• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Viral Telur Infertil, Boleh Dikonsumsi Asal Bebas Bakteri

Viral Telur Infertil, Boleh Dikonsumsi Asal Bebas Bakteri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah telur infertil sebelumnya? Jika belum, telur ini merupakan telur yang berasal dari perusahaan pembibitan ayam broiler, yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Telur ini biasa disebut juga dengan telur HE (hatched egg) yang tidak layak dijual sebagai telur konsumsi, karena rentan menjadi tempat pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga menyebabkan telur cepat membusuk.

Telur ini sebenarnya bisa menetas dan menjadi anak ayam jika disimpan dalam suhu yang cocok. Namun, jika disimpan dalam suhu yang tidak cocok, pertumbuhannya tidak akan sempurna, sehingga menyebabkan telur pada akhirnya akan mati dan membusuk. Lantas, apakah telur ini layak untuk dikonsumsi? Jika iya, apa saja syarat yang harus dilakukan? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya!

Baca juga: Ternyata, Ini 4  Manfaat Omega 3 untuk Kesehatan Tubuh

Telur Infertil Boleh Dikonsumsi Asal Bebas Bakteri

Telur infertil dan telur biasa memiliki perbedaan yang hanya bisa dilihat dengan cara meneropongnya guna melihat apakah di dalam telur terdapat embrio atau tidak. Bukan itu saja, telur infertil juga memiliki karakteristik berupa bercak tidak sempurna berwarna putih pada bagian kuning telur, yang berukuran sekitar dua milimeter. Untuk melihatnya secara gamblang, kamu harus memutar kuning telur di permukaan tangan secara perlahan.

Berbeda dengan telur infertil, telur biasa memiliki bercak yang bernama blastoderm yang berukuran lebih besar, yaitu sekitar 4-5 milimeter. Pada dasarnya, mengonsumsi telur infertil tidak berbahaya, selagi telur masih dalam keadaan segar dan belum membusuk. Jika dibandingkan dengan telur biasa pun, kandungan gizinya akan sama, karena keduanya memiliki kandungan protein yang tinggi. HAl yang membedakan keduanya adalah, ada atau tidaknya sperma di dalamnya.

Bukan itu saja, telur ayam juga mengandung lemak dan berbagai macam vitamin, seperti vitamin A, B, D, dan E. Selain itu, telur ayam juga mengandung berbagai mineral baik untuk tubuh, seperti zat besi, fosfor, selenium, dan asam amino lengkap. Jadi, telur infertil aman dikonsumsi selagi masih segar dan bebas bakteri. 

Namun, pemerintah mengeluarkan larangan dalam memperjual belikan telur infertil. Hal tersebut diatur melalui Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Melalui peraturan tersebut, para pengelola usaha dilarang untuk memperjual belikan telur untuk dikonsumsi secara umum, karena dikhawatirkan bahayanya.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Mentimun saat Asam Lambung Naik

Mengenal Lebih Jauh Tentang Telur Infertil

Penjelasannya begini, telur infertil merupakan telur yang tidak mengalami pembuahan (fertilisasi) oleh sel sperma dari ayam jantan. Infertilitas sendiri disebut sebagai kemandulan, yaitu kegagalan atau tidak berhasil dalam membentuk. Dirjen PKH Kementan menjelaskan ada dua jenis telur infertil yang dibedakan berdasarkan asal sumber telurnya, yaitu:

  1. Telur yang berasal dari ayam ras petelur.

  2. Telur dari hasil breeding farm ayam ras.

Telur yang bersumber dari ayam ras petelur, bukan hasil dari pembibitan. Dalam proses pemeliharaannya, ayam betina tidak dicampur dengan ayam jantan. Telur ini tergolong aman untuk dikonsumsi. Sedangkan jenis lainnya, atau yang dikenal dengan telur HE (hatched egg), merupakan telur yang tidak dibuahi sperma jantan, melainkan melalui inseminasi buatan.

Baca juga: Kaya Nutrisi, Ini 6 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Untuk lebih jelas mengenai hal tersebut, kamu bisa bertanya dan mendiskusikannya langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Karena perbedaannya yang kasat mata, hati-hati saat ingin memilih atau mengonsumsi telur, ya!

Referensi:

Kompas.com. Diakses pada 2020. Ciri-ciri Telur Infertil dan Cara Membedakannya dengan Telur Konsumsi.

Media Indonesia. Diakses pada 2020. Kementan Jelaskan Lebih Dekat tentang Telur Infertil.

Universitas Gadjah Mada. Diakses pada 2020. UGM Nutritionist: There Is No Distinction of Nutritional Values between Fertile and Infertile Chicken Eggs.