Tips Membicarakan Topik Sensitif Kepada Anak
Membahas topik sensitif dengan anak perlu kesiapan, pendekatan yang tepat, dan komunikasi terbuka agar anak memahami tanpa merasa takut atau bingung.

DAFTAR ISI
- Topik Sensitif yang Umum Dibicarakan dengan Anak
- Cara Membicarakan Topik Sensitif pada Anak
- Tips Tambahan dalam Berkomunikasi dengan Anak
Masa kanak-kanak adalah momen ketika anak ingin mengetahui segala hal. Anak mungkin akan bertanya segala hal yang simpel pada awalnya. Seiring dengan berjalannya waktu, pemikirannya semakin kritis dan keingintahuannya semakin tinggi, dan mungkin ibu pun kesulitan untuk menjawab pertanyaannya.
Memang terkadang ada beberapa pembahasan yang sulit untuk dibicarakan oleh ibu kepada anak. Beberapa bahasan terbilang sensitif dan perlu dijelaskan dengan sejelas-jelasnya, sehingga tidak ada kesalahpahaman saat anak mencernanya.
Topik Sensitif yang Umum Dibicarakan dengan Anak
Beberapa topik sensitif yang mungkin perlu dibicarakan dengan anak antara lain:
- Perubahan tubuh saat pubertas
- Seksualitas dan kesehatan reproduksi
- Pelecehan atau kekerasan
- Kematian dan kehilangan
- Perbedaan ras, agama, atau budaya
- Masalah keuangan keluarga
Setiap topik ini memerlukan pendekatan yang berbeda, disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak. Penting untuk memberikan informasi yang akurat dan jujur, tanpa membuat anak merasa takut atau cemas.
Selain memberikan edukasi, ibu juga wajib memantau Perkembangan Anak – Jenis, Tahapan, dan Gangguan yang mungkin terjadi.
Cara Membicarakan Topik Sensitif pada Anak
Memang tidak mudah untuk membicarakan topik yang sensitif pada anak, sehingga membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Terkadang, ibu mungkin harus menyampaikan kabar buruk atau mencari tahu lebih banyak terkait sesuatu yang berbeda padanya dibandingkan orang lain.
Sangat penting untuk menunggu saat yang tepat agar dapat memulai percakapan tersebut, sehingga topik sensitif tersebut lebih mudah untuk dibahas. Selain itu, pastikan ibu sudah mengerti secara mendalam tentang topik yang akan dibicarakan dengan anak. Agar ketika anak bertanya, ibu dapat menjawabnya dengan sejelas-jelasnya.
Beberapa orangtua mungkin akan menemukan topik yang sulit diprediksi, maka sebaiknya tampung terlebih dahulu dan jelaskan padanya di kemudian hari.
Masukkan pertanyaan tersebut pada daftar topik yang harus dipaparkan. Jangan sampai topik yang ditanyakannya tersebut tidak mendapatkan jawaban apapun. Berikut beberapa cara untuk bicara pada anak terkait topik sensitif:
1. Menciptakan Situasi yang Tepat
Salah satu hal yang harus diterapkan agar ibu dapat berbicara pada anak terkait topik yang sensitif adalah menciptakan atau menunggu situasi dan waktu yang tepat. Ibu juga harus memperhatikan waktu penyampaiannya.
Usahakan untuk tidak melakukannya di malam hari, karena mungkin ia sudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Cobalah untuk memilih tempat dan waktu yang santai agar anak benar-benar mengerti tentang hal yang disampaikan.
2. Saat Memulai Percakapan
Memang tidak mudah untuk memulai percakapan yang sensitif pada anak. Hal yang harus ibu lakukan adalah mengambil pendekatan yang lebih halus agar obrolan dapat masuk secara mulus tanpa memaksakan topik.
Menonton TV bersama dapat menjadi salah satu cara untuk masuk ke topik yang ingin dibicarakan apabila ada konteks yang mendekati. Ibu dapat meminta pendapat anak terkait hal tersebut dan perlakuan apa yang dilakukannya jika mengalami situasi yang sama.
Simak informasi lain mengenai Pola Asuh Anak? Gejala, Penyebab dan Pengobatannya berikut ini.
3. Mendengarkan Pendapatnya
Usahakan untuk tidak melakukan pembicaraan yang terkesan satu arah. Cobalah untuk melibatkannya dengan meminta pendapatnya, agar Si Kecil merasa dilibatkan. Dengarkan segala yang dikatakannya dan tanyakan segala sesuatu yang ada di pikirannya.
Berikan juga ia waktu, karena wajar jika anak-anak gugup untuk menjawab. Selain itu, ibu juga dapat memberikan kesempatan anak untuk bertanya tentang topik sensitif tersebut.
Jika butuh saran lebih lanjut mengenai hal ini, berikut Rekomendasi Psikolog Anak di Halodoc yang bisa dihubungi.
Tips Tambahan dalam Berkomunikasi dengan Anak
Selain cara di atas, orang tua juga bisa menerapkan tips berikut dalam berkomunikasi dengan anak:
- Gunakan buku atau sumber daya lain: Buku, artikel, atau video edukatif dapat membantu membuka percakapan dan memberikan informasi yang akurat.
- Bicaralah secara bertahap: Jangan mencoba membahas semua topik sekaligus. Pecah percakapan menjadi beberapa sesi yang lebih pendek dan fokus.
- Jadilah contoh yang baik: Tunjukkan kepada anak bagaimana cara berbicara tentang emosi dan mengatasi masalah dengan cara yang sehat.
- Bersikap terbuka terhadap pertanyaan: Dorong anak untuk bertanya apa pun yang ada di pikiran mereka, dan jawab dengan jujur dan sabar.
Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan ketika ingin bicara dengan anak tentang topik yang sensitif. Ibu juga dapat mendiskusikan perihal ini dengan psikolog di Halodoc. Dengan begitu, ibu bisa mengetahui langkah yang tepat untuk menghadapi hal ini.
Jangan khawatir, psikolog di Halodoc tersedia 24 jam sehingga ibu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi psikolog terpercaya:



