Advertisement

Tinea Capitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   16 September 2025

Tinea capitis bisa menyebabkan kulit kepala gatal, bersisik, hingga rambut rontok.

Tinea Capitis: Penyebab, Gejala, dan Cara MengobatinyaTinea Capitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

DAFTAR ISI


Kulit kepala gatal dan bersisik sering dianggap ketombe biasa, padahal bisa jadi itu tanda tinea capitis.

Kondisi ini adalah infeksi jamur kulit kepala yang lebih banyak menyerang anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Masalahnya, tinea capitis sering terlambat disadari karena gejalanya mirip dengan masalah kulit kepala lain. Itulah kenapa penting untuk tahu ciri khas, penyebab, dan cara mengobatinya.

Apa Itu Tinea Capitis?

Tinea capitis adalah infeksi jamur dermatofita yang menyerang kulit kepala dan batang rambut. Infeksi ini sering juga disebut ringworm of the scalp.

Meskipun namanya ringworm, penyebabnya bukan cacing, melainkan jamur dari genus Trichophyton atau Microsporum.

Tinea capitis bisa menular dengan mudah, baik melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, hewan peliharaan, maupun benda-benda pribadi seperti sisir, topi, atau bantal.

Karena sifatnya menular, kondisi ini kerap menyebar di lingkungan sekolah atau tempat penitipan anak.

Penyebab Tinea Capitis

Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang tumbuh subur di area lembap dan hangat. Beberapa faktor penyebab tinea capitis antara lain:

  1. Jamur Trichophyton dan Microsporum. Dua jenis jamur ini paling sering jadi biang kerok.
  2. Kontak langsung dengan penderita. Misalnya, anak-anak yang sering bermain bersama tanpa menjaga kebersihan rambut.
  3. Kontak dengan hewan peliharaan. Kucing dan anjing bisa membawa jamur penyebab tinea capitis.
  4. Penggunaan barang pribadi bersama. Seperti sisir, helm, topi, atau handuk.
  5. Kurangnya kebersihan kulit kepala. Kondisi rambut yang jarang dicuci bisa memicu pertumbuhan jamur.

Gejala Tinea Capitis yang Perlu Kamu Waspadai

Gejala tinea capitis bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan infeksi. Beberapa tanda umum yang perlu kamu perhatikan adalah:

  • Kulit kepala bersisik. Tampak seperti ketombe, tapi biasanya lebih tebal dan meluas.
  • Rambut mudah patah atau rontok. Area yang terinfeksi bisa tampak botak berbentuk bulat atau tidak beraturan.
  • Gatal intens. Rasa gatal bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Kemerahan dan peradangan. Pada beberapa kasus, kulit kepala bisa tampak merah, bengkak, bahkan berisi nanah (kerion).
  • Pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi yang parah dapat memicu kelenjar di leher membesar.

Cara Mengobati Tinea Capitis

Pengobatan tinea capitis tidak cukup dengan sampo biasa. Karena infeksi masuk ke batang rambut, obat antijamur oral biasanya diperlukan. Berikut cara mengobatinya:

  1. Obat Antijamur Oral. Dokter biasanya meresepkan griseofulvin atau terbinafine yang diminum selama 6–8 minggu.
  2. Sampo Antijamur. Sampo dengan kandungan selenium sulfide atau ketoconazole membantu mengurangi penyebaran jamur.
  3. Perawatan Kerion. Jika terjadi peradangan parah, dokter bisa memberikan obat kortikosteroid untuk menurunkan inflamasi.
  4. Jaga Kebersihan Barang Pribadi. Cuci handuk, seprai, dan sisir secara rutin agar jamur tidak menular ke anggota keluarga lain.
  5. Kontrol Rutin ke Dokter. Perlu pemantauan agar infeksi benar-benar sembuh dan tidak kambuh.

Apabila telah melakukan perawatan di atas tetapi kulit tidak membaik, Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Tips Mencegah Tinea Capitis

Lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi tinea capitis mudah menular. Beberapa cara pencegahannya antara lain:

  • Rutin mencuci rambut, terutama setelah aktivitas yang membuat berkeringat.
  • Tidak berbagi barang pribadi seperti topi, handuk, atau sisir.
  • Perhatikan kebersihan hewan peliharaan, bawa ke dokter hewan jika ada tanda jamur pada kulitnya.
  • Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah bermain di luar rumah.
  • Segera periksa ke dokter jika ada gejala awal tinea capitis agar tidak menular ke orang lain.

Ketahui lebih lanjut mengenai Perawatan Rambut – Jenis, Tips, dan Manfaatnya di sini.

Kesimpulan

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala yang bisa menimbulkan gatal, bersisik, hingga rambut rontok. Kondisi ini sangat menular, terutama pada anak-anak.

Pengobatan utama biasanya dengan obat antijamur oral yang dikombinasikan dengan sampo khusus. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tinea capitis bisa dicegah.

Jadi, jangan sepelekan gatal di kulit kepala, hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc jika gejalanya mirip tinea capitis.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Ringworm (scalp) – Symptoms & causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Tinea Capitis: Symptoms, Causes & Treatment.
WebMD. Diakses pada 2025. Hair Loss: Infectious Agents.