Ad Placeholder Image

Suhu Normal Anak 5 Tahun: Panduan Lengkap dan Cara Ukur

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Suhu Normal Anak 5 Tahun? Ini Panduan Lengkapnya!

Suhu Normal Anak 5 Tahun: Panduan Lengkap dan Cara UkurSuhu Normal Anak 5 Tahun: Panduan Lengkap dan Cara Ukur

DAFTAR ISI


Mengetahui suhu tubuh normal anak adalah salah satu wawasan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap orang tua. Secara medis, suhu tubuh normal pada anak berada di kisaran 36,5 derajat Celsius hingga 37,5 derajat Celsius. Suhu tubuh ini diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus, yang berfungsi layaknya termostat alami tubuh. Hipotalamus memastikan keseimbangan antara produksi panas yang dihasilkan oleh metabolisme tubuh dengan pelepasan panas ke lingkungan sekitar. Namun, perlu dicatat bahwa suhu tubuh anak bisa berfluktuasi sepanjang hari; biasanya lebih rendah pada pagi hari dan sedikit meningkat pada sore atau malam hari.

Ketika suhu tubuh anak melebihi angka 38 derajat Celsius, kondisi ini secara medis diklasifikasikan sebagai demam (pireksia). Demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan respons pertahanan alami tubuh—sistem imun—yang sedang berjuang melawan patogen penyebab infeksi, seperti virus, bakteri, atau bahkan reaksi pasca-imunisasi. Meskipun merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak berfungsi dengan baik, demam yang terlalu tinggi atau disertai gejala penyerta lainnya dapat membuat anak merasa sangat tidak nyaman, rewel, kehilangan nafsu makan, hingga berisiko memicu kejang demam pada balita yang rentan.

Sebagai langkah pertolongan pertama di rumah, orang tua tidak perlu panik. Hal terpenting adalah memantau suhu tubuh anak secara berkala menggunakan alat ukur yang akurat dan memastikan anak terhidrasi dengan baik. Jika anak tampak gelisah atau suhu tubuhnya terus merangkak naik, ibu bisa beli obat demam anak yang aman dan terpercaya sebagai langkah awal. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan obat harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak, serta mematuhi dosis yang dianjurkan.

Di sisi lain, tidak semua demam bisa diatasi hanya dengan perawatan mandiri di rumah. Jika suhu tubuh anak tidak kunjung turun setelah 3 hari, atau mencapai lebih dari 39 derajat Celsius disertai gejala peringatan (red flags) seperti sesak napas, muntah hebat, atau kesadaran menurun, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Nah, mau tahu apa saja pilihan produk dan obat untuk membantu menstabilkan suhu tubuh normal anak? Berikut ulasan lengkapnya dari sudut pandang farmakologis!

Rekomendasi Produk untuk Menjaga Suhu Tubuh Normal Anak

Untuk membantu mengembalikan suhu tubuh anak ke batas normal saat ia mengalami demam, ada beberapa obat penurun panas (antipiretik) dan alat kesehatan yang wajib ada di kotak P3K rumah kamu. Berikut adalah rekomendasi produk yang terbukti efektif, aman jika digunakan sesuai indikasi, dan banyak direkomendasikan oleh apoteker maupun dokter anak:

1. Sanmol Sirup 60 ml

Sanmol Sirup merupakan obat penurun panas (antipiretik) sekaligus pereda nyeri (analgesik) yang sangat populer dan terpercaya di Indonesia. Obat ini mengandung zat aktif Paracetamol sebanyak 120 mg dalam setiap 5 ml (satu sendok takar). Secara farmakologis, Paracetamol bekerja dengan cara menghambat enzim cyclooxygenase (COX) pada sistem saraf pusat, yang secara langsung berimbas pada penurunan produksi prostaglandin. Penurunan prostaglandin di hipotalamus inilah yang mengembalikan titik setel suhu tubuh menjadi normal dan mengurangi rasa sakit.

Obat ini sangat bermanfaat untuk meredakan demam akibat infeksi ringan, flu, atau demam pasca imunisasi, serta efektif mengurangi rasa sakit ringan hingga sedang seperti sakit kepala atau sakit gigi pada anak. Sanmol Sirup memiliki profil keamanan yang sangat baik untuk lambung anak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 0-1 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml), diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 2-6 tahun: 1 – 2 sendok takar (5-10 ml), diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 6-9 tahun: 2 – 3 sendok takar (10-15 ml), diberikan 3-4 kali sehari.

Sebaiknya berikan obat ini sesudah makan atau bersamaan dengan makanan untuk kenyamanan pencernaan. Hentikan penggunaan jika demam tidak turun setelah 3 hari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Tempra Sirup 60 ml

Tempra Sirup adalah sediaan cair penurun panas yang diformulasikan khusus untuk anak, dengan kandungan Paracetamol 160 mg per 5 ml. Kandungan konsentrasi Paracetamol pada Tempra sedikit lebih tinggi dibandingkan Sanmol Sirup, sehingga sangat efektif untuk anak balita yang membutuhkan penyesuaian dosis sesuai rentang berat badannya. Obat ini tidak mengandung alkohol, sehingga sangat aman untuk organ hati anak jika diberikan sesuai aturan.

Manfaat utama dari Tempra Sirup adalah kemampuannya yang cepat (biasanya dalam 30-60 menit) dalam menurunkan demam dan meredakan ketidaknyamanan yang menyertai flu atau tumbuh gigi. Rasa buah yang manis membuatnya lebih mudah diterima oleh anak-anak, mengurangi drama penolakan minum obat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-2 tahun (berat 10-15 kg): 3.75 ml, diberikan setiap 4 jam.
  • Anak usia 2-3 tahun (berat 16-21 kg): 5 ml, diberikan setiap 4 jam.
  • Anak usia 4-5 tahun (berat 22-27 kg): 7.5 ml, diberikan setiap 4 jam.
  • Anak usia 6-8 tahun (berat 28-33 kg): 10 ml, diberikan setiap 4 jam.

Maksimal pemberian adalah 5 kali dalam waktu 24 jam. Jangan berikan melebihi dosis anjuran untuk mencegah risiko kerusakan hati (hepatotoksisitas).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Tempra Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mengukur Suhu Tubuh Anak yang Akurat
  1. Pastikan ketiak atau area pengukuran dalam keadaan kering, tidak berkeringat.
  2. Jika menggunakan termometer digital ketiak (aksila), tahan lengan anak agar termometer terapit sempurna selama waktu pengukuran (biasanya sekitar 60 detik hingga berbunyi bip).
  3. Jika baru saja mandi air hangat atau minum sesuatu yang panas/dingin, tunggu setidaknya 15-30 menit sebelum melakukan pengukuran agar hasilnya tidak bias.
  4. Catat hasil pengukuran beserta jam pengukurannya untuk diinfokan kepada dokter jika diperlukan.

3. Proris Suspensi 60 ml

Proris Suspensi mengandung bahan aktif Ibuprofen sebanyak 100 mg dalam tiap 5 ml. Ibuprofen termasuk dalam kelas Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) atau obat antiinflamasi non-steroid. Berbeda dengan Paracetamol yang utamanya bekerja di pusat, Ibuprofen bekerja secara periferal dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), sehingga secara signifikan mengurangi sintesis prostaglandin. Hal ini tidak hanya menurunkan suhu tubuh, tetapi juga sangat efektif dalam mengurangi peradangan (inflamasi) dan nyeri yang lebih kuat.

Proris biasanya direkomendasikan ketika demam anak cukup tinggi, membandel, atau tidak memberikan respons yang memadai terhadap paracetamol. Obat ini juga sangat bermanfaat untuk anak yang mengalami nyeri telinga akut, radang tenggorokan hebat, atau nyeri pasca cedera ringan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia 1-2 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml), diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diberikan 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 8-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), diberikan 3-4 kali sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Ibuprofen WAJIB dikonsumsi setelah makan untuk meminimalisir efek samping iritasi pada dinding lambung. Jangan gunakan pada anak yang sedang mengalami demam berdarah dengue (DBD) atau memiliki riwayat asma yang dipicu oleh NSAID.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Suspensi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Bye Bye Fever Anak 1 Lembar

Bye Bye Fever Anak adalah plester hidrogel penyejuk yang dirancang khusus sebagai metode kompres modern yang praktis dan tidak berantakan. Produk ini tidak mengandung obat atau zat aktif yang masuk ke pembuluh darah, melainkan menggunakan teknologi hidrogel polimer yang kaya akan air. Cara kerjanya mengandalkan prinsip fisika sederhana: perpindahan panas. Ketika ditempelkan, air di dalam gel akan menyerap panas dari pembuluh darah di dahi anak dan menguapkannya, memberikan efek dingin yang bertahan hingga 10 jam.

Manfaat dari produk ini adalah memberikan rasa nyaman seketika pada anak yang sedang rewel karena demam. Plester ini sangat direkomendasikan sebagai terapi suportif, yang dapat dikombinasikan dengan obat minum (sirup paracetamol/ibuprofen) untuk mempercepat penurunan suhu tubuh.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 1 lembar plester dan tempelkan pada dahi, pipi, atau leher anak.
  • Dapat digunakan kapan saja saat anak demam, baik siang maupun saat anak tidur malam.
  • Plester hanya untuk penggunaan luar dan sekali pakai (disposable).

Pastikan kulit anak dalam keadaan bersih dan kering sebelum plester ditempelkan. Hindari menempelkan pada area kulit yang sedang luka, ruam, atau terbakar matahari.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Bye Bye Fever Anak 1 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

5. Omron Thermometer Digital MC-246

Untuk mengetahui suhu tubuh normal anak, kamu tentu membutuhkan alat ukur yang akurat, dan Omron Thermometer Digital MC-246 adalah salah satu instrumen medis terbaik untuk penggunaan rumah tangga. Ini adalah termometer digital yang dirancang untuk mengukur suhu basal tubuh secara cepat dan akurat, dengan tingkat presisi pengukuran hingga 0,1 derajat Celsius. Termometer ini menghilangkan risiko keracunan merkuri yang sering terjadi pada termometer kaca konvensional zaman dahulu.

Omron MC-246 sangat tahan banting (water-resistant tip) dan memberikan bunyi indikator “bip” saat proses pengukuran telah selesai (sekitar 60-80 detik), sehingga orang tua tidak perlu menebak-nebak apakah termometer sudah cukup lama dipasang atau belum. Alat ini memiliki fitur memori untuk menyimpan hasil pengukuran terakhir, sangat berguna untuk melacak grafik demam anak.

Cara pakai dan perawatan:

  • Nyalakan termometer dengan menekan tombol daya.
  • Tempatkan ujung termometer di lipatan ketiak anak (pengukuran aksila), atau di bawah lidah (untuk anak yang sudah lebih besar dan kooperatif).
  • Tunggu hingga bunyi “bip” terdengar berulang kali.
  • Setelah digunakan, bersihkan ujung termometer menggunakan kapas yang dibasahi alkohol 70% dan simpan di dalam kotak pelindungnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omron Thermometer Digital MC-246 di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengatasi Demam pada Anak

Selain menggunakan bantuan medis, suhu tubuh yang meningkat bisa ditangani dengan beberapa intervensi keperawatan dasar di rumah. Kombinasi obat dan perawatan alami biasanya memberikan hasil kesembuhan yang jauh lebih optimal.

1. Kompres Air Hangat (Tepid Sponging)

Jangan pernah mengompres anak dengan air es atau alkohol. Penggunaan air dingin justru akan membuat pembuluh darah menyempit (vasokonstriksi) sehingga panas tubuh terperangkap di dalam, dan memicu anak menggigil. Gunakan handuk yang dicelupkan ke air suam-suam kuku (air hangat), lalu seka tubuh anak atau kompres di area lipatan besar seperti ketiak dan lipatan paha. Pembuluh darah di area ini dekat dengan permukaan kulit, sehingga panas lebih cepat keluar.

2. Jaga Asupan Cairan

Saat anak demam, laju metabolisme meningkat dan tubuh kehilangan lebih banyak air melalui keringat dan pernapasan. Dehidrasi adalah risiko terbesar saat demam. Pastikan anak minum banyak cairan, baik itu ASI, susu formula, air putih, kuah kaldu hangat, atau cairan elektrolit (oralit) untuk menjaga sirkulasi darah dan membantu mendinginkan suhu tubuh secara internal.

3. Sesuaikan Pakaian dan Suhu Ruangan

Pakaikan anak baju dengan bahan katun tipis yang menyerap keringat. Hindari membungkus anak dengan selimut tebal dan berlapis-lapis karena hal itu akan menghambat pelepasan panas dari kulit ke udara terbuka. Jaga sirkulasi udara di kamar agar tetap baik, dengan suhu ruangan yang sejuk dan nyaman (sekitar 24-25 derajat Celsius).

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Sebagai orang tua, kamu harus waspada terhadap tanda-tanda bahaya. Penanganan mandiri di rumah tidak dianjurkan jika anak menunjukkan gejala-gejala komplikasi. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau hubungi dokter jika menemui kondisi berikut:

1. Demam pada Bayi Usia Kurang dari 3 Bulan

Sistem imun bayi di bawah usia 3 bulan belum berkembang sempurna. Suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih pada usia ini dianggap sebagai kondisi medis darurat, karena infeksi bakteri yang serius (seperti sepsis atau meningitis) sering tidak menunjukkan gejala khas selain demam.

2. Demam Disertai Gejala “Red Flags”

Perhatikan perilaku anak. Jika anak tampak sangat lemas, letargi (sulit dibangunkan dari tidur), rewel tidak bisa ditenangkan, mengalami kejang, muncul ruam merah atau kebiruan pada kulit, muntah hebat, atau terdapat tanda dehidrasi parah (menangis tanpa air mata, popok kering selama lebih dari 8 jam), segera cari pertolongan medis tanpa menunda.

Studi Terkait Penggunaan Obat Penurun Panas

Jurnal Pediatrics (American Academy of Pediatrics) menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa baik paracetamol maupun ibuprofen merupakan obat yang aman dan efektif untuk menurunkan demam anak jika digunakan sesuai dosis berbasis berat badan.

Studi tersebut menyoroti bahwa tujuan utama pemberian obat antipiretik bukanlah semata-mata untuk mengembalikan suhu ke angka normal secara drastis, melainkan untuk meningkatkan kenyamanan anak agar ia bisa istirahat dan minum cukup cairan. Dokter anak menyarankan agar orang tua fokus pada kondisi umum anak (apakah ia masih aktif dan mau minum) daripada hanya terfokus pada angka yang tertera pada layar termometer.

Mempertahankan suhu tubuh normal anak memang gampang-gampang susah, namun dengan persiapan yang matang dan obat-obatan yang memadai di rumah, kamu bisa menghadapinya dengan lebih tenang. Jika anak tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter mengenai gejala yang dialaminya.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi:
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. Fever and Your Baby.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sick baby? When to seek medical attention.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Management of the child with a serious infection or severe malnutrition.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Tatalaksana Penanganan Demam pada Anak.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Fever in Children: Pearls and Pitfalls.

FAQ

1. Berapa batas suhu tubuh normal anak berdasarkan usia?

Secara umum, suhu tubuh normal untuk bayi hingga anak-anak berkisar antara 36,5°C hingga 37,5°C. Fluktuasi kecil hingga 0,5 derajat bisa terjadi akibat aktivitas fisik, cuaca panas, atau bahkan setelah anak menangis kencang, dan hal ini masih tergolong sangat wajar.

2. Di bagian tubuh mana pengukuran suhu paling akurat?

Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, pengukuran suhu melalui dubur (rektal) adalah yang paling akurat secara medis. Namun, untuk penggunaan praktis harian di rumah, termometer digital yang diletakkan di lipatan ketiak (aksila) atau alat pengukur suhu dahi (termometer inframerah) sudah sangat memadai dan nyaman untuk anak-anak balita hingga remaja.

3. Apakah boleh mencampur Paracetamol dan Ibuprofen bersamaan?

Tidak disarankan memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan tanpa instruksi tertulis dan pengawasan ketat dari dokter anak. Penggunaan kedua obat secara sembarangan sangat meningkatkan risiko efek samping yang serius pada organ hati dan ginjal yang masih berkembang.

4. Kapan anak dengan demam boleh kembali masuk sekolah?

Anak baru disarankan kembali beraktivitas ke sekolah atau tempat bermain setelah ia bebas dari demam selama minimal 24 jam penuh tanpa bergantung pada obat penurun panas. Hal ini untuk memastikan tubuh anak benar-benar sedang dalam fase pemulihan dan mencegah penularan penyakit atau virus penyebab demam kepada anak-anak lain.