Ad Placeholder Image

Tidak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

“Chia seed dan biji selasih menjadi dua jenis biji-bijian yang umum dikonsumsi. Namun, keduanya menimbulkan pertanyaan besar, karena tampilannya yang terlihat mirip. Agar tidak keliru, berikut ini beberapa perbedaan besar antara chia seed dan biji selasih.”

Tidak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji SelasihTidak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

DAFTAR ISI


Tanaman biji selasih (Ocimum basilicum) atau yang secara global dikenal sebagai basil seeds atau sabja seeds, merupakan salah satu bahan alami yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Biasanya, biji hitam kecil ini menjadi primadona sebagai campuran minuman segar, seperti es campur, es buah, es kelapa muda, hingga aneka puding dan takjil berbuka puasa. Teksturnya yang unik, yakni kenyal di luar namun renyah di dalam saat digigit, memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap tanaman biji selasih sekadar pelengkap minuman tanpa nilai gizi yang berarti. Bahkan, tidak sedikit yang sering keliru menyamakannya dengan chia seed, padahal keduanya berasal dari jenis tanaman yang sama sekali berbeda. Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica, sementara biji selasih berasal dari tanaman kemangi manis (sweet basil) yang daunnya juga sering digunakan sebagai lalapan atau bumbu masakan.

Lebih dari sekadar penghias minuman, biji selasih sebenarnya menyimpan profil nutrisi yang sangat mengesankan. Di balik ukurannya yang mungil, biji ini padat akan serat larut, mineral esensial, antioksidan, dan lemak sehat yang krusial untuk menunjang fungsi tubuh sehari-hari. Mulai dari menyehatkan saluran pencernaan, membantu mengendalikan kadar gula darah, hingga mendukung program penurunan berat badan.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa saja kehebatan kandungan dan manfaat tanaman biji selasih untuk kesehatanmu? Berikut ulasan lengkap yang perlu kamu ketahui!

Kandungan Nutrisi Biji Selasih

Sebelum membahas manfaatnya secara spesifik, ada baiknya kita membedah apa saja nutrisi yang terkandung di dalam biji selasih. Berdasarkan berbagai literatur gizi, 1 sendok makan (sekitar 13 gram) biji selasih murni mengandung komposisi nutrisi kasar sebagai berikut:

  • Kalori: Sekitar 60 kalori.
  • Karbohidrat: 7 gram (sebagian besar berupa serat).
  • Serat: 7 gram (memenuhi sekitar 25% dari kebutuhan serat harian).
  • Protein: 2 gram.
  • Lemak: 2,5 gram (didominasi oleh asam lemak Omega-3, khususnya asam alfa-linolenat atau ALA).
  • Kalsium: Memenuhi sekitar 15% kebutuhan harian (RDI).
  • Magnesium: Memenuhi sekitar 10% kebutuhan harian (RDI).
  • Zat Besi: Memenuhi sekitar 10% kebutuhan harian (RDI).

Satu hal yang paling menonjol dari biji selasih adalah tingginya kandungan serat, khususnya serat larut berbentuk pektin. Pektin inilah yang membuat biji selasih mengembang, berubah menjadi bening, dan bertekstur seperti jeli (gel) saat direndam dalam air.

Manfaat Tanaman Biji Selasih untuk Kesehatan

Berkat profil nutrisinya yang kaya, mengonsumsi biji selasih secara rutin dengan takaran yang tepat dapat memberikan berbagai efek positif bagi kesehatan fisik. Berikut adalah penjabaran manfaat medis dari tanaman biji selasih:

1. Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Usus

Serat larut (pektin) di dalam biji selasih memiliki peran penting sebagai prebiotik. Prebiotik berfungsi sebagai “makanan” bagi bakteri baik (probiotik) yang hidup di dalam usus manusia. Dengan mikrobioma usus yang seimbang, proses pencernaan akan berjalan lebih optimal dan kekebalan tubuh pun meningkat. Selain itu, serat yang tinggi dapat meningkatkan massa feses dan melunakkannya, sehingga sangat efektif untuk mencegah serta mengatasi sembelit (konstipasi). Jika kamu mengalami masalah pencernaan seperti sembelit yang tak kunjung membaik, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

2. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Bagi penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang memiliki risiko resistensi insulin, biji selasih bisa menjadi tambahan diet yang sangat baik. Sifat jeli atau gel yang terbentuk dari serat pektin biji selasih terbukti dapat memperlambat proses pengosongan lambung dan penyerapan karbohidrat di usus. Dampaknya, lonjakan glukosa darah (gula darah) setelah makan bisa ditekan secara signifikan. Gula darah pun menjadi lebih stabil sepanjang hari.

3. Berpotensi Menurunkan Kolesterol Jahat

Tingginya kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah adalah pemicu utama terbentuknya plak pada pembuluh darah (aterosklerosis) yang berujung pada penyakit jantung dan stroke. Pektin dalam biji selasih diketahui mampu mengikat kolesterol di dalam saluran pencernaan, mencegahnya diserap oleh aliran darah, dan membuangnya bersama feses. Konsumsi rutin biji selasih selama sebulan dalam studi awal menunjukkan adanya penurunan kadar kolesterol total sebesar beberapa persen.

4. Membantu Program Penurunan Berat Badan

Sedang diet dan sering merasa lapar? Biji selasih bisa menjadi solusi yang aman. Seratnya yang mengembang di dalam perut memberikan sinyal kenyang lebih cepat dan lebih lama ke otak. Hal ini secara alami akan menekan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil kalori berlebih di sela-sela waktu makan. Tentunya, manfaat ini hanya akan optimal jika dicampur dengan minuman sehat tanpa tambahan pemanis buatan atau sirup gula yang berlebihan.

5. Memenuhi Kebutuhan Mineral Tulang

Sering kali, orang mengandalkan susu sebagai sumber kalsium tunggal. Padahal, biji-bijian seperti biji selasih juga kaya akan kalsium, magnesium, dan fosfor yang penting untuk menjaga kepadatan tulang dan fungsi otot. Ini menjadikannya alternatif asupan mineral yang luar biasa, terutama bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa atau menjalani gaya hidup vegan/vegetarian.

Tips Membedakan Biji Selasih dan Chia Seed
  1. Bentuk dan Warna: Biji selasih berwarna hitam legam dan berbentuk seperti tetesan air yang mungil. Sedangkan chia seed bentuknya lebih oval pipih, dengan warna campuran hitam, putih, abu-abu, dan kecokelatan.
  2. Proses Konsumsi: Biji selasih wajib direndam air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi karena sangat keras saat mentah. Chia seed bisa dimakan mentah (ditabur) atau direndam.
  3. Waktu Mengembang: Biji selasih mengembang sangat cepat dalam hitungan detik hingga menit saat terkena air. Chia seed butuh waktu lebih lama, sekitar 15-30 menit untuk membentuk gel.

Cara Tepat Mengolah Biji Selasih

Mengolah tanaman biji selasih sangatlah praktis dan mudah dilakukan di rumah. Kunci utamanya adalah memastikan biji tersebut telah mekar dan mengembang sempurna sebelum ditelan agar tidak berisiko menyebabkan tersedak. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Ambil 1 sendok makan biji selasih kering.
  2. Siapkan 1 gelas (sekitar 200-250 ml) air matang. Kamu bisa menggunakan air hangat agar proses mekar lebih cepat.
  3. Masukkan biji selasih ke dalam air dan aduk perlahan.
  4. Diamkan selama 5 hingga 10 menit. Kamu akan melihat lapisan selaput putih bening (gel) mengelilingi inti biji yang hitam.
  5. Setelah mengembang, saring airnya jika perlu, atau langsung campurkan ke dalam hidangan favoritmu.

Kamu bisa menambahkan biji selasih yang sudah mekar ke dalam smoothies, jus buah murni, yoghurt, oatmeal, air perasan lemon, hingga teh herbal. Untuk melengkapi nutrisi tubuh dan menjaga stamina di tengah aktivitas yang padat, kamu juga bisa beli suplemen, vitamin, dan produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis menggunakan aplikasi Halodoc.

Efek Samping dan Peringatan Konsumsi

Meski alami dan sarat manfaat, konsumsi biji selasih tetap harus dalam porsi yang wajar. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan:

1. Risiko Tersedak

Jangan pernah menelan biji selasih kering dalam jumlah banyak secara langsung, lalu meminum air. Biji ini dapat menyerap air dan mengembang seketika di tenggorokan atau kerongkongan, sehingga dapat menyebabkan penyumbatan jalur napas. Selalu rendam hingga mekar sebelum diminum.

2. Potensi Gangguan Pembekuan Darah

Biji selasih mengandung Vitamin K yang berperan dalam pembekuan darah. Bagi individu yang sedang dalam pengobatan obat pengencer darah (seperti warfarin), konsumsi Vitamin K dosis tinggi secara mendadak dapat memengaruhi efektivitas kerja obat. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum menjadikannya rutinitas diet harian.

3. Efek Terhadap Estrogen

Beberapa literatur medis mencatat bahwa ekstrak dari tanaman Ocimum basilicum dapat memberikan pengaruh ringan pada level hormon estrogen. Meskipun dampaknya dari memakan biji dalam porsi kecil belum terbukti berbahaya, wanita hamil atau penderita gangguan hormon mungkin perlu membatasi jumlah konsumsinya agar lebih aman.

Studi Mengenai Tanaman Biji Selasih

Journal of Basic and Clinical Physiology and Pharmacology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa polisakarida atau pektin yang diekstrak dari biji selasih memiliki efek antidiabetes dan anti-hiperlipidemia yang signifikan pada subjek yang diuji.

Penelitian tersebut menyoroti kemampuan lendir (mucilage) dari biji selasih dalam mengikat kolesterol dan empedu di saluran cerna, serta menunda penyerapan glukosa. Ini menjadi bukti ilmiah awal yang kuat mengapa masyarakat tradisional sering memanfaatkan minuman biji selasih sebagai obat alami untuk meredakan panas dalam dan menyeimbangkan metabolisme, bukan sekadar penawar dahaga biasa.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2024. 12 Fascinating Benefits and Uses of Basil Seeds.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Basil Seeds.
Medical News Today. Diakses pada 2024. Are basil seeds good for you?.
PubMed Central. Diakses pada 2024. Basil (Ocimum basilicum L.) Seeds: A Comprehensive Review of Its Nutritional, Phytochemical, and Pharmacological Properties.

FAQ

1. Apakah tanaman biji selasih sama dengan chia seed?

Tidak. Meski terlihat mirip setelah direndam, keduanya berasal dari tanaman yang berbeda. Biji selasih berasal dari tanaman kemangi (sweet basil) dengan warna hitam pekat, sedangkan chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica dan memiliki corak warna bervariasi antara abu-abu, hitam, putih, dan cokelat.

2. Berapa takaran biji selasih yang aman dikonsumsi setiap hari?

Dosis harian yang disarankan untuk orang dewasa umumnya adalah sekitar 1 hingga 2 sendok makan per hari. Jumlah ini sudah sangat cukup untuk memberikan asupan serat ekstra tanpa menimbulkan efek kembung pada perut. Jangan lupa imbangi dengan minum air putih yang banyak.

3. Bisakah biji selasih dikonsumsi langsung tanpa direndam?

Sangat tidak disarankan. Biji selasih memiliki kemampuan menyerap air yang ekstrem dan cepat. Jika dikonsumsi dalam keadaan mentah dan kering, biji bisa mengembang di kerongkongan dan menyebabkan tersedak atau penyumbatan fatal.

4. Apakah tanaman biji selasih aman untuk diet ibu hamil?

Secara umum aman dalam porsi normal sebagai campuran makanan. Namun, karena biji selasih dapat memengaruhi regulasi hormon secara ringan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menjadikannya makanan pokok atau rutin harian guna mencegah hal yang tidak diinginkan.