Ad Placeholder Image

Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Tidak BAB Bikin Gemuk? Ini Faktanya!

Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?

DAFTAR ISI


Banyak orang mengalami kekhawatiran ketika angka timbangan naik, terutama jika kondisi tersebut bertepatan dengan kesulitan buang air besar (BAB) atau sembelit.

Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami frekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya, biasanya kurang dari tiga kali seminggu, dengan feses yang keras atau sulit dikeluarkan. Pertanyaan umum yang muncul adalah apakah kondisi tidak BAB ini benar-benar bisa menambah berat badan.

Secara umum, susah bab atau sembelit memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan sementara. Peningkatan ini berkisar antara beberapa ratus gram hingga 1-2 kilogram.

Kenaikan berat badan ini bukan disebabkan oleh penambahan lemak tubuh, melainkan akumulasi feses, air, dan gas yang tertahan di dalam usus. Setelah proses BAB terjadi, berat badan biasanya akan kembali seperti semula. Ini adalah berat kotoran yang belum dikeluarkan, bukan penambahan massa tubuh permanen.

Kenaikan Berat Badan Semu Akibat Sembelit

Ketika tubuh tidak melakukan buang air besar secara teratur, sisa-sisa makanan yang telah dicerna dan limbah metabolisme akan menumpuk di usus besar. Penumpukan ini, bersama dengan air dan gas yang terbentuk selama proses pencernaan, berkontribusi pada peningkatan berat badan yang tercatat di timbangan.

Kondisi ini disebut sebagai kenaikan berat badan semu karena tidak merefleksikan peningkatan jaringan lemak atau otot. Angka timbangan yang naik ini hanyalah efek dari beban internal yang belum dikeluarkan dari sistem pencernaan.

Faktor Penyebab Sembelit dan Potensi Kenaikan Berat Badan Nyata

Meskipun sembelit itu sendiri hanya menyebabkan kenaikan berat badan sementara, faktor-faktor yang sering memicu sembelit dalam jangka panjang justru bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan yang sesungguhnya. Beberapa faktor tersebut meliputi:

  • Kurang Asupan Serat: Serat makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan memfasilitasi pergerakan usus yang lancar. Pola makan rendah serat seringkali tinggi kalori dari lemak atau gula olahan, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  • Kurang Minum Air: Dehidrasi adalah penyebab umum sembelit. Kekurangan cairan membuat feses menjadi kering dan keras, sulit untuk dikeluarkan. Kebiasaan minum air yang tidak cukup juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari atau kurang gerak dapat memperlambat pergerakan usus, menyebabkan sembelit. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik secara umum berkorelasi dengan pembakaran kalori yang lebih rendah, yang berpotensi menyebabkan penumpukan lemak tubuh jika asupan kalori tidak disesuaikan.

Jika kebiasaan-kebiasaan buruk ini terus dilakukan, mereka tidak hanya memperburuk sembelit tetapi juga dapat memicu kenaikan berat badan yang sesungguhnya dalam jangka panjang karena penumpukan lemak tubuh.

Dampak Sembelit pada Perut

Penumpukan feses dan gas di usus akibat sembelit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini sering kali menyebabkan perut terasa kembung, begah, bahkan terkadang disertai nyeri ringan. Perut mungkin terlihat lebih buncit atau membesar sementara karena tekanan dari dalam. Efek ini bersifat sementara dan akan mereda setelah buang air besar.

Rekomendasi Obat Susah BAB di Apotek

Mengobati susah bab tentu tak bisa sembarangan, ini harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sebelum kamu memilih obat-obatan agar sesuai dosis dan keamanannya. 

Nah, obat-obatan yang sering dokter resepkan, antara lain: 

1. Microlax Gel 5 ml

Kamu bisa menggunakan Microlax Gel yang dimasukkan melalui anus untuk mengatasi BAB keras.

Produk ini mampu mengatasi sembelit dan membantu melembutkan tinja.

Keunggulan dari Microlax Gel yaitu memiliki efek cepat untuk melunakkan tinja.

Dengan begitu, ketidaknyamanan akibat konstipasi bisa segera mereda.

Microlax sebagai obat bab keras ini sudah dapat digunakan mulai usia di atas 3 tahun, sebanyak 1 tube.

Berikut ini cara pakainya: 

  • Tekan tube sedikit agar sebagian isi obat keluar. 
  • Oleskan pada bagian luar dari pipa. 
  • Masukkan pipa ke dalam anus. 
  • Lalu tekan tube hingga seluruh isinya keluar. 
  • Terakhir, cabut kembali pipa tanpa melepaskan tekanan pada tube. 

No registrasi BPOM: DBL7221628958A1

Harga mulai dari: Rp29.500 per tube.

Dapatkan Microlax Gel 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

2. Laxadine Emulsi 60 ml

Komposisi per 5 ml:

  • Phenolphthalein 55 mg
  • Liquid paraffin 1.200 mg
  • Glycerin 378 mg

Obat BAB keras ini dapat merangsang gerakan peristaltik usus besar dan menghambat reabsorbsi air, sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.

Dosis penggunaan:

  • Anak 6-12 tahun: 0,5-1 sendok makan sekali sehari.
  • Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun: 1-2 sendok makan sekali sehari.
  • Konsumsi sebelum atau sesudah makan.

Obat ini tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang, karena bisa memicu kekurangan cairan atau elektrolit, kelemahan otot, dan penurunan BB.

Selain itu, Laxadine Emulsi juga tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, orang lanjut usia, serta anak di bawah usia 6 tahun. 

No registrasi BPOM: DTL8327800932A1

Harga mulai dari: Rp65.500 per botol

Dapatkan Laxadine Emulsi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Ingat, Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi BAB Berdarah akibat terlalu keras.

3. Dulcolax 5 mg 10 Tablet

Komposisi:

  • Bisacodyl 5 mg dalam bentuk tablet salut enterik. 

Manfaatnya mampu mengatasi masalah konstipasi atau susah BAB adalah Dulcolax Tablet.

Bisacodyl bekerja dengan merangsang pergerakan pada usus besar, sehingga mempermudah proses pengeluaran feses.

Selain mengatasi masalah sembelit, Dulcolax juga sering diresepkan dokter sebagai persiapan prosedur diagnostik sebelum operasi.

Dosis penggunaan:

  • Dewasa dan anak di atas usia 12 tahun, bisa konsumsi 2-3 tablet per hari.
  • Anak 6-12 tahun: hanya perlu 1 tablet sekali sehari. 

Untuk persiapan diagnostik sebelum operasi, dokter biasanya memberikan obat ini pada dewasa sebanyak 2-4 tablet, diminum pada malam hari sebelum tindakan medis. 

No registrasi BPOM: DTL1821207915A1

Harga mulai dari: Rp24.800 per strip.

Dapatkan Dulcolax 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Sebagian besar kasus sembelit dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Namun, seseorang perlu mempertimbangkan untuk mencari saran medis jika mengalami:

  • Sembelit yang berlangsung lebih dari beberapa minggu.
  • Nyeri perut parah atau kram.
  • Adanya darah dalam feses.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kesulitan buang air besar yang sangat parah atau tidak dapat BAB sama sekali.

Ini mungkin menjadi tanda kondisi medis yang mendasari dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Pencegahan Sembelit dan Menjaga Berat Badan Sehat

Mencegah sembelit dan menjaga berat badan yang sehat seringkali melibatkan langkah-langkah gaya hidup yang serupa. Beberapa rekomendasi meliputi:

  • Meningkatkan Asupan Serat: Konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan secara teratur. Serat membantu melunakkan feses dan melancarkan pergerakan usus.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Minumlah air putih yang cukup sepanjang hari, setidaknya 8 gelas atau sesuai kebutuhan tubuh. Hidrasi yang baik penting untuk konsistensi feses.
  • Rutin Berolahraga: Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat merangsang kontraksi otot usus, membantu pergerakan feses. Olahraga juga membantu membakar kalori dan menjaga berat badan ideal.
  • Jangan Menunda BAB: Segera pergi ke toilet ketika ada dorongan untuk BAB. Menunda dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
  • Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Latihan relaksasi atau aktivitas yang disukai dapat membantu mengelola stres.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, dapat meminimalkan risiko sembelit dan mendukung pengelolaan berat badan yang optimal.

Kesimpulan

Tidak BAB atau sembelit memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang bersifat sementara karena penumpukan feses, air, dan gas. Penting untuk memahami bahwa ini bukan penambahan lemak tubuh. Namun, faktor-faktor penyebab sembelit seperti kurang serat, kurang minum, dan kurang aktivitas fisik, jika terjadi secara jangka panjang, dapat memicu kenaikan berat badan yang sesungguhnya. Halodoc merekomendasikan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup asupan serat yang cukup, hidrasi optimal, dan olahraga teratur untuk mencegah sembelit serta menjaga berat badan tetap stabil dan sehat. Jika mengalami sembelit kronis atau disertai gejala mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang tepat.

Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Healthy Diet and Digestive Wellness: The Role of Fiber and Water in Preventing Constipation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Constipation: Symptoms, Causes, and Treatment for Chronic Cases.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2026. Treatment for Constipation: From Lifestyle Changes to Over-the-Counter Medicines.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Constipation and its Complications: Hemorrhoids, Anal Fissures, and Beyond.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Common Medications That Cause Constipation and How to Manage the Side Effects.
Halodoc. Diakses pada 2026. Panduan Memilih Obat Pencahar yang Aman dan Cara Mengatasi Susah BAB yang Sudah Berlangsung Lama.
WebMD. Diakses pada 2026. When to See a Doctor for Constipation: Red Flags and Serious Symptoms.