Teh Bajakah: Kenali Manfaatnya, Gampang Banget Bikinnya!

DAFTAR ISI
- Mengenal Kayu Bajakah dan Kepopulerannya
- Kandungan Aktif dalam Kayu Bajakah
- Aturan Minum Kayu Bajakah yang Tepat dan Aman
- Efek Samping dan Kontraindikasi
- Kapan Harus Berhenti dan Pergi ke Dokter?
- Studi Terkait Kayu Bajakah
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Tanaman herbal telah lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengobatan tradisional di Indonesia. Salah satu yang belakangan ini sangat populer dan menarik perhatian banyak orang adalah kayu bajakah. Berasal dari pedalaman hutan Kalimantan, tanaman yang memiliki nama ilmiah Spatholobus littoralis Hassk ini mulai dikenal luas setelah diklaim memiliki potensi luar biasa dalam membantu pengobatan berbagai penyakit kronis, termasuk tumor dan kanker.
Banyak masyarakat yang akhirnya berbondong-bondong mencoba rebusan kayu bajakah sebagai alternatif pengobatan maupun sekadar untuk menjaga stamina tubuh sehari-hari. Antusiasme yang tinggi ini tentu merupakan hal yang positif karena menunjukkan kesadaran masyarakat akan kekayaan alam Nusantara. Namun, di sisi lain, tingginya minat ini seringkali tidak dibarengi dengan literasi medis yang memadai mengenai cara penggunaan herbal yang aman dan tepat.
Sebagai seorang apoteker, saya sering mendapati pertanyaan dari masyarakat mengenai bagaimana sebenarnya aturan minum kayu bajakah ini. Apakah boleh diminum setiap hari layaknya teh biasa? Apakah aman dikonsumsi bersamaan dengan obat resep dari dokter? Perlu kamu pahami bahwa meskipun berstatus sebagai bahan alami, kayu bajakah tetap memiliki senyawa fitokimia aktif yang bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Konsumsi yang sembarangan, dosis yang tidak terukur, serta cara pengolahan yang salah justru berpotensi merugikan organ tubuh penting seperti hati dan ginjal.
Nah, agar kamu bisa mendapatkan manfaat optimal dari tanaman endemik Kalimantan ini tanpa mengorbankan keamanan tubuhmu, mari kita bahas secara tuntas mengenai kandungan, manfaat, hingga aturan minum kayu bajakah yang direkomendasikan secara medis!
Mengenal Kayu Bajakah dan Kepopulerannya
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai aturan konsumsinya, ada baiknya kita mengenal lebih dekat apa itu kayu bajakah. Dalam bahasa lokal suku Dayak, “bajakah” sebenarnya bukanlah nama satu spesies tumbuhan spesifik, melainkan istilah umum yang merujuk pada tanaman merambat atau akar-akaran yang hidup menjalar di pohon-pohon besar di hutan hujan tropis Kalimantan. Tanaman ini memiliki batang yang kuat, berkayu, dan merambat hingga mencapai kanopi hutan untuk mendapatkan sinar matahari.
Masyarakat suku Dayak secara turun-temurun telah menggunakan air rebusan batang bajakah untuk mengembalikan stamina setelah seharian berburu atau bekerja di hutan, serta untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengobati berbagai penyakit dalam. Kepopulerannya memuncak secara nasional ketika penelitian awal yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah di Kalimantan Tengah memenangkan penghargaan internasional. Mereka menemukan bahwa ekstrak kayu ini memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat yang mampu menekan pertumbuhan sel abnormal pada hewan uji.
Kandungan Aktif dalam Kayu Bajakah
Khasiat kayu bajakah tidak datang dari mitos belaka, melainkan dari deretan senyawa fitokimia (senyawa kimia alami dari tumbuhan) yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan berbagai uji fitokimia di laboratorium, kayu bajakah terbukti mengandung kelompok senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pertahanan sel tubuh. Berikut adalah beberapa kandungan utamanya:
1. Senyawa Fenolik
Fenolik adalah salah satu antioksidan terkuat yang ditemukan di alam. Senyawa ini bekerja dengan cara mengikat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh akibat polusi, radiasi, maupun sisa metabolisme yang buruk. Dengan menetralisir radikal bebas, fenolik membantu mencegah stres oksidatif yang merupakan akar penyebab dari kerusakan DNA dan pembentukan sel kanker.
2. Flavonoid
Mirip dengan fenolik, flavonoid sangat kaya akan antioksidan. Selain itu, flavonoid dikenal memiliki efek anti-inflamasi (anti-peradangan) yang sangat baik. Senyawa ini membantu meredakan peradangan di dalam tubuh, baik itu peradangan pada sendi, saluran pencernaan, maupun peradangan sistemik yang memicu penyakit jantung koroner dan diabetes.
3. Tanin
Tanin adalah senyawa yang memberikan rasa sepat pada air rebusan kayu bajakah (mirip seperti rasa teh kental). Secara medis, tanin memiliki sifat antibakteri dan astringen yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan seperti diare, serta membantu mempercepat proses pembekuan darah pada luka terbuka.
4. Saponin
Saponin memiliki karakteristik unik karena dapat membentuk busa jika dikocok dalam air. Di dalam tubuh, saponin berfungsi sebagai imunomodulator, yaitu zat yang dapat merangsang dan menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih tangguh dalam melawan infeksi virus maupun bakteri.
Tips Menyimpan Kayu Bajakah
- Pastikan kayu bajakah yang kamu beli sudah dalam kondisi benar-benar kering untuk mencegah tumbuhnya jamur aflatoksin yang beracun.
- Simpan potongan kayu di dalam wadah kedap udara atau stoples kaca.
- Letakkan wadah di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar senyawa antioksidannya tidak rusak.
Aturan Minum Kayu Bajakah yang Tepat dan Aman
Meskipun kaya akan manfaat, kayu bajakah tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Proses ekstraksi dengan cara merebus (dekokta) harus dilakukan dengan benar agar senyawa aktifnya tidak rusak, namun tetap aman bagi lambung dan ginjal. Berikut adalah panduan dan aturan minum kayu bajakah yang disarankan:
1. Cara Merebus yang Benar
Langkah pertama yang sangat krusial adalah proses perebusan. Ambil sekitar 10 gram (kurang lebih 2 hingga 3 potong kecil) kayu bajakah yang sudah dikeringkan. Cuci bersih potongan kayu tersebut di bawah air mengalir untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel. Selanjutnya, siapkan 500 ml air (sekitar 2 gelas) di dalam panci. Sangat disarankan untuk menggunakan panci berbahan kaca, keramik, atau tanah liat, dan hindari menggunakan panci aluminium atau besi, karena logam reaktif dapat merusak dan mengikat senyawa antioksidan dari kayu.
Rebus air hingga mendidih terlebih dahulu. Setelah mendidih, masukkan potongan kayu bajakah, lalu kecilkan api. Biarkan mendidih perlahan (simmer) selama kurang lebih 15 hingga 20 menit. Proses pemanasan dengan api kecil ini penting agar senyawa aktif terekstrak perlahan tanpa merusak strukturnya. Setelah air berubah warna menjadi kecokelatan seperti teh, matikan api, saring airnya, dan diamkan hingga suhunya menjadi hangat kuku sebelum diminum.
2. Dosis dan Frekuensi Minum
Dosis menjadi kunci utama keamanan. Jika tujuanmu adalah untuk menjaga kesehatan, memelihara stamina, atau sebagai antioksidan harian, cukup minum 1 gelas (sekitar 200 ml) sehari. Namun, jika kamu sedang dalam masa pemulihan penyakit atau ingin menggunakan efek terapinya secara maksimal, kamu bisa mengonsumsinya maksimal 2 gelas sehari (pagi dan sore).
3. Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
Aturan minum kayu bajakah yang sering diabaikan adalah waktu konsumsi. Karena kayu ini mengandung tanin yang tinggi, meminumnya saat perut kosong (terutama di pagi hari sebelum sarapan) dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu mual, perih, atau naiknya asam lambung. Oleh karena itu, wajib diminum setelah makan. Berikan jeda sekitar 30 menit hingga 1 jam setelah makan agar pencernaan makanan utama selesai, baru konsumsi air rebusan bajakah.
4. Siklus Konsumsi (Jeda Istirahat)
Herbal apa pun yang memengaruhi kinerja sel tidak disarankan untuk diminum setiap hari sepanjang tahun. Hati dan ginjal membutuhkan waktu untuk membuang sisa-sisa metabolit tumbuhan. Terapkan siklus konsumsi: minum rutin selama 2 minggu, lalu hentikan total (jeda) selama 1 minggu. Siklus ini sangat penting untuk menjaga agar organ penyaring racun di tubuhmu tidak bekerja terlalu keras (overworked).
Efek Samping dan Kontraindikasi
Setiap bahan yang memiliki efek terapi pasti memiliki potensi efek samping jika disalahgunakan. Beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul saat mengonsumsi kayu bajakah antara lain mual, sakit perut, diare ringan, atau pusing. Jika kamu merasakan keluhan ini, segera hentikan konsumsi dan perbanyak minum air putih.
Selain itu, terdapat beberapa kelompok individu yang sangat tidak disarankan mengonsumsi kayu bajakah tanpa pengawasan medis secara ketat:
- Ibu Hamil dan Menyusui: Belum ada studi keamanan klinis mengenai dampak senyawa aktif bajakah terhadap janin maupun kualitas ASI. Senyawa kuat dapat memicu kontraksi atau memengaruhi perkembangan janin.
- Penderita Gangguan Ginjal dan Hati: Orang yang memiliki riwayat gagal ginjal, batu ginjal, atau hepatitis harus menghindari obat herbal yang pekat karena dapat menambah beban filtrasi pada organ tersebut.
- Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat Medis Rutin: Jika kamu sedang meminum obat pengencer darah (seperti warfarin), obat penurun gula darah (insulin, metformin), atau obat hipertensi, bajakah dapat memicu interaksi obat. Efek hipoglikemik (penurunan gula darah) dari herbal bisa berlipat ganda jika digabung dengan obat diabetes, menyebabkan gula darah drop drastis secara tiba-tiba.
Kapan Harus Berhenti dan Pergi ke Dokter?
Penting untuk diingat bahwa kayu bajakah masuk dalam kategori pengobatan komplementer (pelengkap), bukan pengganti tata laksana medis utama. Terutama bagi penderita kondisi serius seperti tumor atau kanker, menunda kemoterapi, radiasi, atau tindakan bedah karena lebih memilih 100% jalur herbal adalah langkah yang sangat berisiko dan mengancam nyawa.
Jika kamu memiliki keluhan kesehatan serius, menemukan benjolan asing di tubuh, atau gejala penyakit tak kunjung mereda meskipun sudah beristirahat, jangan tunda untuk melakukan konsultasi ke dokter sesegera mungkin. Dokter akan melakukan diagnosis medis yang presisi melalui tes laboratorium atau pencitraan (USG/Rontgen) untuk menentukan akar dari masalah kesehatanmu.
Di sisi lain, jika kamu sedang dalam kondisi sehat dan hanya ingin meningkatkan sistem imun dengan aman dan terukur, selain herbal, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan gizi tubuh harian dengan berbagai pilihan suplemen dan multivitamin yang telah teruji klinis keamanannya.
Studi Terkait Kayu Bajakah
National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan berbagai jurnal farmasi universitas di Indonesia telah mempublikasikan beberapa tinjauan ilmiah terkait famili tanaman Spatholobus. Studi yang diterbitkan di awal dekade 2020-an mengonfirmasi bahwa ekstrak etanol dari kayu bajakah memang menunjukkan profil fenolik yang sangat tinggi yang berkolerasi kuat dengan kemampuan antioksidannya.
Dalam uji in-vitro (uji laboratorium menggunakan sel dalam tabung kaca) dan in-vivo (uji pada hewan tikus), ekstrak ini mampu mempercepat regenerasi jaringan luka dan menunjukkan aktivitas toksik terhadap sel-sel ganas tertentu. Namun, para peneliti medis dengan tegas menekankan bahwa hasil positif pada tikus laboratorium atau sel tabung kaca belum bisa diklaim secara sah sebagai “Obat Kanker untuk Manusia”. Masih diperlukan uji klinis fase 1 hingga fase 3 pada manusia, yang memakan waktu bertahun-tahun, untuk menentukan dosis aman, efek jangka panjang, dan efektivitas aslinya di tubuh manusia.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Penggunaan Obat Tradisional yang Baik dan Benar.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. WHO Global Report on Traditional and Complementary Medicine.
Jurnal Farmasi Indonesia. Diakses pada 2024. Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kayu Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk).
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Herbal supplements: What to know before you buy.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Antioxidants: What They Are and Why You Need Them.
FAQ
1. Apakah air rebusan kayu bajakah boleh diminum setiap hari tanpa henti?
Tidak disarankan. Meskipun herbal, kayu bajakah mengandung zat aktif yang jika menumpuk bisa memberatkan fungsi ginjal dan hati. Terapkan siklus jeda, misalnya minum rutin selama 2 minggu, lalu hentikan konsumsi selama 1 minggu sebelum mulai meminumnya lagi.
2. Apakah kayu bajakah dijamin bisa menyembuhkan penyakit kanker?
Hingga saat ini, belum ada bukti uji klinis pada manusia yang menyimpulkan bahwa kayu bajakah bisa menyembuhkan kanker secara total. Efek yang diakui secara medis saat ini adalah potensi antioksidan tinggi yang membantu menjaga kesehatan sel. Pengobatan kanker wajib mengikuti protokol medis seperti kemoterapi dan operasi dari dokter spesialis onkologi.
3. Bagaimana rasa dari air rebusan kayu bajakah?
Air rebusan kayu bajakah memiliki warna kecokelatan yang menyerupai teh. Rasanya sedikit hambar dengan sentuhan sepat (karena kandungan tanin) dan aroma khas kayu kering. Kamu bisa menambahkan sedikit madu murni untuk membuatnya lebih nikmat dan nyaman di perut.
4. Bolehkah meminum bajakah bersamaan dengan obat dari dokter?
Sebaiknya hindari meminumnya bersamaan. Herbal dapat mengubah cara tubuh menyerap atau memecah obat medis, sehingga bisa menyebabkan obat resep menjadi tidak efektif atau memicu dosis berlebih (overdosis). Selalu beri jeda minimal 2 hingga 3 jam antara minum obat medis dan herbal, serta konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter yang merawatmu.
Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.



