
Strepsils untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Kerjanya
Strepsils adalah obat hisap yang digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan, iritasi, dan infeksi ringan pada mulut atau tenggorokan.

Ringkasan: Sakit tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada tenggorokan yang menyebabkan nyeri, gatal, atau rasa tidak nyaman saat menelan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa juga karena bakteri atau iritasi lainnya. Pengelolaan sakit tenggorokan berfokus pada meredakan gejala dan mengatasi penyebab yang mendasari.
Daftar Isi:
Apa Itu Sakit Tenggorokan?
Sakit tenggorokan, atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai faringitis, adalah kondisi umum yang ditandai dengan nyeri, gatal, atau iritasi pada tenggorokan yang seringkali memburuk saat menelan. Ini merupakan gejala peradangan pada faring (tenggorokan bagian belakang), dan dapat mempengaruhi aktivitas harian.
Sebagian besar kasus sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek atau flu, dan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Namun, infeksi bakteri, alergi, atau iritasi lingkungan juga dapat menjadi penyebabnya. Kode ICD-10 untuk faringitis akut adalah J02.9.
“Sakit tenggorokan dapat mengganggu kenyamanan, namun seringkali dapat diatasi dengan perawatan rumahan. Mengenali penyebabnya penting untuk penanganan yang tepat.” — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023
Apa Saja Gejala Sakit Tenggorokan?
Gejala sakit tenggorokan bervariasi tergantung pada penyebabnya, namun umumnya meliputi rasa nyeri, gatal, atau sensasi terbakar pada tenggorokan. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap, seringkali disertai dengan keluhan lain yang menunjukkan adanya infeksi.
Beberapa gejala umum yang mungkin menyertai sakit tenggorokan meliputi:
- Nyeri saat menelan makanan atau minuman.
- Tenggorokan kering atau terasa gatal.
- Suara serak atau hilang suara.
- Amandel merah dan bengkak, terkadang disertai bintik putih atau nanah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Demam, batuk, dan pilek.
- Sakit kepala dan nyeri otot.
- Mual atau muntah (terutama pada anak-anak).
Pada kasus radang tenggorokan yang disebabkan bakteri Streptococcus (strep throat), gejala cenderung lebih parah, termasuk demam tinggi dan tanpa batuk. Mengenali pola gejala dapat membantu dalam menentukan apakah diperlukan pemeriksaan medis.
Mengapa Seseorang Mengalami Sakit Tenggorokan?
Sakit tenggorokan sebagian besar disebabkan oleh infeksi, baik virus maupun bakteri, yang memicu peradangan pada lapisan tenggorokan. Selain itu, ada juga penyebab non-infeksius yang bisa memicu kondisi ini.
Penyebab sakit tenggorokan dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Infeksi Virus
Penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah infeksi virus. Virus-virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan meliputi:
- Virus pilek biasa: Rhinovirus, adenovirus, atau coronavirus non-COVID-19.
- Virus influenza: Penyebab flu musiman.
- Mononukleosis: Disebabkan oleh virus Epstein-Barr, sering disebut “penyakit ciuman”.
- Cacar air: Virus varicella-zoster.
- Campak: Virus morbili.
- COVID-19: Infeksi virus SARS-CoV-2.
2. Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan, meskipun lebih jarang dibanding virus. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab adalah Streptococcus pyogenes.
- Streptococcus pyogenes: Menyebabkan radang tenggorokan yang dikenal sebagai strep throat. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti demam reumatik atau glomerulonefritis.
- Bakteri lain: Bakteri penyebab difteri atau pertusis (batuk rejan) juga dapat menimbulkan sakit tenggorokan.
3. Penyebab Lain (Non-Infeksius)
Selain infeksi, beberapa faktor non-infeksius juga dapat memicu sakit tenggorokan:
- Alergi: Reaksi terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau tungau debu dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan postnasal drip.
- Kekeringan: Udara kering, terutama saat tidur dengan mulut terbuka, dapat membuat tenggorokan terasa kering dan gatal.
- Iritasi: Paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia, atau konsumsi makanan pedas dapat mengiritasi tenggorokan.
- Refluks asam lambung (GERD): Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat mengiritasi tenggorokan, terutama di malam hari.
- Ketegangan otot: Berteriak keras atau berbicara terlalu lama dapat menyebabkan nyeri otot pada tenggorokan.
- Tumor: Meskipun jarang, tumor pada tenggorokan, lidah, atau kotak suara dapat menyebabkan sakit tenggorokan kronis.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Sakit Tenggorokan?
Diagnosis sakit tenggorokan dimulai dengan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik yang komprehensif. Dokter akan menanyakan riwayat gejala, paparan, dan kondisi kesehatan lainnya untuk menentukan kemungkinan penyebab.
Langkah-langkah diagnosis yang umum dilakukan meliputi:
- Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa tenggorokan, mencari tanda-tanda kemerahan, bengkak, bercak putih, atau nanah pada amandel. Kelenjar getah bening di leher juga akan diperiksa untuk pembengkakan.
- Rapid Strep Test (RST): Jika dicurigai infeksi bakteri Streptococcus, dokter akan melakukan tes usap tenggorokan cepat. Sampel diambil dari belakang tenggorokan menggunakan kapas steril untuk mendeteksi bakteri Streptococcus dalam beberapa menit.
- Kultur Tenggorokan: Jika RST negatif namun kecurigaan klinis tetap tinggi, sampel usap tenggorokan dapat dikirim ke laboratorium untuk kultur. Hasil kultur membutuhkan waktu 24-48 jam untuk memastikan ada atau tidaknya bakteri.
- Tes Darah: Pada kasus tertentu, seperti dugaan mononukleosis atau infeksi virus lainnya, tes darah lengkap mungkin diperlukan.
Diagnosis yang akurat sangat penting untuk memastikan pengobatan yang tepat, terutama untuk membedakan antara infeksi virus dan bakteri. Hal ini mencegah penggunaan antibiotik yang tidak perlu.
Pilihan Pengobatan untuk Sakit Tenggorokan
Pengobatan sakit tenggorokan bertujuan untuk meredakan gejala dan mengatasi penyebab yang mendasari. Pendekatan pengobatan akan berbeda tergantung apakah penyebabnya virus, bakteri, atau faktor non-infeksius.
1. Perawatan di Rumah
Untuk sakit tenggorokan yang disebabkan virus, fokus utama adalah meredakan gejala. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Istirahat Cukup: Membantu tubuh melawan infeksi.
- Minum Cairan yang Cukup: Mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Berkumur dengan Air Garam: Campurkan 1/4 sendok teh garam dalam segelas air hangat. Ini dapat membantu meredakan nyeri dan membersihkan tenggorokan.
- Permen Pelega Tenggorokan atau Lozenges: Dapat membantu merangsang produksi air liur, melembapkan tenggorokan. Produk seperti Strepsils dapat memberikan efek melegakan. Anda bisa beli obat pelega tenggorokan dan produk kesehatan lainnya secara online di Halodoc.
- Humidifier: Menjaga kelembapan udara dapat meredakan iritasi tenggorokan.
- Hindari Iritan: Jauhi asap rokok, polusi, dan alergen.
2. Medikasi dan Tindakan Medis
Obat-obatan dan intervensi medis mungkin diperlukan tergantung penyebab dan tingkat keparahan:
- Obat Pereda Nyeri (Analgesik): Paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan demam.
- Antibiotik: Jika sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya strep throat), dokter akan meresepkan antibiotik seperti penisilin atau amoksisilin. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran untuk mencegah komplikasi dan resistensi.
- Obat Antivirus: Untuk infeksi virus tertentu seperti influenza, obat antivirus mungkin diresepkan.
- Antihistamin/Kortikosteroid: Jika alergi menjadi penyebab, obat alergi atau kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan.
- Perawatan GERD: Jika refluks asam lambung adalah penyebabnya, obat penurun asam lambung akan diresepkan.
“Penggunaan antibiotik hanya direkomendasikan untuk infeksi bakteri yang terdiagnosis. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antimikroba.” — World Health Organization (WHO), 2024
Bagaimana Mencegah Sakit Tenggorokan?
Pencegahan sakit tenggorokan berpusat pada menghindari paparan patogen dan iritan, serta menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Mengadopsi kebiasaan higienis yang baik adalah langkah pertama yang paling efektif.
Beberapa strategi pencegahan yang direkomendasikan:
- Cuci Tangan Teratur: Gunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah batuk, bersin, makan, atau setelah dari toilet.
- Hindari Kontak Dekat: Jauhi orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami batuk atau pilek.
- Jangan Berbagi Barang Pribadi: Hindari berbagi makanan, minuman, dan peralatan makan dengan orang lain.
- Tidak Merokok dan Hindari Asap Rokok: Asap rokok merupakan iritan kuat yang dapat melemahkan kekebalan tenggorokan.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Bersihkan permukaan yang sering disentuh secara rutin, terutama di musim flu.
- Pastikan Asupan Cairan Cukup: Tetap terhidrasi menjaga selaput lendir tenggorokan tetap sehat dan berfungsi optimal.
- Istirahat yang Cukup: Mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Diet seimbang kaya vitamin dan mineral penting untuk imunitas.
- Vaksinasi: Pastikan vaksinasi flu dan COVID-19 diperbarui sesuai rekomendasi untuk mencegah infeksi virus penyebab sakit tenggorokan.
Langkah-langkah ini dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena sakit tenggorokan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter?
Meskipun sebagian besar sakit tenggorokan bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, ada beberapa tanda dan gejala yang mengindikasikan perlunya pemeriksaan medis. Konsultasi dokter penting untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, terutama jika ada dugaan infeksi bakteri atau komplikasi.
Segera konsultasi ke dokter di Halodoc jika mengalami gejala berikut:
- Sakit tenggorokan yang parah atau berlangsung lebih dari seminggu.
- Kesulitan menelan atau bernapas.
- Demam tinggi (di atas 38.5°C) yang tidak membaik.
- Pembengkakan kelenjar getah bening yang sangat nyeri atau bengkak.
- Muncul ruam pada kulit.
- Nyeri sendi.
- Darah di dahak atau air liur.
- Nyeri telinga.
- Sakit tenggorokan berulang.
- Tidak ada perbaikan gejala setelah beberapa hari perawatan di rumah.
Pada anak-anak, segera temui dokter jika mereka menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, kesulitan bernapas, atau rewel luar biasa. Penanganan dini dapat mencegah potensi komplikasi serius.
Kesimpulan
Sakit tenggorokan adalah keluhan umum yang sering disebabkan oleh infeksi virus, namun penting untuk mengenali tanda-tanda infeksi bakteri atau penyebab lain yang memerlukan perhatian medis. Perawatan rumahan seperti istirahat, hidrasi, dan pereda nyeri umumnya efektif untuk meredakan gejala. Namun, jika gejala memburuk atau disertai tanda bahaya, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai dengan kondisi.


