• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tidur Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental, Ini Alasannya

Tidur Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidur dan kesehatan mental nyatanya saling berkaitan dan terhubung erat. Kurang tidur diketahui bisa memengaruhi kondisi psikologis dan kesehatan mental seseorang. Di lain sisi, orang yang memiliki masalah dengan kesehatan mental seringnya juga mengalami gangguan tidur, misalnya insomnia atau susah tidur di malam hari. 

Gangguan tidur juga sering menjadi salah satu tanda yang muncul sebagai gejala gangguan kesehatan mental. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Setelah beraktivitas seharian, tidur yang berkualitas di malam hari bisa membantu menjaga kondisi tubuh dan mengembalikan energi untuk kembali beraktivitas keesokan harinya. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam pada malam hari. 

Baca juga: 9 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental

Bagaimana Tidur Memengaruhi Kesehatan Mental?

Gangguan tidur, seperti insomnia, disebut sudah lama diamati sebagai salah satu gejala yang muncul akibat sebagian besar masalah kesehatan mental. Selain itu, sejumlah studi juga diketahui telah menempatkan dan menunjukkan bahwa masalah tidur nyatanya bisa meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan mental. Malahan, gangguan tidur disebut cukup berkontribusi. 

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa hubungan antara tidur dan kesehatan mental. Kaitan langsung antara kedua kondisi ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, tidur cukup dan berkualitas disebut bisa menumbuhkan ketahanan mental dan emosional seseorang. Sebaliknya, kurang tidur diketahui bisa menyebabkan seseorang berpikir negatif dan rentan secara emosional. 

Pada proses tidur, ada empat tahap yang akan dilalui tubuh sebelum akhirnya terlelap dengan sempurna. Saat tubuh mencoba tidur, suhu tubuh akan menurun, otot menjadi rileks, dan detak jantung serta pernapasan melambat. Tahap terdalam dari fase ini menghasilkan perubahan fisiologis yang nantinya akan membantu fungsi sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Bisakah Gangguan Tidur Dihilangkan dengan Terapi Psikologi?

Ada juga kategori tidur REM (rapid eye movement), yaitu periode saat seseorang bermimpi. Pada tahap ini, suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan meningkat sampai sama dengan saat terjaga. REM meningkatkan pembelajaran dan memori, dan berkontribusi pada kesehatan emosional dengan cara yang kompleks.

Para ilmuwan masih terus mencari tahu kaitan pasti antara tidur dan kesehatan mental. Sejauh ini, sudah ditemukan bahwa gangguan tidur bisa memengaruhi hormon stres, dan menyebabkan kekacauan di otak, mengganggu pikiran, serta menghambat proses pengaturan emosional. Hal itulah yang disebut menjadi alasan gangguan tidur bisa meningkatkan efek kesehatan mental, dan sebaliknya. 

Agar kesehatan mental tidak semakin parah, bisa dimulai dengan cara mengobati gangguan tidur. Mengobati gangguan tidur dapat membantu meringankan gejala masalah kesehatan mental. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan mengubah pola hidup. Pada dasarnya, gaya hidup sehat bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang, sehingga kesehatan mental juga lebih terjaga. 

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Gangguan Tidur Membahayakan Kesehatan

Gaya hidup sehat yang bisa diterapkan adalah mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, rutin berolahraga, membatasi asupan gula dengan mengurangi konsumsi camilan yang manis, mengelola stres, serta membuat jadwal tidur yang baik. Mematikan lampu kamar dan tidak menggunakan gadget sebelum tidur juga bisa membantu meningkatkan kualitas tidur dan menghindari insomnia. 

Kamu juga bisa mencari tahu tips mengatur pola tidur atau menanyakan saran meningkatkan kualitas hidup dengan berbicara pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi gangguan tidur maupun masalah mental dari ahlinya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi:
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Sleep and mental health.
Mind. Diakses pada 2020. How to cope with sleep problems.
WebMD. Diakses pada 2020. Sleep Problems: Diagnosis and Treatments Explained.