• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Bahaya, Ini Manfaat Santan untuk Kesehatan

Tidak Bahaya, Ini Manfaat Santan untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Meski dapat menambah kelezatan makanan, santan kerap dianggap sebagai penyebab kolesterol tinggi. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan bersantan. Bila tidak dikonsumsi berlebihan, cairan yang biasa ditambahkan dalam kebanyakan menu lebaran ini dapat memberi banyak manfaat kesehatan lho.

Santan merupakan bahan masakan yang populer, terutama dalam masakan Asia Tenggara.  Cairan yang berasal dari daging buah kelapa cokelat tua yang dicampur dengan air ini dapat menjadi alternatif pengganti susu yang memberikan rasa gurih. Berwarna putih seperti susu, santan dapat dibuat menjadi kental maupun lebih encer. Sebelum mengetahui manfaat santan, yuk ketahui dulu nutrisi yang terkandung didalamnya.

Baca juga: Menu Lezat Lebaran, Pilih Rendang atau Opor Ayam?

Nutrisi yang Terdapat Dalam Santan

Santan mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi, sehingga membuatnya kaya akan kalori. Santan juga merupakan sumber beberapa vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Berikut ini kandungan nutrisi yang terdapat dalam satu cangkir santan mentah:

  • Kalori: 445 gram.

  • Air: 164,71 gram.

  • Protein: 4,57 gram.

  • Lemak: 48,21 gram.

  • Karbohidrat: 6,35 gram.

  • Kalsium: 41 miligram.

  • Potasium: 497 miligram.

  • Magnesium: 104 miligram.

  • Zat besi: 7,46 miligram.

  • Vitamin C: 2,30 miligram.

Kandungan lemak jenuhnya yang tinggilah yang membuat santan dianggap dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat meningkat dan menambah berat badan. 

Baca juga: Bahaya di Balik Menu Buka Puasa Bersantan

Manfaat Santan untuk Kesehatan

Padahal menurut penelitian, ada tiga manfaat yang dapat diberikan santan untuk kesehatan:

1. Menurunkan Berat Badan

Santan mengandung trigliserida rantai menengah (MCT) yang dipercaya oleh para peneliti dapat menurunkan berat badan. MCT dapat memicu produksi energi melalui proses yang disebut thermogenesis atau produksi panas. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MCT berperan dalam mengurangi berat badan dan ukuran pinggang. Trigliserida ini juga dapat menyeimbangkan mikrobiota usus yang tidak stabil. Mikrobiota usus yang tidak seimbang adalah pemicu obesitas.

Kemudian, sebuah studi tahun 2015 pada pria yang kelebihan berat badan juga menunjukkan bahwa setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MCT saat sarapan, asupan makanan mereka jadi berkurang di kemudian hari. 

Sedangkan temuan dari studi 2018 menunjukkan bahwa MCT dapat meningkatkan sensitivitas insulin yang dipercayai banyak peneliti dapat mendorong penurunan berat badan. Insulin adalah hormon yang berperan penting dalam memecah glukosa dan mengontrol kadar gula darah.

2. Menyehatkan Jantung

Penelitian sudah mengaitkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Santan adalah salah satu makanan yang dianggap tidak baik untuk kesehatan jantung, karena kandungan lemaknya yang tinggi.

Namun sebenarnya, sumber lemak jenuh yang berbeda dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Selain itu, faktor genetik juga berperan dalam bagaimana seseorang memetabolisme lemak jenuh dan sejauh mana lemak tersebut berdampak pada kesehatan.

Sumber penelitian yang meneliti efek santan pada kadar kolesterol masih sedikit. Namun, banyak penelitian telah meneliti efek dari minyak kelapa.

Sebuah studi menemukan bahwa minyak kelapa tidak meningkatkan kolesterol jahat atau kolesterol low-density lipoprotein (LDL) secara signifikan, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau kolesterol high-density lipoprotein (HDL). Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian tersebut berlangsung singkat, yaitu hanya selama 4 minggu dan kurang pemantauan.

Kolesterol “baik” atau HDL dapat melindungi jantung dan menghilangkan kolesterol “jahat” atau LDL dari darah. HDL membawa kolesterol LDL ke hati yang kemudian akan memecahnya dan menghilangkannya dari tubuh.

Minyak kelapa mungkin tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, tetapi cairan yang berasal dari kelapa tersebut mengandung lemak dan kalori yang tinggi, sehingga kamu dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Perlu diingat juga bahwa minyak kelapa secara substansial mengandung lebih banyak lemak dalam satu kali penyajian daripada santan, yang dapat memberikan efek signifikan pada kadar kolesterol.

3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Kelapa mengandung lipid yang disebut asam laurat. Kandungan ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, sehingga dipercaya dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi tentang efek antimikroba asam laurat dari kelapa juga menemukan manfaat santan untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. 

Dalam studi tersebut, para peneliti mengisolasi berbagai bakteri dan memaparkannya pada asam laurat dalam cawan petri. Hasilnya, mereka menemukan bahwa asam laurat efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, dan Mycobacterium tuberculosis.

Sedangkan penelitian lain menemukan bahwa asam laurat memicu apoptosis, yaitu kematian sel pada payudara dan sel kanker endometrium. Temuan ini menunjukkan bahwa asam ini menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel.

Baca juga: Ini Batas Aman Konsumsi Makanan Bersantan Setiap Hari

Itulah 3 manfaat santan untuk kesehatan. Bila kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang nutrisi atau manfaat tertentu dari berbagai jenis makanan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya apa saja soal kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Health benefits of coconut milk.