Ad Placeholder Image

Squats: Panduan Lengkap, Teknik dan Manfaatnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Squats menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang.

Squats: Panduan Lengkap, Teknik dan ManfaatnyaSquats: Panduan Lengkap, Teknik dan Manfaatnya

DAFTAR ISI


Squats adalah salah satu latihan fungsional yang paling efektif untuk memperkuat otot tubuh bagian bawah dan inti (core). Latihan ini sering disebut sebagai “raja” dari segala latihan beban karena kemampuannya dalam melibatkan banyak kelompok otot sekaligus dalam satu gerakan. Namun, meskipun terlihat sederhana, melakukan squats memerlukan teknik yang tepat untuk menghindari cedera pada lutut dan tulang belakang.

Bagi kamu yang baru memulai atau sudah rutin melakukan olahraga, memahami anatomi dan mekanika squats sangat penting. Latihan ini tidak hanya membantu membentuk bokong dan paha yang kencang, tetapi juga meningkatkan kepadatan tulang serta fleksibilitas sendi. Jika dilakukan dengan benar, squats dapat meningkatkan performa atletik dan memudahkan aktivitas sehari-hari, seperti naik tangga atau mengangkat benda berat.

Namun, seringkali setelah melakukan latihan intensitas tinggi seperti squats, otot mungkin akan terasa nyeri atau kaku, yang dikenal dengan istilah Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Kondisi ini normal terjadi sebagai tanda bahwa serat otot sedang melakukan perbaikan dan adaptasi. Untuk mengatasinya, kamu mungkin memerlukan bantuan produk kesehatan seperti suplemen sendi atau salep pereda nyeri.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan untuk mendukung latihan kamu? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Kesehatan Otot dan Sendi

Melakukan squat dengan repetisi yang banyak atau beban yang berat memerlukan dukungan fisik yang optimal. Berikut adalah rekomendasi produk yang bisa membantu kamu meredakan nyeri otot atau menjaga kesehatan sendi setelah berolahraga.

1. Counterpain Cool Gel 15 g

Counterpain Cool Gel adalah sediaan topikal berbentuk gel yang memberikan sensasi dingin untuk meredakan nyeri otot dan sendi. Produk ini mengandung bahan aktif Menthol yang bekerja sebagai counter-irritant, yaitu memicu sensasi dingin di permukaan kulit untuk mengalihkan saraf dari rasa nyeri di jaringan bawahnya.

Manfaat utamanya adalah meredakan nyeri otot akibat keseleo, memar, atau cedera olahraga ringan setelah melakukan squats. Tekstur gelnya yang tidak lengket membuatnya nyaman digunakan kapan saja.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan pada area yang sakit sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Hanya untuk penggunaan luar dan jangan dioleskan pada luka terbuka atau selaput lendir.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Counterpain Cool Gel 15 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Salonpas Koyo Pereda Nyeri 10 Lembar

Salonpas Koyo adalah plester pereda nyeri yang mengandung Methyl Salicylate, Menthol, dan Camphor. Bahan-bahan ini bekerja secara sinergis untuk melancarkan sirkulasi darah di area yang ditempelkan dan memberikan efek hangat-dingin yang menenangkan otot yang tegang.

Produk ini sangat efektif untuk meredakan nyeri otot pada area paha (quadriceps) atau pinggang yang sering terasa pegal setelah latihan squats intens. Penggunaannya sangat praktis karena cukup ditempelkan pada area yang nyeri.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan dan keringkan area yang nyeri sebelum ditempelkan.
  • Lepaskan plastik lapisan dan tempelkan pada area sakit.
  • Gunakan maksimal 3-4 kali sehari dan jangan digunakan lebih dari 8 jam per pemakaian.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo Pereda Nyeri 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mengurangi Nyeri Setelah Squats
  1. Lakukan pemanasan dinamis minimal 5-10 menit sebelum latihan.
  2. Lakukan pendinginan dan peregangan statis pada otot paha dan bokong setelah latihan.
  3. Pastikan hidrasi tubuh tercukupi untuk membantu proses pemulihan otot.

3. Enervon Active 30 Tablet

Enervon Active adalah suplemen multivitamin yang diformulasikan khusus bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Kandungan utamanya meliputi Vitamin C (Non-Acidic), Vitamin B kompleks, dan Zinc. Vitamin B kompleks berperan penting dalam metabolisme energi, mengubah karbohidrat menjadi tenaga yang dibutuhkan saat squat.

Manfaat Enervon Active adalah membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah lelah dan mempercepat proses pemulihan energi setelah berolahraga. Kandungan Non-Acidic Vitamin C juga lebih ramah di lambung.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet per hari, sesudah makan.
  • Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Produk ini merupakan suplemen kesehatan dan tersedia secara bebas.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Enervon Active 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Viostin 10 Kaplet

Viostin mengandung Glucosamine dan Chondroitin yang merupakan komponen penyusun tulang rawan sendi. Selain itu, produk ini diperkaya dengan mineral seperti Magnesium dan Mangan yang mendukung metabolisme tulang.

Squats memberikan tekanan yang cukup besar pada sendi lutut. Viostin bermanfaat untuk membantu memelihara kesehatan sendi, mencegah kekakuan, dan memperbaiki sel-sel tulang rawan yang mungkin mengalami keausan seiring bertambahnya usia atau beban latihan yang berat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Pencegahan/Pemeliharaan: 1 kaplet per hari.
  • Kondisi ringan-sedang: 2-3 kali sehari 1 kaplet.
  • Diminum sesudah makan untuk menghindari ketidaknyamanan lambung.

Produk ini termasuk suplemen kesehatan. Perhatikan dosis yang dianjurkan pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Viostin 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Voltaren Emulgel 10 g

Voltaren Emulgel mengandung Diclofenac Diethylamine, yaitu obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) topikal. Produk ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang memicu produksi prostaglandin, zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Manfaatnya sangat signifikan untuk meredakan nyeri akibat peradangan pada tendon, ligamen, otot, dan sendi. Jika kamu merasakan nyeri tajam pada area lutut atau pinggang setelah squats yang tidak kunjung reda dengan istirahat, Voltaren dapat membantu meredakan radang tersebut.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan 3-4 kali sehari pada area yang sakit.
  • Gunakan secukupnya sesuai luas area nyeri.
  • Jangan digunakan lebih dari 14 hari tanpa saran medis.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Manfaat Squats untuk Tubuh

Melakukan squats secara rutin membawa dampak positif yang luas bagi kesehatan fisik kamu. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Memperkuat Otot Inti dan Bawah

Squats menargetkan otot quadriceps, hamstrings, dan gluteus maximus secara maksimal. Selain itu, otot inti (perut dan punggung bawah) bekerja keras untuk menjaga keseimbangan tubuh selama gerakan turun dan naik.

2. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Sebagai latihan beban (weight-bearing exercise), squats memberikan tekanan sehat pada tulang paha dan panggul. Hal ini merangsang pembentukan osteoblas, sel yang bertanggung jawab untuk membangun tulang, sehingga mencegah osteoporosis di masa tua.

3. Membakar Kalori dan Lemak

Karena melibatkan kelompok otot besar, squats membakar lebih banyak kalori dibandingkan latihan isolasi lainnya. Latihan ini juga meningkatkan laju metabolisme basal (BMR) melalui peningkatan massa otot.

Teknik Squats yang Benar

Untuk meminimalkan risiko cedera, pastikan kamu mengikuti langkah-langkah berikut saat melakukan bodyweight squat:

1. Posisi Kaki dan Berdiri

Berdiri tegak dengan kaki dibuka selebar bahu. Arahkan jari-jari kaki sedikit keluar (sekitar 5-15 derajat) agar memberikan ruang bagi panggul untuk turun lebih dalam.

2. Gerakan Turun (Eccentric Phase)

Dorong pinggul ke belakang seolah-olah ingin duduk di kursi yang tidak terlihat. Pastikan dada tetap tegak dan pandangan lurus ke depan. Tekuk lutut hingga paha sejajar dengan lantai (atau sedalam yang fleksibilitas kamu izinkan tanpa membulatkan punggung).

3. Posisi Lutut dan Berat Badan

Pastikan lutut mengikuti arah jari kaki dan tidak menekuk ke dalam (valgus). Distribusikan berat badan secara merata di seluruh telapak kaki, namun fokuskan tekanan pada tumit saat kamu kembali berdiri.

Kesalahan Umum Saat Squat

Banyak orang melakukan kesalahan yang justru bisa memicu nyeri punggung atau lutut. Kenali kesalahan berikut agar kamu bisa menghindarinya:

1. Punggung Membulat

Kehilangan postur tulang belakang netral (tulang belakang melengkung ke depan) meningkatkan tekanan pada diskus intervertebralis di punggung bawah. Selalu kunci otot perut kamu selama gerakan.

2. Tumit Terangkat

Jika tumit kamu terangkat saat turun, itu tandanya mobilitas pergelangan kaki kamu kurang atau kamu terlalu condong ke depan. Hal ini memberikan tekanan berlebih pada tendon lutut.

Studi Mengenai Squats

Journal of Strength and Conditioning Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kedalaman squat (deep squats) lebih efektif dalam merangsang hipertrofi otot gluteus dibandingkan partial squats tanpa meningkatkan risiko cedera pada individu yang sehat dengan teknik yang benar.

Studi ini menekankan pentingnya progresivitas dalam latihan. Bagi pemula, disarankan untuk menguasai teknik beban tubuh (bodyweight) sebelum menambahkan beban tambahan seperti barbell untuk menghindari stres berlebih pada ligamen.

Jika kamu mengalami nyeri sendi yang tajam, bengkak yang tidak kunjung hilang, atau bunyi “klik” yang menyakitkan pada lutut setelah squat, segera hentikan latihan dan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Untuk mendukung kebutuhan nutrisi dan pemulihan otot, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. 7 Benefits of Squats and Which Muscles They Work.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Exercise: How to Squat.
PubMed – National Institutes of Health. Diakses pada 2026. Analysis of the Load on the Knee Joint and Vertebral Column with Changes in Squatting Depth.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why Squats Are One of the Best Exercises You Can Do.

FAQ

1. Apakah squat bisa merusak lutut?

Tidak, jika tekniknya benar. Squat justru memperkuat otot di sekitar lutut yang membantu stabilitas sendi. Masalah muncul jika lutut menekuk ke dalam atau beban terlalu berat tanpa teknik yang pas.

2. Berapa kali sebaiknya melakukan squat dalam seminggu?

Untuk pemula, 2-3 kali seminggu sudah cukup dengan waktu istirahat minimal 48 jam antar sesi agar otot dapat melakukan pemulihan.

3. Mengapa punggung bawah terasa sakit setelah squat?

Biasanya disebabkan oleh posisi punggung yang membulat saat gerakan turun atau otot inti (core) yang kurang kuat dalam menyangga beban tubuh.

4. Apakah squats membantu menurunkan berat badan?

Ya, karena squats melibatkan banyak massa otot, energi yang dibakar cukup besar, sehingga efektif mendukung program defisit kalori untuk penurunan berat badan.


Punya Keluhan Otot atau Sendi Setelah Olahraga? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah latihan squats, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.