“Daun bawang punya beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menyehatkan jantung dan mencegah kanker.

DAFTAR ISI
- Kandungan Gizi Utama Daun Bawang
- Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan
- Tips Memilih dan Menyimpan Daun Bawang
- Studi Terkait Kandungan Daun Bawang
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Bagi masyarakat Indonesia, daun bawang adalah salah satu bahan pelengkap yang hampir tidak pernah absen dari berbagai hidangan. Mulai dari taburan pada mangkuk soto yang hangat, campuran dalam adonan martabak telur yang gurih, hingga pelengkap mie ayam favoritmu. Aromanya yang khas dan teksturnya yang renyah memang mampu meningkatkan cita rasa masakan secara signifikan.
Namun, di balik perannya yang sering kali hanya dianggap sebagai pelengkap atau pemanis hidangan, daun bawang sebenarnya menyimpan profil nutrisi yang sangat mengesankan. Sayuran yang masih bersaudara dekat dengan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay (keluarga Allium) ini merupakan sumber vitamin, mineral, serta antioksidan yang sangat baik bagi fungsi tubuh manusia.
Sayangnya, masih banyak orang yang menyingkirkan daun bawang dari mangkuk makanannya karena kurang menyukai aromanya, tanpa menyadari betapa banyak nutrisi berharga yang terbuang sia-sia. Padahal, dengan asupan kalori yang sangat rendah, daun bawang bisa menjadi salah satu sayuran paling padat gizi yang mudah dan murah untuk dikonsumsi sehari-hari.
Nah, mau tahu apa saja kandungan gizi daun bawang dan bagaimana sayuran ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuhmu? Berikut ulasan lengkapnya!
Kandungan Gizi Utama Daun Bawang
Daun bawang (scallions atau spring onions) sebagian besar terdiri dari air (sekitar 89%), sehingga sangat rendah kalori namun kaya akan serat dan mikronutrien penting. Dalam takaran 100 gram daun bawang mentah, kamu hanya akan mendapatkan sekitar 32 kalori. Hal ini menjadikannya pilihan makanan yang sangat aman bagi kamu yang sedang menjaga berat badan.
Meskipun rendah kalori, kandungan gizi daun bawang sangatlah kaya. Berikut adalah beberapa nutrisi utama yang bisa kamu dapatkan dari sayuran hijau ini:
1. Vitamin K
Daun bawang adalah sumber vitamin K yang luar biasa. Hanya dengan mengonsumsi setengah cangkir (sekitar 50 gram) daun bawang cincang, kamu sudah bisa memenuhi hampir seluruh kebutuhan vitamin K harian orang dewasa. Vitamin K memainkan peran krusial dalam proses pembekuan darah yang normal dan sangat penting untuk menjaga kepadatan mineral tulang, sehingga dapat mencegah risiko osteoporosis di usia lanjut.
2. Vitamin C
Seperti banyak sayuran berdaun hijau lainnya, daun bawang juga mengandung vitamin C dalam jumlah yang signifikan. Vitamin C tidak hanya penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit, tetapi juga berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga esensial dalam produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas kulit dan kesehatan sendi.
3. Vitamin A dan Senyawa Karotenoid
Kandungan gizi daun bawang yang tak kalah penting adalah vitamin A, yang hadir dalam bentuk provitamin A karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin. Senyawa ini sangat krusial bagi kesehatan mata, membantu menjaga penglihatan tetap tajam, serta melindungi retina dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan degenerasi makula terkait usia (AMD).
4. Folat (Vitamin B9)
Daun bawang menyediakan folat yang cukup baik. Folat adalah nutrisi yang sangat penting untuk sintesis DNA dan pembelahan sel. Asupan folat yang cukup sangat direkomendasikan bagi wanita hamil untuk mencegah terjadinya cacat tabung saraf pada janin yang sedang berkembang.
5. Fitonutrien dan Antioksidan
Sebagai anggota keluarga Allium, daun bawang kaya akan senyawa fitokimia seperti quercetin, kaempferol, dan allicin. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antikanker yang potensial. Quercetin secara khusus dikenal sangat baik dalam membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Manfaat Daun Bawang untuk Kesehatan
Berkat kandungan gizinya yang melimpah, rutin menambahkan daun bawang ke dalam menu makanan sehari-hari dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
1. Mendukung Kesehatan Jantung
Kandungan quercetin dan senyawa sulfur dalam daun bawang dapat membantu mencegah penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis) dan menurunkan tingkat tekanan darah. Hal ini sangat menguntungkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Namun, jika kamu sudah memiliki riwayat atau merasakan gejala masalah jantung yang serius, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter spesialis jantung guna mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis medis yang akurat.
2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Kombinasi vitamin C, vitamin A, dan antioksidan alami dalam daun bawang menjadikannya pendorong imunitas yang hebat. Nutrisi-nutrisi ini bekerja sinergis untuk mengaktifkan sel-sel darah putih dalam melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Untuk menjaga daya tahan tubuh yang lebih optimal di cuaca yang tak menentu, kamu juga bisa melengkapinya dengan cara beli vitamin dan suplemen harian yang terjamin keasliannya melalui layanan farmasi online terpercaya.
3. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Serat makanan (dietary fiber) yang terdapat dalam porsi daun bawang berkontribusi pada pencernaan yang lebih sehat. Serat membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Selain itu, daun bawang juga mengandung prebiotik alami yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus, sehingga mendukung keseimbangan mikrobioma usus secara keseluruhan.
4. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari sayuran keluarga Allium memiliki efek penurun gula darah (hipoglikemik). Senyawa sulfur dalam daun bawang dipercaya dapat merangsang produksi insulin dan meningkatkan toleransi glukosa, yang tentunya sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang berisiko mengembangkan kondisi tersebut.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Daun Bawang
- Interaksi Obat Pengencer Darah: Karena tingginya kandungan vitamin K yang berfungsi dalam pembekuan darah, orang yang rutin mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin) harus berhati-hati dan menjaga porsi konsumsi daun bawang agar tidak mengganggu kinerja obat.
- Alergi Keluarga Allium: Meski jarang, beberapa orang bisa memiliki intoleransi atau alergi terhadap bawang-bawangan. Hentikan konsumsi jika muncul gejala seperti gatal, ruam kulit, atau gangguan pencernaan parah.
- Masalah Asam Lambung: Bagi penderita GERD atau maag kronis, mengonsumsi daun bawang mentah dalam jumlah banyak terkadang dapat memicu gas dan kembung berlebih. Disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu agar lebih mudah dicerna.
Tips Memilih dan Menyimpan Daun Bawang
Agar kandungan gizi daun bawang tetap optimal saat dikonsumsi, sangat penting untuk mengetahui cara memilih dan menyimpannya dengan benar.
1. Cara Memilih di Pasar atau Supermarket
Pilihlah daun bawang yang bagian batang putihnya terlihat kencang, padat, dan tidak berlendir. Bagian daunnya harus berwarna hijau cerah, segar, dan tidak layu atau menguning di ujung-ujungnya. Hindari daun bawang yang memiliki bercak kecokelatan atau mengeluarkan aroma busuk yang tajam.
2. Cara Menyimpan di Rumah
Jika tidak langsung digunakan, jangan mencuci daun bawang terlebih dahulu. Air yang menempel dapat mempercepat proses pembusukan. Bungkus daun bawang dengan tisu dapur bersih untuk menyerap kelembapan berlebih, lalu masukkan ke dalam kantong plastik berklip atau wadah kedap udara. Simpan di laci sayuran di dalam kulkas. Dengan cara ini, daun bawang bisa bertahan segar selama 1 hingga 2 minggu.
Studi Terkait Kandungan Daun Bawang
Asia Pacific Journal of Clinical Oncology pernah menerbitkan studi analitis yang menemukan adanya kaitan kuat antara konsumsi sayuran Allium, termasuk daun bawang, dengan penurunan risiko penyakit kronis.
Studi tersebut menjelaskan bahwa senyawa organosulfur dan flavonoid yang melimpah pada daun bawang efektif dalam menekan peradangan dan stres oksidatif pada sel-sel tubuh. Lebih spesifik lagi, asupan tinggi sayuran ini secara konsisten dihubungkan dengan penurunan risiko kanker gastrointestinal (saluran pencernaan) seperti kanker lambung dan kanker usus besar. Temuan ini semakin menegaskan bahwa sayuran pelengkap ini layak mendapat tempat utama dalam piramida makanan sehat kita.
Kandungan gizi daun bawang yang menakjubkan membuktikan bahwa bahan makanan yang sederhana dan murah sekalipun dapat menjadi investasi kesehatan yang berharga. Jangan ragu untuk menambahkan ekstra potongan daun bawang ke dalam mangkuk sup, salad, tumisan, atau telur dadar buatanmu mulai hari ini.
Apabila kamu mengalami gangguan pencernaan atau reaksi alergi setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu, jangan mengabaikan gejalanya. Kamu bisa segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
FoodData Central USDA. Diakses pada 2024. Onions, spring or scallions (includes tops and bulb), raw.
Healthline. Diakses pada 2024. Are Scallions and Green Onions the Same Thing?
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Scallions.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What to know about spring onions.
PubMed Central. Diakses pada 2024. Allium vegetables and stomach cancer risk in China.
FAQ
1. Apakah daun bawang bisa dimakan secara mentah?
Ya, daun bawang sangat aman dan lezat dikonsumsi mentah, biasanya sebagai taburan atau garnish pada salad dan mi. Namun, pastikan kamu sudah mencucinya dengan sangat bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa tanah dan bakteri.
2. Berapa banyak kalori dalam 100 gram daun bawang?
Kandungan gizi daun bawang sangat rendah kalori. Dalam 100 gram daun bawang mentah, hanya terdapat sekitar 32 kalori. Ini menjadikannya bahan makanan yang bebas rasa bersalah untuk ditambahkan dalam jumlah banyak saat diet.
3. Apa perbedaan utama antara daun bawang dan kucai?
Meski terlihat mirip dan berasal dari keluarga yang sama, daun bawang (scallion) memiliki batang putih di bagian bawah dengan rasa bawang yang sedikit lebih kuat dan tekstur lebih tebal. Sementara kucai (chives) lebih tipis, seluruhnya berwarna hijau, dan memiliki rasa yang jauh lebih ringan mirip bawang putih halus.
4. Apakah aman mengonsumsi daun bawang setiap hari?
Secara umum, sangat aman dan sehat mengonsumsi daun bawang setiap hari dalam porsi wajar. Namun, orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah wajib membatasi asupannya dan berkonsultasi dengan dokter karena tingginya kandungan vitamin K di dalamnya.





