Ad Placeholder Image

Telapak Kaki Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

11 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Telapak kaki yang gatal bisa disebabkan oleh berbagai kondisi tertentu.

Telapak Kaki Gatal? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaTelapak Kaki Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan sensasi gatal yang tak tertahankan pada telapak kaki? Kondisi ini sering kali muncul secara tiba-tiba, baik saat kamu sedang beraktivitas maupun ketika hendak beristirahat di malam hari. Telapak kaki gatal, atau dalam istilah medis sering dikaitkan dengan berbagai kondisi dermatologis, bisa sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas harianmu.

Gatal pada area kaki bukan sekadar rasa ingin menggaruk. Sering kali, rasa gatal ini disertai dengan gejala lain seperti kulit kemerahan, bersisik, pecah-pecah, atau bahkan muncul bintil-bintil kecil berisi cairan. Memahami penyebab pastinya sangat penting agar kamu tidak salah dalam memberikan penanganan awal, karena setiap penyebab memerlukan jenis pengobatan yang berbeda.

Dalam banyak kasus, gatal pada telapak kaki bisa diatasi dengan menjaga kebersihan atau menggunakan produk kesehatan yang tepat. Jika keluhan ini mulai mengganggu kualitas tidur atau aktivitasmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan solusi cepat tanpa harus keluar rumah.

Nah, mau tahu apa saja faktor penyebab dan bagaimana cara menanganinya? Berikut ulasannya!

Memahami Penyebab Telapak Kaki Gatal

Telapak kaki memiliki struktur kulit yang unik karena tidak memiliki kelenjar minyak (sebasea), namun memiliki banyak kelenjar keringat. Hal ini membuat area telapak kaki rentan mengalami kekeringan sekaligus lembap akibat keringat yang terperangkap dalam sepatu. Kombinasi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur.

Penyebab telapak kaki gatal sangat beragam, mulai dari masalah kulit ringan hingga indikasi adanya penyakit sistemik di dalam tubuh. Faktor lingkungan seperti cuaca yang panas, penggunaan alas kaki yang tidak tepat, hingga paparan bahan kimia tertentu dapat memicu reaksi gatal pada area sensitif ini.

Berbagai Kondisi Medis Pemicu Gatal

Berikut adalah beberapa kondisi medis yang paling sering menjadi alasan di balik rasa gatal pada telapak kaki:

1. Tinea Pedis (Kutu Air)

Kutu air atau infeksi jamur adalah penyebab paling umum. Jamur golongan dermatofita tumbuh subur di area yang hangat dan lembap. Gejalanya meliputi gatal di antara jari kaki atau telapak kaki, kulit mengelupas, dan terkadang berbau tidak sedap.

2. Dermatitis Kontak

Kondisi ini terjadi ketika kulit telapak kaki bersentuhan dengan zat yang memicu alergi atau iritasi. Misalnya, bahan karet pada sandal, pewarna pada kaus kaki, atau bahan kimia dalam sabun pembersih lantai. Kulit biasanya akan tampak merah, meradang, dan terasa gatal menyengat.

3. Eksim Dishidrotik (Pompholyx)

Kondisi ini ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang sangat gatal di sepanjang sisi jari kaki dan telapak kaki. Penyebab pastinya belum diketahui, namun sering dikaitkan dengan stres atau alergi musiman.

4. Kulit Kering (Xerosis)

Karena tidak memiliki kelenjar minyak, telapak kaki mudah sekali kehilangan kelembapan. Kulit yang sangat kering akan menjadi kaku, pecah-pecah, dan memicu rasa gatal yang hebat, terutama pada area tumit.

Tips Mencegah Gatal pada Kaki
  1. Pastikan kaki selalu dalam keadaan kering sebelum menggunakan kaus kaki.
  2. Gunakan kaus kaki berbahan katun yang menyerap keringat.
  3. Gunakan pelembap khusus kaki secara rutin setelah mandi.

Cara Mengatasi Telapak Kaki Gatal

Langkah pertama dalam mengatasi gatal adalah dengan mengidentifikasi pemicunya. Jika gatal disebabkan oleh jamur, penggunaan krim antijamur yang dijual bebas biasanya cukup efektif. Namun, jika disebabkan oleh alergi, menghindari pemicu adalah kunci utama.

Kamu juga bisa merendam kaki dalam air dingin untuk meredakan peradangan sesaat. Hindari menggaruk telapak kaki terlalu keras karena dapat menyebabkan luka terbuka yang memicu infeksi bakteri sekunder. Gunakanlah alas kaki yang memiliki sirkulasi udara baik untuk mencegah kelembapan berlebih.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus bisa ditangani secara mandiri, ada kondisi tertentu di mana kamu memerlukan bantuan profesional. Segera konsultasi ke dokter Halodoc jika kamu mengalami gejala berikut:

  • Gatal tidak kunjung membaik setelah 2 minggu pengobatan mandiri.
  • Muncul tanda infeksi seperti nanah, bengkak, atau demam.
  • Gatal menyebar ke area tubuh lainnya.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes, karena gatal pada kaki bisa menjadi tanda awal komplikasi saraf (neuropati).

Studi Mengenai Kesehatan Kulit Kaki

Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa menjaga barier kulit telapak kaki dengan pelembap yang mengandung urea atau ceramide sangat efektif dalam mengurangi rasa gatal akibat xerosis.

Penelitian ini juga menekankan bahwa penggunaan alas kaki yang sempit dalam durasi lama meningkatkan risiko infeksi jamur hingga 40%. Oleh karena itu, sirkulasi udara pada kaki bukan hanya masalah kenyamanan, melainkan kebutuhan medis untuk kesehatan kulit.

Jika kamu merasakan keluhan yang menetap, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan praktis dengan fitur kesehatan digital saat ini.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Athlete’s foot – Symptoms and causes.
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. Dyshidrotic Eczema: Overview.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Contact Dermatitis: Management and Treatment.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Kutu Air dan Cara Mencegahnya.

FAQ

1. Kenapa telapak kaki terasa gatal saat malam hari?

Pada malam hari, tubuh melepaskan lebih banyak sitokin yang memicu peradangan, ditambah dengan kurangnya distraksi aktivitas, sehingga rasa gatal menjadi lebih terasa dominan.

2. Apakah merendam kaki dengan air garam bisa menyembuhkan gatal?

Air garam dapat membantu meredakan rasa gatal dan bertindak sebagai antiseptik ringan, namun tidak selalu menyembuhkan penyebab akar masalah seperti infeksi jamur yang memerlukan obat khusus.

3. Apakah gatal pada kaki bisa menular?

Jika penyebabnya adalah infeksi jamur (tinea pedis) atau kudis (scabies), maka kondisi ini sangat menular melalui kontak langsung atau penggunaan barang pribadi bersama seperti handuk dan sandal.

4. Apa kaitan diabetes dengan telapak kaki gatal?

Penderita diabetes sering mengalami sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf (neuropati), yang menyebabkan kulit kaki menjadi sangat kering dan rentan terasa gatal tanpa adanya ruam yang jelas.

Telapak Kaki Gatal Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan telapak kaki gatal yang mengganggu kenyamanan? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.