada kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya. Studi menunjukkan bahwa kecenderungan tidur berjalan dapat diturunkan secara genetik dalam keluarga.
4. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat penenang, obat tidur golongan hipnotis, atau obat antipsikotik tertentu, dapat meningkatkan risiko somnambulisme. Jika kondisi ini muncul setelah mengonsumsi obat baru, segera bicarakan dengan dokter.
Gejala dan Tanda-Tanda Sleepwalking
Mengenali gejala tidur berjalan sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sejak dini. Gejalanya tidak hanya sekadar berjalan, tetapi bisa mencakup perilaku berikut:
- Bangun dari tempat tidur dan berjalan dengan mata terbuka namun tatapan kosong.
- Melakukan aktivitas rutin seperti berpakaian, berbicara (tidak jelas), atau bahkan mencoba memasak.
- Sulit dibangunkan saat episode terjadi.
- Jika dibangunkan, penderita biasanya merasa bingung dan disorientasi.
- Tidak ingat sama sekali tentang kejadian tersebut keesokan harinya.
- Terkadang melakukan perilaku yang tidak pantas, seperti buang air kecil di lemari.
Faktor Pemicu Episode Sleepwalking
- Konsumsi alkohol yang berlebihan sebelum tidur.
- Demam tinggi, terutama pada anak-anak.
- Gangguan pernapasan saat tidur (Sleep Apnea).
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Siapa saja yang lebih berisiko mengalami kondisi ini? Umumnya, anak-anak lebih sering mengalami sleepwalking dibandingkan orang dewasa karena sistem saraf mereka masih dalam tahap perkembangan. Namun, pada orang dewasa, kondisi ini sering kali berkaitan dengan masalah kesehatan lain yang mendasari.
Penyakit seperti Restless Legs Syndrome (RLS), migrain kronis, dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) juga diketahui dapat meningkatkan frekuensi terbangunnya seseorang di malam hari, yang secara tidak langsung memicu episode tidur berjalan.
Cara Mengatasi dan Pencegahan
Mengatasi sleepwalking fokus pada meminimalkan pemicu dan menjaga keamanan lingkungan. Berikut adalah beberapa langkah praktis:
1. Menjaga Keamanan Lingkungan
Pastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat. Singkirkan benda-benda tajam atau penghalang di lantai yang bisa menyebabkan penderita tersandung atau terluka.
2. Memperbaiki Higienitas Tidur (Sleep Hygiene)
Tentukan jadwal tidur yang konsisten setiap hari, termasuk di hari libur. Ciptakan suasana kamar yang gelap, sejuk, dan tenang untuk meningkatkan kualitas tidur NREM.
3. Relaksasi Sebelum Tidur
Kurangi penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur. Melakukan meditasi, mandi air hangat, atau membaca buku dapat membantu otak rileks sehingga transisi fase tidur menjadi lebih lancar.
Bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan sistem saraf dan mendukung metabolisme energi agar tidur lebih berkualitas, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus pada anak-anak akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, sleepwalking pada orang dewasa memerlukan perhatian medis jika:
- Episode terjadi lebih dari dua kali seminggu.
- Perilaku saat tidur berjalan membahayakan diri sendiri (misalnya mencoba keluar jendela) atau orang lain.
- Mengakibatkan rasa kantuk berlebih di siang hari sehingga mengganggu aktivitas.
- Baru pertama kali muncul saat sudah dewasa tanpa riwayat masa kecil.
Studi Mengenai Gangguan Tidur Berjalan
Neurology Journal menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa somnambulisme pada orang dewasa sering kali memiliki hubungan yang kuat dengan gangguan psikiatri seperti depresi dan kecemasan. Studi ini menekankan pentingnya evaluasi kesehatan mental bagi penderita dewasa.
Temuan ini menunjukkan bahwa mengelola kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga lingkungan fisik yang aman. Penanganan stres yang efektif terbukti dapat menurunkan frekuensi episode tidur berjalan secara signifikan pada banyak pasien dewasa.
Jangan biarkan gangguan tidur mengganggu kesehatan jangka panjangmu. Jika langkah-langkah mandiri belum membuahkan hasil, segera cari bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kamu bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai kesehatan saraf dan tidur dengan praktis di Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan pun dibutuhkan.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sleepwalking – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Somnambulism (Sleepwalking): Symptoms, Causes & Treatment.
National Sleep Foundation. Diakses pada 2026. Sleepwalking (Somnambulism).
PubMed Central (NCBI). Diakses pada 2026. Sleepwalking and Sleep Terrors in Adults.
FAQ
1. Apakah berbahaya membangunkan orang yang sedang sleepwalking?
Membangunkan mereka tidak berbahaya secara medis, namun bisa membuat mereka sangat bingung, takut, atau bahkan bereaksi agresif secara tidak sengaja. Lebih baik menuntun mereka kembali ke tempat tidur dengan lembut tanpa harus membangunkan sepenuhnya.
2. Apa penyebab anak-anak sering tidur berjalan?
Sistem saraf pusat anak masih berkembang, dan otak mereka terkadang kesulitan mengatur transisi antara tidur nyenyak dan bangun. Kondisi ini biasanya berkurang saat mereka memasuki masa remaja.
3. Apakah kurang tidur bisa menyebabkan sleepwalking?
Ya, kurang tidur adalah salah satu pemicu utama. Saat tubuh kurang tidur, tekanan untuk tidur nyenyak (NREM) meningkat, yang memicu gangguan selama fase transisi tidur dan menyebabkan episode berjalan.
4. Apakah ada obat khusus untuk menyembuhkan sleepwalking?
Tidak ada obat khusus “penyembuh” permanen, namun dokter mungkin meresepkan benzodiazepin atau antidepresan tertentu jika episodenya parah dan membahayakan keselamatan pasien.
## Punya Masalah Tidur yang Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan terkait gangguan tidur atau sering merasa lelah meski sudah istirahat, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


