Advertisement

Tanpa Perlu Operasi, Ini 5 Cara Alami untuk Mengatasi Mata Ikan

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   29 Desember 2025

Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata ikan, seperti merendam kaki pada air hangat.

Tanpa Perlu Operasi, Ini 5 Cara Alami untuk Mengatasi Mata IkanTanpa Perlu Operasi, Ini 5 Cara Alami untuk Mengatasi Mata Ikan

DAFTAR ISI


Mata ikan merupakan salah satu gangguan kulit, yang muncul sebagai bentuk perlindungan terhadap gesekan atau tekanan yang terjadi di kaki. Sebab pada umumnya, gesekan atau tekanan yang berulang dapat menyebabkan penebalan kulit, yang tak jarang memicu rasa tidak nyaman dan nyeri. 

Pada kondisi yang sudah parah dan gejala yang tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi. Tapi kamu tak perlu khawatir, karena mata ikan sebenarnya masih bisa diatasi dengan beberapa cara alami. 

Penasaran apa saja cara alami tersebut? Yuk, simak pembahasannya di sini!

Cara Sederhana Mengatasi Mata Ikan

Mata ikan atau clavus adalah suatu kondisi penebalan pada lapisan kulit. Masalah kesehatan yang satu ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja, namun paling sering di telapak kaki dan tangan. 

Mata ikan umumnya berbentuk bulat, dengan ukuran yang kecil. Selain itu, pada bagian tengah mata ikan biasanya terasa keras dan terdapat kulit yang meradang di sekelilingnya. 

Selain operasi, berikut ini beberapa cara alami untuk mengatasi mata ikan: 

1. Merendam kaki pada air hangat 

Cara mengatasi mata ikan yang pertama yakni dengan merendam kaki di dalam wadah berisi air hangat. 

Kamu hanya perlu mencampurkan air hangat dengan sabun yang bersifat lembut dan aman. Kemudian rendam kaki selama kurang lebih 10 menit, hingga kulit melunak.

2. Menggunakan batu apung 

Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), merendam kaki dengan hangat akan membantu menghilangkan kulit mati pada mata ikan, terutama jika disertai dengan penggunaan batu apung.

Jadi setelah merendam kaki dengan air hangat, kamu bisa menggosokan batu apung ke kulit yang mengalami mata ikan. Lakukan metode yang ini secara halus dan perlahan, setelah itu gunakan pelembap di area kulit yang telah digosok. 

3. Menggunakan obat-obatan

Menghilangkan mata ikan juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan. Obat bisa berupa plester yang ditempelkan langsung di area kulit yang mengalami mata ikan.

Selain plester, mata ikan juga bisa ditangani dengan mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu. Misalnya saja pada kasus mata ikan berulang atau memiliki gejala yang tak kunjung membaik, dokter mungkin akan merekomendasikan konsumsi obat. 

Salah satu jenis obat yang mungkin disarankan adalah antibiotik, untuk mencegah sekaligus mengatasi infeksi saat melakukan penanganan mata ikan sendiri di rumah. 

Jika kamu mengalami mata ikan, berikut “Ini Pilihan Obat Mata Ikan yang Bisa Dicoba, Catat Rekomendasinya”. Obat-obatan ini bisa dibeli dengan mudah di Toko Kesehatan Halodoc.

Penggunaan obat harus sesuai dengan petunjuk atau aturan medis. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi risiko efek samping berbahaya. 

4. Menggunakan pelembap kaki

Jangan lupa untuk menggunakan pelembap kaki, agar kondisi kaki tetap lembut dan tidak menjadi kasar. 

Biasanya produk krim pelembap untuk kaki mengandung sejumlah bahan seperti urea, salicylic acid, alpha hydroxy acids, saccharide isomerate, serta petroleum jelly

Semua bahan tersebut tak hanya melembapkan, tetapi juga bisa melembutkan dan mengelupas kulit mati di area kaki. 

5. Bersihkan kuku kaki secara rutin

Mata ikan juga dapat diatasi dengan cara membersihkan dan memotong kuku kaki secara rutin. Sebab, kuku kaki yang panjang dapat menekan bagian dari sepatu, sehingga memicu gesekan dan peningkatan tekanan. 

Penyebab Mata Ikan

Mata ikan disebabkan oleh tekanan dan gesekan yang berulang pada kulit. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mata ikan meliputi:

  • Sepatu yang tidak pas: Sepatu yang terlalu sempit atau terlalu longgar dapat menyebabkan gesekan pada kaki.
  • Kaos kaki yang tidak tepat: Kaos kaki yang kasar atau tidak menyerap keringat dapat memperburuk gesekan.
  • Aktivitas fisik: Aktivitas seperti berlari atau berjalan jauh dapat meningkatkan tekanan pada kaki.
  • Deformitas kaki: Kondisi seperti bunion atau hammer toe dapat mengubah cara berjalan dan meningkatkan risiko mata ikan.

Gejala Mata Ikan

Gejala mata ikan meliputi:

  • Area kulit yang menebal dan mengeras
  • Benjolan kecil yang terasa kasar
  • Rasa nyeri atau sensitif saat ditekan
  • Kulit kering dan bersisik di sekitar area yang menebal

Diagnosis Mata Ikan

Diagnosis mata ikan biasanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan memeriksa area kulit yang menebal dan mencari tanda-tanda mata ikan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk menyingkirkan kondisi lain, seperti kutil.

Akar Mata Ikan Dicabut, Apakah Aman?

Mitos tentang “akar” mata ikan yang harus dicabut seringkali membuat orang tergoda untuk mencoba menghilangkannya sendiri di rumah. Namun, tindakan ini sangat tidak disarankan.

Apa yang sering dianggap sebagai “akar” sebenarnya adalah inti dari kulit mati yang mengeras, yang menekan saraf dan menyebabkan rasa sakit.

Mencabut paksa mata ikan, terutama dengan alat yang tidak steril, dapat menimbulkan risiko serius seperti:

  • Infeksi: Luka terbuka menjadi pintu masuk bagi bakteri dan kuman.
  • Pendarahan: Mencabut paksa dapat merusak jaringan kulit yang sehat.
  • Kerusakan jaringan: Tindakan kasar dapat menyebabkan jaringan parut permanen.
  • Kekambuhan: Mata ikan akan kembali muncul jika penyebab tekanan atau gesekan tidak diatasi.

Alih-alih mencabutnya sendiri, lebih baik konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan yang aman dan efektif. Dokter mungkin akan merekomendasikan:

  • Obat topikal: Salep atau plester asam salisilat untuk mengelupas kulit mati secara bertahap.
  • Debridemen medis: Pengangkatan lapisan kulit yang menebal oleh dokter menggunakan alat steril.
  • Terapi lain: Krioterapi, laser, atau operasi kecil untuk mengangkat mata ikan sepenuhnya, tergantung pada kondisi.

Bisakah Mata Ikan Dicegah?

Umumnya mata ikan terjadi karena kebiasaan penggunaan sepatu yang tidak nyaman, misalnya terlalu sempit atau jarang mengenakan kaus kaki.

Alhasil, permukaan kulit berpotensi mengalami penebalan dan pengerasan, kemudian muncul benjolan mata ikan. 

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah mata ikan, antara lain: 

  • Menggunakan sepatu yang memberi banyak ruang pada jari kaki. Jika kamu tidak bisa menggoyangkan jari-jari kaki, maka tandanya sepatu kamu terlalu ketat atau sempit.
  • Gunakan pelindung seperti bantalan kaki atau perban di atas area mata ikan.
  • Gunakan kaus kaki yang memiliki desain pemisah jari kaki. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis seperti dokter spesialis kulit di Halodoc jika kamu mengalami tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Nyeri hebat
  • Keluar nanah

Selain itu, jika kamu memiliki diabetes atau masalah sirkulasi darah, penting untuk mendapatkan perawatan medis untuk mata ikan.

Kini kamu juga bisa mendapat tips dan cara menghilangkan mata ikan atau masalah kulit lainnya dengan tanya dokter melalui aplikasi Halodoc.

Kamu bisa gunakan fitur chat/video call secara langsung pada aplikasi.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera pakai dengan cara klik banner di bawah ini!

 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Corns and Calluses.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Corns and Calluses.
NHS. Diakses pada 2025. Corns and calluses.