Ad Placeholder Image

Tidak Sembarangan, Ini 2 Syarat Donor Ginjal

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

“Ada persyaratan yang perlu dipenuhi pada donor ginjal, baik untuk pendonor maupun penerimanya. Sebagai contoh, calon pendonor ginjal harus sehat jasmani dan rohani, berusia minimal 18 tahun, dan perlu memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang kurang dari 35.”

Tidak Sembarangan, Ini 2 Syarat Donor GinjalTidak Sembarangan, Ini 2 Syarat Donor Ginjal

DAFTAR ISI


Belakangan ini, frasa “cara jual ginjal” kerap kali muncul di berbagai pencarian internet maupun sebagai candaan di media sosial, terutama ketika seseorang sedang membicarakan masalah finansial atau keinginan untuk membeli barang mewah. Namun, di balik candaan tersebut, tidak sedikit orang yang secara serius mencari tahu informasi ini karena himpitan ekonomi yang mendesak.

Penting untuk dipahami bahwa tubuh manusia, termasuk organ ginjal, bukanlah sebuah komoditas atau barang dagangan. Menjual organ tubuh merupakan tindakan ilegal di hampir seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Praktik jual beli organ erat kaitannya dengan sindikat perdagangan manusia, risiko penipuan, hingga ancaman fatal terhadap nyawa korban karena prosedur medis yang sering kali dilakukan di bawah standar operasional yang semestinya.

Di dunia medis, prosedur pemindahan ginjal dari satu orang ke orang lain dikenal dengan istilah transplantasi atau donor ginjal. Prosedur ini murni dilakukan atas dasar kemanusiaan (altruisme) untuk menyelamatkan nyawa pasien penderita gagal ginjal tahap akhir, bukan untuk transaksi komersial. Oleh karena itu, bagi kamu yang mencari tahu tentang topik ini, sangat penting untuk meluruskan pemahaman antara “menjual” ginjal dengan “mendonorkan” ginjal secara sukarela.

Nah, mau tahu apa saja fakta medis, hukum, serta syarat sebenarnya jika seseorang ingin mendonorkan ginjalnya? Berikut ulasannya!

Fakta Hukum dan Medis Tentang Menjual Ginjal

1. Larangan Keras dalam Undang-Undang

Di Indonesia, hukum sangat melarang keras praktik komersialisasi organ tubuh. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 64 ayat (3) secara eksplisit menyatakan bahwa organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apa pun. Pelanggaran terhadap pasal ini diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah. Tujuan dari hukum ini adalah untuk melindungi martabat manusia dan mencegah eksploitasi terhadap masyarakat dari kelompok ekonomi rentan.

2. Ancaman Kesehatan dari Operasi Pasar Gelap

Ketika seseorang tergoda dengan iming-iming uang dari sindikat jual beli ginjal, mereka sering kali dibawa ke fasilitas kesehatan yang tidak terstandarisasi, atau bahkan di luar negeri dengan jaminan keamanan yang sangat minim. Operasi pengangkatan ginjal (nefrektomi) adalah prosedur bedah mayor (besar). Jika tidak dilakukan oleh tim dokter spesialis bedah urologi dan nefrologi yang kredibel, risiko perdarahan hebat, infeksi mematikan (sepsis), hingga kematian di meja operasi sangatlah tinggi.

3. Manipulasi dan Kerugian Finansial

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sindikat perdagangan organ sering kali tidak membayarkan uang yang dijanjikan secara penuh kepada korban. Setelah ginjal diambil, korban kerap ditinggalkan dengan kondisi kesehatan yang memburuk tanpa perawatan pasca-operasi, serta tidak dapat bekerja kembali seperti sedia kala karena keterbatasan fisik. Pada akhirnya, masalah finansial yang ingin diselesaikan justru berujung pada penderitaan seumur hidup.

Pentingnya Memahami Fungsi Ginjal
  1. Ginjal berfungsi menyaring limbah dan racun dari darah untuk dibuang melalui urine.
  2. Ginjal mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  3. Organ ini memproduksi hormon yang membantu pembentukan sel darah merah dan mengatur tekanan darah.

Alih-alih mencari cara jual ginjal, dunia medis memfasilitasi “donor ginjal” atau transplantasi organ dari pendonor hidup secara legal, aman, dan tanpa unsur paksaan maupun transaksi jual beli. Proses ini diawasi sangat ketat oleh tim advokasi rumah sakit dan komite etik. Berikut adalah beberapa kriteria dan syarat mutlak bagi seseorang yang ingin mendonorkan ginjalnya:

1. Sukarela Tanpa Motif Finansial

Calon pendonor harus melewati serangkaian wawancara dengan psikiater, pekerja sosial medis, dan komite etik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa niat donor adalah 100% karena alasan kemanusiaan (misalnya, menolong anggota keluarga yang sakit), tanpa ada unsur paksaan, ancaman, maupun janji imbalan uang (komersialisasi).

2. Kecocokan Golongan Darah dan Jaringan (HLA)

Tidak semua orang bisa sembarangan mendonorkan ginjalnya kepada pasien. Harus ada kecocokan golongan darah dan Human Leukocyte Antigen (HLA) antara pendonor dan resipien (penerima). Kecocokan ini penting untuk mencegah reaksi penolakan organ oleh sistem imun resipien setelah operasi selesai dilakukan.

3. Kondisi Kesehatan Fisik yang Sempurna

Calon pendonor harus berusia dewasa (umumnya antara 18 hingga 60 tahun) dan memiliki fungsi ginjal yang sangat baik (GFR normal). Pendonor tidak boleh memiliki riwayat penyakit menular seperti HIV atau Hepatitis B/C, serta dilarang memiliki penyakit kronis yang dapat merusak ginjal di masa depan, seperti diabetes mellitus, hipertensi tak terkontrol, obesitas parah, atau riwayat kanker.

Risiko Kesehatan Hidup dengan Satu Ginjal

Meskipun manusia bisa hidup normal dengan satu ginjal, mendonorkan salah satu ginjal bukanlah keputusan yang bisa diambil dengan sebelah mata. Ginjal yang tersisa harus bekerja ekstra keras (hipertrofi kompensatori) untuk menggantikan peran ginjal yang telah diangkat. Beberapa risiko kesehatan yang mengintai meliputi:

1. Risiko Jangka Pendek (Pasca Operasi)

Seperti operasi besar pada umumnya, pengangkatan ginjal memiliki risiko infeksi pada luka sayatan, perdarahan internal, penggumpalan darah (trombosis), hingga reaksi alergi terhadap obat bius. Pemulihan juga membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai pendonor bisa kembali beraktivitas berat.

2. Risiko Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, hidup dengan satu ginjal dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi (hipertensi) ringan, kebocoran protein dalam urine (proteinuria), hingga penurunan fungsi ginjal itu sendiri seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, jika kamu memiliki keluarga yang merupakan pendonor dan mulai menunjukkan gejala sering pusing atau tubuh membengkak, segeralah konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Kamu

Menyadari betapa vital dan berharganya organ ginjal, sudah sepatutnya kita fokus pada upaya pencegahan penyakit ginjal daripada memikirkan hal-hal yang melanggar hukum dan membahayakan nyawa. Berikut adalah langkah praktis untuk menjaga kesehatan ginjal:

1. Cukupi Kebutuhan Cairan dan Atur Pola Makan

Pastikan kamu minum air putih yang cukup setiap hari. Hindari minuman bersoda, beralkohol, dan minuman dengan pemanis buatan berlebih. Selain itu, kurangi asupan garam harian. Konsumsi natrium yang terlalu tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi yang merupakan musuh utama bagi pembuluh darah halus di dalam ginjal.

2. Berhati-hati dengan Obat Pereda Nyeri

Penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen atau asam mefenamat) yang dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang tanpa resep dokter dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut (Nefrotoksisitas). Selalu ikuti petunjuk dokter atau apoteker. Untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan tanpa memberatkan ginjal, penuhi kebutuhan nutrisi harianmu dari makanan bergizi, atau kamu juga bisa beli vitamin secara online di Halodoc yang 100% asli dan diantar langsung ke rumah.

Studi Mengenai Donor Ginjal Hidup

Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pendonor ginjal hidup pada umumnya memiliki harapan hidup yang sama dengan populasi umum yang sehat.

Namun, studi tersebut juga menggarisbawahi bahwa ada sedikit peningkatan risiko jangka panjang (sekitar 3-5%) bagi pendonor untuk mengalami Gagal Ginjal Stadium Akhir (ESRD) dibandingkan dengan orang sehat yang tidak mendonorkan ginjalnya. Fakta medis ini menegaskan mengapa seleksi donor harus sangat ketat dan tidak boleh melibatkan individu yang terdesak secara finansial, karena mereka rentan mengabaikan kesehatan pasca-operasi.

Pada akhirnya, solusi untuk mengatasi masalah keuangan bukanlah dengan membahayakan nyawa dan melanggar hukum. Jika kamu atau orang terdekat mengalami masalah kesehatan terkait fungsi saluran kemih atau ginjal, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga medis profesional.

Konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Organ Trafficking and Transplantation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Living-donor kidney transplant – Risks and What to Expect.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2024. Living Donation: What You Need to Know.
JAMA Network. Diakses pada 2024. Risk of End-Stage Renal Disease Following Live Kidney Donation.

FAQ

1. Apakah ada cara jual ginjal yang legal di Indonesia?

Tidak ada. Menjual ginjal atau organ tubuh lainnya adalah tindakan ilegal dan dikategorikan sebagai tindak pidana berdasarkan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009. Yang diperbolehkan hanyalah donor ginjal secara sukarela tanpa imbalan finansial.

2. Apa saja bahaya medis jika nekat mencari cara jual ginjal di pasar gelap?

Operasi pengangkatan ginjal di luar fasilitas resmi tidak terjamin sterilitasnya. Bahayanya meliputi perdarahan hebat yang tidak tertangani, infeksi darah mematikan, kerusakan organ sekitar, hingga kematian di meja operasi.

3. Apakah orang dengan satu ginjal bisa hidup normal?

Bisa. Kebanyakan orang dengan satu ginjal (baik karena lahir dengan satu ginjal atau pasca operasi donor) dapat hidup normal secara umum. Namun, mereka harus menjaga gaya hidup sangat sehat dan rutin memeriksakan fungsi ginjalnya seumur hidup karena ginjal yang tersisa bekerja lebih keras.

4. Siapa saja yang tidak boleh mendonorkan ginjalnya?

Seseorang tidak diizinkan mendonorkan ginjal jika memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, obesitas parah, riwayat kanker, penyakit menular seperti HIV/Hepatitis, atau jika mereka memiliki indikasi gangguan psikologis dan motivasi komersial (terpaksa demi uang).