• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Stadium Ensefalopati Hepatik yang Perlu Diketahui

5 Stadium Ensefalopati Hepatik yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ensefalopati hepatik mengacu pada penurunan fungsi otak karena penumpukan racun dalam darah. Ini merupakan kondisi sekunder yang dihasilkan dari kerusakan hati. Biasanya hati mengeluarkan racun, seperti amonia, dari darah. Hati yang rusak atau sakit kemampuannya berkurang dalam membuang racun-racun yang terkumpul dalam aliran darah dan berpindah ke organ lain. 

Ensefalopati berkembang saat racun masuk ke otak dan merusak sel-sel otak. Ini dapat menyebabkan gejala fisik dan psikologis. Orang dengan ensefalopati hepatik mengalami setidaknya beberapa penurunan fungsi otak. Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin mengalami kehilangan kesadaran dan koma.

Baca juga: Sering Lupa, Hati-hati Ensefalopati

Stadium Ensefalopati Hepatik yang Mungkin Dihadapi

Ensefalopati hepatik dibagi menjadi beberapa stadium berdasarkan keparahan gejala. Lima tahapan ensefalopati hepatik yaitu :

  • Stadium 0: Pada stadium ini gejalanya minimal.

  • Stadium 1: Mengalami gejala ringan. Gejala termasuk perubahan pada kebiasaan tidur, seperti hipersomnia atau insomnia.

  • Stadium 2: Mengalami gejala moderat. Pada tahap ini, pengidap mungkin merasa bingung atau lesu. 

  • Stadium 3: Mengalami gejala yang parah. Pengidap tidak akan dapat melakukan tugas-tugas dasar sehari-hari. Pengidap juga akan merasa bingung dan mengalami perubahan kepribadian. 

  • Stadium 4: Tahap ini pengidap mengalami koma. 

Stadium ensefalopati hepatik tersebut akan dialami pengidap dengan berbagai jenis ensefalopati hepatik. Beberapa jenis ensefalopati hepatik yang perlu diwaspadai yaitu:

Tipe A

Ensefalopati hepatik tipe A dihasilkan dari gagal hati akut yang terjadi ketika seseorang tanpa penyakit hati mengalami penurunan fungsi hati yang cepat. Penurunan ini biasanya terjadi selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Penyebab tipe A ensefalopati hepatik yang paling umum adalah overdosis asetaminofen. Beberapa penyebab lain termasuk:

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Infeksi hepatitis.
  • Penyakit Wilson, suatu kondisi turun-temurun yang melibatkan akumulasi tembaga dalam tubuh. 

Baca juga: Ensefalopati Kelainan Otak yang Bisa Pengaruhi Kondisi Kejiwaan

Tipe B

Tipe B ensefalopati hepatik dihasilkan dari  jalur portal-sistemik pada hati. Ini menyebabkan terjadinya pengalihan darah yang biasanya mengalir ke hati. Pengalihan darah ini mencegah hati menyaring racun dari darah secara efektif. Dua penyebab potensial dari kondisi ini adalah kelainan bawaan dan trauma. 

Tipe C

Tipe C ensefalopati hepatik disebabkan oleh jaringan parut yang parah (sirosis hati). Sirosis berkembang selama penyakit hati stadium akhir atau stadium 4. Seiring waktu, karena jaringan parut semakin menggantikan jaringan yang sehat, hati kurang mampu mengeluarkan racun dari darah dan melakukan fungsi lainnya. 

Perawatan untuk Pengidap Ensefalopati Hepatik

Peneliti memperkirakan sekitar 70 persen pengidap sirosis juga akan mengalami gejala ensefalopati hepatik. Orang yang hanya mengalami gejala ensefalopati hepatik ringan mungkin akan mengalami kondisi ini sepanjang hidupnya. Perawatan terbaik untuk pengidap ensefalopati hepatik tergantung pada faktor-faktor berikut:

  • Keparahan ensefalopati hepatik.
  • Jenis-jenis gejalanya.
  • Tingkat keparahan kerusakan hati yang mendasarinya.
  • Usia orang yang mengalami.
  • Kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa perawatan ditargetkan pada penyebab ensefalopati hepatik. Tergantung pada penyebabnya, pengobatan mungkin memerlukan:

  • Obat untuk mengobati infeksi.
  • Obat-obatan atau prosedur untuk mengendalikan perdarahan.
  • Menghentikan penggunaan obat yang memicu ensefalopati hepatik.
  • Mengobati masalah ginjal yang menjadi penyebab.

Dokter juga mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi kadar amonia dan racun lain dalam darah. Karena racun ini sering diproduksi dalam usus, maka jenis perawatan ini menargetkan usus.

Baca juga: Bisakah Ensefalopati Disembuhkan?

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai ensefalopati hepatik. Jika kamu mengalami gejala dari kondisi ini, jangan sungkan untuk segera membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan aplikasi ini, komunikasi dengan dokter dapat dengan mudah dilakukan kapan dan di mana saja. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Hepatic Encephalopathy.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about hepatic encephalopathy.