• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tips Memberi Botol Susu pada Anak agar Terhindar dari BBTD

Tips Memberi Botol Susu pada Anak agar Terhindar dari BBTD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Karies atau kerusakan gigi adalah penyakit yang sering terjadi pada masa kanak-kanak. Salah satu penyebab utama karies gigi adalah baby bottle tooth decay (BBTD). BBTD biasanya berkembang pada anak-anak yang gemar makan dan minum-minuman manis. Kebiasaan minum susu manis juga menjadi salah satu penyebab utamanya.

Susu memang penting untuk pertumbuhan Si Kecil, tapi ibu juga harus tahu waktu yang tepat untuk memberikan asupan ini untuk mencegah terjadinya BBTD. Nah, berikut tips memberi botol susu kepada Si Kecil untuk mencegahnya dari BBTD yang wajib ibu ketahui.

Baca juga: Adakah Komplikasi Akibat Baby Bottle Tooth Decay?

Tips Memberi Botol Susu untuk Mencegah BBTD 

Dikutip dari WebMD, berikut tips memberi botol susu untuk mencegah BBTD pada bayi, yaitu:

  • Jangan mengisi botol dengan air gula dan minuman ringan. Botol hanya boleh diisi dengan susu, air, susu formula dan elektrolit ketika anak mengalami diare. 

  • Jangan berikan minuman ringan apalagi memasukkannya ke dalam botol. Minuman ringan tidak dianjurkan untuk anak-anak, karena tidak memiliki nilai gizi.

  • Jangan biarkan anak tertidur dengan botol yang berisi apa pun kecuali air putih.

  • Jangan pernah memberi anak dot yang dicelupkan ke dalam sesuatu yang manis.

  • Kurangi gula dalam makanan anak, terutama di antara waktu makan.

Itulah tips yang bisa ibu lakukan untuk mencegah Si Kecil dari BBTD. Kalau Si Kecil mengeluhkan sakit pada gigi dan muncul tanda-tanda pembusukan di gigi, bisa jadi cara yang ibu lakukan selama ini salah. Cara merawat sakit gigi yang dialami Si Kecil, ibu bisa bertanya ke dokter Halodoc tentang tips paling tepat dan akurat. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Mudah, kan?

Baca juga: Bolehkah Gigi Susu Berlubang karena BBTD Ditambal?

Penyebab Kerusakan Gigi pada Bayi

Ibu juga perlu tahu tentang penyebab dan proses kerusakan gigi pada Si Kecil. Kerusakan gigi terjadi ketika mulut bayi terinfeksi oleh bakteri penghasil asam. Bakteri ini bisa disebarkan dengan berbagi air liur pada sendok atau cangkir yang telah ibu atau orang lain pakai untuk menguji makanan sebelum memberi mereka makan bayi. Untuk mencegah hal ini, hindari berbagi peralatan makan dan perawatan lainnya dengan Si Kecil.

Kerusakan gigi juga terjadi ketika gigi dan gusi anak terpapar oleh cairan atau makanan apa pun selain air untuk waktu yang lama. Gula alami atau gula tambahan yang ada dalam makanan dan minuman nantinya diubah menjadi asam oleh bakteri yang hidup di dalam mulut bayi. Asam ini kemudian melarutkan bagian luar gigi, sehingga menyebabkan gigi membusuk. Berbeda dengan ASI, yang tidak akan menyebabkan kerusakan gigi pada bayi. 

Tanda-tanda Pembusukan Gigi pada Bayi

Kerusakan gigi biasanya pertama kali muncul dengan bintik-bintik putih pada garis gusi pada gigi depan atas. Mula-mula bintik-bintik ini sulit dilihat dengan mata telanjang. Cara untuk melihatnya, dokter atau dokter gigi anak perlu menggunakan peralatan yang memadai.

Baca juga: Begini Cara Mengobati Baby Bottle Tooth Decay

Anak dengan kerusakan gigi perlu diperiksa dan dirawat lebih awal untuk menghentikan pembusukan agar tidak menyebar dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Cara untuk mencegah kerusakan gigi, semua ibu yang menyusui harus menyadari dan mengikuti kebersihan mulut, pemberian fluoride, perawatan gigi preventif, dan melakukan pola makan yang sehat kepada Si Kecil.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Baby Bottle Tooth Decay?
Healthy Children Organization. Diakses pada 2020. How to Prevent Tooth Decay in Your Baby.