Takaran MPASI Bayi 8 Bulan: Porsi Pas Gizi Top!

DAFTAR ISI
- Berapa Sendok Porsi Makan Bayi 8 Bulan?
- Frekuensi Makan dan Jadwal Ideal
- Tekstur Makanan yang Tepat untuk Usia 8 Bulan
- Nutrisi Penting dalam MPASI 8 Bulan
- Mengenali Tanda Bayi Kenyang dan Lapar
- Tips Mengatasi GTM (Gerakan Tutup Mulut)
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Memasuki usia 8 bulan, petualangan makan si Kecil menjadi semakin seru. Di fase ini, bayi biasanya sudah mulai lebih mahir mengunyah dan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap makanan padat atau MPASI (Makanan Pendamping ASI). Namun, sebagai orang tua, kamu mungkin sering merasa bimbang: apakah porsi yang diberikan sudah cukup? Atau justru terlalu banyak?
Mengetahui takaran yang tepat sangat penting untuk memastikan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak bayi berjalan optimal. Porsi makan yang tidak sesuai dapat berisiko menyebabkan kekurangan gizi atau sebaliknya, meningkatkan risiko obesitas sejak dini. Selain itu, porsi makan juga berkaitan erat dengan kenyamanan pencernaan bayi yang masih dalam tahap adaptasi.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai berapa sendok porsi makan bayi 8 bulan, bagaimana frekuensi makannya, hingga jenis nutrisi apa saja yang wajib ada di piring si Kecil. Memahami panduan ini akan membantumu lebih percaya diri dalam menyiapkan menu harian tanpa perlu merasa cemas berlebihan.
Nah, mau tahu apa saja panduan lengkap mengenai porsi makan bayi 8 bulan? Berikut ulasannya!
Berapa Sendok Porsi Makan Bayi 8 Bulan?
Pertanyaan utama yang sering muncul adalah mengenai jumlah sendok. Secara umum, organisasi kesehatan seperti WHO dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) memberikan panduan berbasis volume atau kapasitas lambung bayi. Lambung bayi usia 8 bulan masih relatif kecil, sekitar ukuran satu kepalan tangan bayi itu sendiri.
Untuk bayi usia 8 bulan, porsi makan yang disarankan adalah sekitar 1/2 hingga 3/4 mangkuk berukuran 250 ml. Jika dikonversi ke dalam takaran sendok makan dewasa (yang setara dengan 15 ml per sendok), maka porsinya berkisar antara 8 hingga 12 sendok makan per satu kali makan besar. Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki kebutuhan yang unik. Jika si Kecil baru memulai porsi ini, kamu bisa memulainya dari 3-5 sendok makan terlebih dahulu dan meningkatkannya secara bertahap sesuai nafsu makannya.
Penting bagi kamu untuk tidak memaksa bayi menghabiskan makanannya jika ia sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang. Kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada sekadar kuantitas atau jumlah sendok yang masuk ke mulutnya. Pastikan setiap sendok yang masuk kaya akan zat gizi makro dan mikro.
Frekuensi Makan dan Jadwal Ideal
Selain porsi per satu kali makan, frekuensi makan dalam sehari juga perlu diperhatikan. Pada usia 8 bulan, ASI atau susu formula masih menjadi sumber nutrisi penting, namun MPASI kini mengambil peran yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan energi, terutama zat besi dan seng.
Berikut adalah pola frekuensi makan yang ideal untuk bayi 8 bulan:
- Makan Besar: 2 hingga 3 kali sehari.
- Camilan (Selingan): 1 hingga 2 kali sehari (berupa buah potong lembut atau biskuit bayi).
- ASI/Susu Formula: Tetap diberikan sesuai permintaan bayi (on demand), biasanya sekitar 4-6 kali dalam 24 jam.
Membuat jadwal makan yang konsisten akan membantu bayi mengenali rasa lapar dan kenyang. Misalnya, sarapan di jam 08.00, camilan jam 10.00, makan siang jam 13.00, camilan sore jam 15.30, dan makan malam jam 18.00. Konsistensi ini juga sangat membantu dalam menjaga sistem pencernaan tetap teratur.
Tekstur Makanan yang Tepat untuk Usia 8 Bulan
Usia 8 bulan adalah masa transisi tekstur. Jika pada awal MPASI (6 bulan) bayi diberikan makanan yang disaring halus (puree), maka di usia 8 bulan bayi sudah harus mulai diperkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar untuk merangsang kemampuan oromotor (otot mulut).
Tekstur yang disarankan adalah mashed (makanan yang dilumatkan tetapi tidak disaring) atau minced (makanan yang dicincang halus). Bayi 8 bulan juga mulai bisa diajarkan makan sendiri dengan pemberian finger food atau makanan yang bisa digenggam. Contohnya adalah potongan wortel kukus yang sangat lunak atau potongan pisang. Pemberian tekstur yang tepat sangat krusial untuk mencegah bayi menjadi pemilih makanan (picky eater) di kemudian hari dan melatih kemampuan bicaranya.
Tanda Bayi Siap Naik Tekstur
- Bayi sudah bisa memindahkan makanan dari satu sisi mulut ke sisi lain.
- Bayi mulai melakukan gerakan mengunyah meski belum memiliki gigi lengkap.
- Bayi tidak lagi menunjukkan refleks muntah (gagging) saat diberikan makanan yang sedikit lebih kasar.
Nutrisi Penting dalam MPASI 8 Bulan
Dalam setiap sendok makan si Kecil, pastikan terdapat komponen gizi seimbang yang terdiri dari:
- Karbohidrat: Sebagai sumber energi utama. Bisa didapat dari beras, ubi, kentang, atau jagung.
- Protein Hewani: Ini adalah komponen yang paling penting untuk mencegah stunting. Daging sapi, ayam, ikan, telur, dan hati ayam sangat kaya akan zat besi dan seng yang dibutuhkan untuk perkembangan otak.
- Lemak Tambahan: Bayi membutuhkan lemak untuk perkembangan saraf dan membantu penyerapan vitamin. Kamu bisa menambahkan santan, minyak kelapa, mentega (unsalted butter), atau minyak zaitun ke dalam makanannya.
- Serat: Sayuran dan buah diberikan dalam porsi kecil sebagai perkenalan rasa dan sumber vitamin. Jangan memberikan serat terlalu banyak karena dapat membuat bayi cepat kenyang sebelum nutrisi utamanya terpenuhi.
Terkadang, pemenuhan nutrisi dari makanan saja dirasa kurang jika bayi sedang dalam kondisi tertentu atau nafsu makan menurun. Jika kamu khawatir akan kecukupan gizinya, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin bayi yang telah direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.
Mengenali Tanda Bayi Kenyang dan Lapar
Prinsip responsive feeding atau pemberian makan secara responsif sangat ditekankan oleh para ahli. Ini berarti kamu harus memperhatikan sinyal yang diberikan bayi daripada hanya terpaku pada berapa sendok yang tersisa di mangkuk.
Tanda bayi lapar:
- Membuka mulut saat melihat sendok atau makanan mendekat.
- Mencondongkan tubuh ke arah makanan.
- Tampak antusias dan mengikuti arah gerakan sendok.
Tanda bayi kenyang:
- Memalingkan muka dari makanan.
- Menutup mulut rapat-rapat atau mendorong sendok menjauh.
- Mulai memainkan makanan atau tampak gelisah dan ingin turun dari kursi makan.
Menghargai sinyal kenyang bayi akan membantunya membangun hubungan yang sehat dengan makanan hingga ia dewasa nanti.
Tips Mengatasi GTM (Gerakan Tutup Mulut)
Gerakan Tutup Mulut atau GTM sering terjadi pada usia 8 bulan. Penyebabnya beragam, mulai dari bosan dengan menu, sedang tumbuh gigi, hingga ingin makan sendiri. Berikut beberapa tips menghadapinya:
- Variasi Menu: Ganti sumber protein atau karbohidrat setiap hari agar bayi tidak bosan.
- Suasana Menyenangkan: Hindari distraksi seperti gadget atau televisi saat makan agar bayi fokus pada rasa dan tekstur makanannya.
- Beri Kesempatan Makan Sendiri: Sediakan finger food di samping makanan utamanya agar bayi merasa memiliki kontrol.
- Batasi Durasi Makan: Jangan biarkan proses makan berlangsung lebih dari 30 menit. Jika sudah lewat, hentikan dan coba lagi di jadwal berikutnya.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Meskipun fluktuasi nafsu makan adalah hal yang wajar, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Jika berat badan bayi tidak naik sesuai kurva pertumbuhan di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), atau jika bayi tampak sangat lesu dan menolak semua jenis cairan, segera ambil tindakan.
Jangan menunda untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendiskusikan kurva pertumbuhan si Kecil atau keluhan kesehatan lainnya yang mungkin mengganggu proses makannya.
Studi Mengenai Nutrisi dan Porsi Makan Bayi
The Journal of Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pengenalan dini pada berbagai tekstur dan rasa di jendela usia 6-10 bulan sangat berkaitan dengan perilaku makan yang lebih baik di usia prasekolah. Bayi yang diperkenalkan dengan takaran dan tekstur yang pas cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami malnutrisi.
Selain itu, penelitian ini menekankan bahwa kualitas protein hewani dalam MPASI di negara berkembang secara signifikan berkorelasi dengan peningkatan skor linear growth (pertumbuhan tinggi badan). Hal ini mendukung alasan mengapa porsi makan bayi 8 bulan harus didominasi oleh protein hewani berkualitas tinggi.
Memperhatikan berapa sendok porsi makan bayi 8 bulan memang penting, namun jangan sampai hal ini membuat kamu stres. Fokuslah pada interaksi yang positif saat makan dan kualitas nutrisi yang diberikan. Setiap bayi tumbuh dengan kecepatannya masing-masing, dan peranmu adalah menyediakan lingkungan makan yang mendukung.
Jika gejala GTM atau masalah pertumbuhan terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lebih lanjut serta kebutuhan pendukung lainnya secara praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi fisiknya.
Referensi:
WHO. Diakses pada 2026. Complementary feeding.
IDAI. Diakses pada 2026. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Solid foods: How to get your baby started.
NCBI – The Journal of Nutrition. Diakses pada 2026. Complementary Feeding Practices and Child Growth.
FAQ
1. Berapa sendok makan porsi MPASI bayi 8 bulan sekali makan?
Idealnya adalah 8-12 sendok makan dewasa (sekitar 125-175 ml). Namun, mulailah secara bertahap sesuai dengan kemampuan lambung si Kecil.
2. Bolehkah bayi 8 bulan makan 3 kali sehari?
Sangat boleh dan justru disarankan. Pada usia 8 bulan, bayi sebaiknya makan besar 2-3 kali sehari ditambah dengan 1-2 kali camilan sehat.
3. Mengapa bayi 8 bulan sering GTM atau susah makan?
Penyebab umum meliputi proses tumbuh gigi, bosan dengan tekstur yang terlalu halus, atau bayi ingin menunjukkan kemandirian dengan mencoba makan sendiri.
4. Apakah bayi 8 bulan sudah boleh makan nasi tim?
Ya, nasi tim dengan tekstur yang dilumatkan (mashed) atau dicincang kasar sudah boleh diberikan untuk melatih kemampuan mengunyahnya.
Bingung Menentukan Porsi Makan Si Kecil? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan terkait pola makan bayi atau bingung mulai dari mana untuk mengatur nutrisinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.





