• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidak Bisa Sembuh, Kusta Jadi Penyakit Mematikan?

Tidak Bisa Sembuh, Kusta Jadi Penyakit Mematikan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kulit adalah bagian terluar tubuh yang berfungsi sebagai perlindungan pertama tubuh kita. Itulah penting menjaga kesehatannya karena kulit adalah bagian yang rentan terluka dan terserang penyakit. Salah satu penyakit kulit yang wajib diwaspadai adalah kusta. Mengapa? Alasannya, penyakit kulit yang satu ini sulit disembuhkan bahkan tidak bisa disembuhkan jika semakin parah.  

Kusta adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini mudah menular dan berkembang secara progresif. Tidak hanya memengaruhi kulit saja, kusta dapat mengganggu saraf, lapisan hidung, dan saluran pernapasan. Itulah alasan mengapa penyakit kulit yang satu ini harus diwaspadai. Lantas, apakah kusta adalah penyakit yang mematikan? Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Ketahui 3 Jenis Kusta dan Gejala yang Dialami oleh Pengidapnya

Apakah Kusta Bisa Menjadi Penyakit yang Mematikan?

Kusta bukan cuma memengaruhi kulit, tetapi juga saraf ekstremitas, lapisan hidung sampai saluran pernapasan. Melansir dari WebMD, kusta yang tidak diobati dapat merusak kulit, saraf, lengan, kaki, kaki, dan mata secara permanen. Ini komplikasi yang bisa disebabkan kusta, yaitu:

  • Kebutaan atau glaukoma;

  • Disfigurasi wajah, termasuk pembengkakan permanen dan benjolan;

  • Disfungsi ereksi dan infertilitas pada pria;

  • Gagal ginjal;

  • Kelemahan otot yang mengarah ke tangan seperti cakar atau ketidakmampuan untuk melenturkan kaki;

  • Kerusakan permanen pada bagian dalam hidung yang menyebabkan mimisan dan hidung kronis;

  • Kerusakan permanen pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang, termasuk di lengan, kaki, dan kaki;

  • Kerusakan saraf dapat menyebabkan mati rasa. Seseorang dengan kerusakan saraf yang berhubungan dengan kusta mungkin tidak merasakan sakit ketika tangan, kaki, atau kaki dipotong, dibakar, atau terluka.

Baca Juga: Kenali Tahapan Perkembangan Penyakit Kusta dalam Tubuh

Melihat banyak komplikasi yang bisa disebabkan oleh kusta, penyakit ini bisa mematikan jika pengidapnya tidak mendapat pengobatan intensif. Lantas, pengobatan apa saja yang bisa dilakukan untuk menangani kusta?

Bagaimana Kusta Diobati?

Kusta tetap berpeluang sembuh apabila dideteksi sedini mungkin dan pengidapnya kooperatif selama menjalani perawatan. Pengobatan tergantung pada jenis kusta yang dimiliki. Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi. Seseorang yang mengidap kusta disarankan untuk menjalani pengobatan jangka panjang dengan  menggunakan dua atau lebih antibiotik. Waktu pengobatan membutuhkan waktu enam bulan hingga satu tahun. 

Apabila kusta sudah berkembang ke tahap paling serius, pengidapnya perlu minum antibiotik lebih lama. Antibiotik tidak dapat mengobati kerusakan saraf dan hanya bertujuan untuk mengusir bakteri. Selain antibiotik, obat antiinflamasi juga sering digunakan untuk mengendalikan nyeri saraf dan kerusakan yang berhubungan dengan kusta. Ini mungkin termasuk steroid, seperti prednison.

Dikutip dari WebMD, pengidap kusta dapat diberikan thalidomide, obat kuat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Ini membantu mengobati nodul kulit kusta. Namun, obat ini tidak boleh digunakan wanita hamil karena menyebabkan cacat lahir yang parah dan mengancam nyawa. Sebelum mengonsumsi obat apapun, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya. Kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja lewat aplikasi Halodoc untuk bertanya-tanya soal obat. 

Pada intinya, kusta tidak boleh diabaikan dan harus ditangani untuk mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi serius. Kusta yang dideteksi dini mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, menghentikan penyebaran penyakit, dan mencegah komplikasi kesehatan yang serius. Prospek biasanya lebih buruk ketika diagnosis terjadi pada tahap yang lebih lanjut, setelah seseorang mengalami cacat atau kecacatan yang signifikan. 

Baca Juga: Waspada, Kusta Dapat Ditularkan Melalui Kontak Langsung dengan Binatang

Namun, perawatan yang tepat masih diperlukan untuk mencegah kerusakan tubuh lebih lanjut dan mencegah penyebaran penyakit ke orang lain. Mungkin ada komplikasi medis permanen yang dialami pengidap kusta, tetapi dokter pasti mengusahakan perawatan yang tepat untuk membantu pengidap mengatasi dan mengelola kondisi yang telah ada.

Referensi :
National Organization Rare Disease. Diakses pada 2020. Leprosy.
WebMD. Diakses pada 2020. Leprosy Overview.
Healthline. Diakses pada 2020. Leprosy.