Ad Placeholder Image

Tips Lolos EPPS Test Psikotes Kerja yang Paling Ampuh

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Tips Menghadapi EPPS Test Agar Lolos Seleksi Kerja

Tips Lolos EPPS Test Psikotes Kerja yang Paling AmpuhTips Lolos EPPS Test Psikotes Kerja yang Paling Ampuh

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu menghadapi serangkaian psikotes saat melamar pekerjaan dan merasa bingung dengan soal-soal yang disajikan? Salah satu tes psikologi yang paling sering digunakan oleh perusahaan di Indonesia untuk mengukur profil kepribadian calon karyawan adalah epps test atau Edwards Personal Preference Schedule.

Tes ini dirancang oleh Allen L. Edwards pada tahun 1953 dan masih sangat relevan hingga saat ini. Berbeda dengan tes IQ atau tes kemampuan kognitif yang menilai kecerdasan, tes EPPS bertujuan untuk melihat preferensi, motivasi, dan kebutuhan dasar (needs) dari seorang individu. Perusahaan menggunakan tes ini untuk memastikan apakah kepribadian dan gaya kerja kamu cocok dengan budaya perusahaan dan posisi yang kamu lamar.

Dalam pengerjaannya, tes EPPS menggunakan format forced-choice atau pilihan ganda yang memaksa kamu memilih satu dari dua pernyataan (A atau B) yang paling mendeskripsikan dirimu. Seringkali, kedua pernyataan tersebut tampak sama-sama baik atau sama-sama buruk, yang tak jarang membuat para kandidat merasa kebingungan atau tertekan. Oleh karena itu, persiapan mental, kejujuran, dan konsistensi sangat dibutuhkan.

Untuk bisa fokus dan memiliki konsentrasi penuh saat mengerjakan tes yang berisi ratusan pasang pernyataan ini, kesehatan fisik dan mental yang prima adalah kunci. Kurang tidur, stres, atau kelelahan otak dapat membuat kamu kehilangan fokus dan menjawab secara tidak konsisten. Selain persiapan mental, asupan nutrisi yang mendukung fungsi otak dan saraf sangat dianjurkan menjelang hari ujian.

Rekomendasi Suplemen untuk Konsentrasi

Untuk membantumu menjaga stamina fisik dan mental agar tetap fokus selama mengerjakan psikotes, berikut adalah beberapa rekomendasi suplemen kesehatan yang bisa kamu siapkan:

1. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 30 Kapsul

Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mengandung minyak ikan dengan sumber Omega-3 (EPA dan DHA) yang sangat penting untuk kesehatan otak. Kandungan Omega-3 bekerja dengan memelihara fungsi membran sel saraf, sehingga transmisi sinyal di otak berjalan lebih lancar. Manfaat utamanya adalah untuk meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fokus, yang sangat kamu butuhkan saat menganalisis ratusan soal tes. Dosis umum untuk dewasa adalah 1 kapsul setiap hari setelah makan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Neurobion Forte 10 Tablet

Neurobion Forte mengandung Vitamin B kompleks dosis tinggi, yaitu Vitamin B1 (Tiamin), B6 (Piridoksin), dan B12 (Sianokobalamin). Vitamin ini bekerja sama untuk menutrisi sel saraf, mencegah kelelahan mental, dan mengurangi rasa lelah fisik. Manfaatnya sangat terasa ketika kamu harus duduk berjam-jam mengerjakan psikotes, menjaga agar kamu tidak cepat merasa “nge-blank” atau stres. Dosis umumnya adalah 1 tablet sehari sesudah makan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menjaga Konsentrasi Saat Psikotes
  1. Tidur minimal 7-8 jam pada malam sebelum tes untuk memastikan otak telah beristirahat penuh.
  2. Sarapan dengan makanan bergizi seimbang, hindari karbohidrat sederhana yang bisa membuat cepat mengantuk.
  3. Lakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing) selama 5 menit sebelum tes dimulai untuk menurunkan hormon stres (kortisol).
  4. Minum air putih yang cukup agar tubuh terhidrasi dan sirkulasi oksigen ke otak tetap optimal.

3. Pharmaton Formula 5 Kapsul

Pharmaton Formula merupakan suplemen multivitamin yang dilengkapi dengan ekstrak Ginseng G115. Kandungan aktifnya bekerja sinergis untuk meningkatkan metabolisme energi di tingkat sel. Manfaat suplemen ini adalah membantu tubuh melawan kelelahan fisik dan mental, serta mengembalikan stamina saat kamu merasa burnout atau tegang menjelang wawancara kerja maupun psikotes. Dosis umum penggunaannya adalah 1 kapsul per hari yang diminum pada pagi hari bersamaan dengan sarapan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pharmaton Formula 5 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Tips dan Strategi Lolos EPPS Test

Banyak kandidat merasa takut gagal saat mengerjakan tes EPPS. Padahal, esensi dari tes ini bukanlah mencari nilai benar atau salah, melainkan menemukan kecocokan (culture fit). Namun, ada beberapa strategi penting agar profil yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan dirimu secara konsisten:

1. Pahami 15 Kebutuhan (Needs) yang Diukur
Tes EPPS mengukur 15 variabel kepribadian yang akan membentuk profil kerjamu. Variabel tersebut antara lain: Achievement (kebutuhan untuk berprestasi), Deference (kepatuhan pada aturan), Order (keteraturan/kerapian), Exhibition (kebutuhan tampil), Autonomy (kemandirian), Affiliation (bersosialisasi), Intraception (menganalisis perasaan orang lain), Succorance (mencari simpati), Dominance (memimpin/mengatur), Abasement (merasa bersalah/mengalah), Nurturance (membantu orang lain), Change (kebutuhan akan perubahan), Endurance (daya tahan/kegigihan), Heterosexuality (pergaulan lawan jenis), dan Aggression (agresivitas/mengkritik). Mengetahui posisi mana yang kamu lamar akan membantumu memahami variabel mana yang mungkin dicari oleh perusahaan. Misalnya, posisi akuntan sangat membutuhkan nilai Order (keteraturan) dan Endurance (daya tahan) yang tinggi.

2. Jaga Konsistensi Jawaban
Hal paling krusial dalam tes ini adalah Skala Konsistensi. Di dalam ratusan soal tersebut, terdapat belasan soal identik yang diulang secara acak. Jika kamu berbohong dengan memilih jawaban yang kamu anggap “ideal” namun tidak sesuai dengan aslimu, kamu akan kesulitan mengingat kebohongan tersebut saat soal itu muncul lagi. Ketidakkonsistenan yang tinggi akan membuat hasil tesmu dianggap tidak valid (invalid test).

3. Jangan Terlalu Lama Berpikir
Tes kepribadian dirancang untuk menangkap insting pertamamu. Semakin lama kamu menganalisis sebuah pernyataan, semakin besar kemungkinan kamu memanipulasi jawaban. Baca pernyataan A dan B, lalu langsung pilih mana yang paling dekat dengan dirimu. Jika keduanya tidak kamu sukai, pilihlah yang paling “mendingan”. Jika keduanya kamu sukai, pilih yang paling sering kamu lakukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu terus-menerus mengalami kecemasan berlebihan, serangan panik, insomnia parah, atau stres yang mengganggu aktivitas sehari-hari setiap kali menghadapi tes evaluasi atau proses rekrutmen kerja, segera konsultasi dengan Psikolog Klinis di Halodoc.

Cemas Hadapi Psikotes tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan mental seperti cemas jelang ujian, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif dalam Journal of Occupational and Organizational Psychology (2026) mengevaluasi efektivitas penggunaan forced-choice personality inventories, termasuk format yang menyerupai tes EPPS, dalam memprediksi kinerja karyawan pasca-pandemi. Studi tersebut menyimpulkan bahwa tes dengan format pilihan paksa secara signifikan lebih tangguh terhadap manipulasi jawaban (faking good) dibandingkan tes skala Likert biasa. Selain itu, kandidat yang memiliki tingkat stres terkontrol dan nutrisi saraf yang tercukupi menunjukkan profil konsistensi 40% lebih akurat dalam menjawab rangkaian asesmen kepribadian.

FAQ

1. Apakah ada jawaban benar atau salah dalam tes EPPS?
Tidak ada jawaban benar atau salah dalam tes kepribadian ini. Semua pernyataan mengukur kecenderungan sifat manusia yang natural. Perusahaan hanya mencocokkan profilmu dengan kebutuhan spesifik dari pekerjaan tersebut.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan EPPS?
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit. Terdapat 225 pasang pernyataan yang harus dijawab semuanya. Namun, beberapa instansi mungkin tidak memberikan batas waktu yang kaku agar kandidat lebih rileks.

3. Apakah saya bisa memanipulasi jawaban agar terlihat sempurna?
Sangat tidak disarankan. Tes ini memiliki skala konsistensi yang mendeteksi kebohongan (lie scale). Jika kamu berusaha memilih jawaban yang “sempurna”, skor konsistensimu akan turun drastis dan hasil tes bisa dianulir oleh rekruter.

4. Bagaimana jika saya merasa kedua pilihan A dan B sangat buruk?
Ini adalah hal yang wajar dalam tes berformat forced-choice. Jika kamu dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak menyenangkan, kamu wajib memilih satu yang paling tidak mengganggu atau yang lebih sering (meski jarang) kamu alami dibandingkan pilihan lainnya.


Referensi:

  • American Psychological Association (APA). Diakses pada 2026. Personality Assessment in the Workplace.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Mental Health and Work.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Menjaga Kesehatan Mental di Dunia Kerja.
  • PubMed Central. Diakses pada 2026. The validity of forced-choice personality testing in employee selection.