Ad Placeholder Image

Tips Memilih Pot Urine Steril untuk Cek Kesehatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Fungsi Pot Urine dan Cara Penggunaannya Secara Benar

Tips Memilih Pot Urine Steril untuk Cek KesehatanTips Memilih Pot Urine Steril untuk Cek Kesehatan

DAFTAR ISI


Pemeriksaan urine atau urinalisis merupakan salah satu tes medis dasar yang sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Melalui sampel urine, dokter dapat mendeteksi berbagai macam kondisi medis sejak dini, mulai dari infeksi saluran kemih (ISK), gangguan fungsi ginjal, diabetes melitus, hingga masalah pada organ hati. Karena urine adalah produk limbah cair yang disaring oleh ginjal dari darah, komposisinya sangat mencerminkan kondisi metabolisme dan kebersihan sistem saluran kemih kamu.

Namun, tahukah kamu bahwa keakuratan hasil tes urine sangat bergantung pada bagaimana sampel tersebut ditampung dan disimpan? Di sinilah peran penting pot urine. Pot urine adalah wadah khusus berbahan plastik medis yang dirancang sedemikian rupa untuk menampung sampel urine tanpa mengkontaminasinya. Penggunaan wadah sembarangan seperti botol bekas atau gelas plastik biasa sangat tidak dianjurkan karena residu bakteri, debu, atau zat kimia pada wadah tersebut dapat merusak komponen urine dan memberikan hasil diagnosis yang salah.

Ada berbagai jenis wadah penampung urine yang tersedia di pasaran, mulai dari yang berukuran kecil untuk tes kehamilan mandiri di rumah (menggunakan test pack), hingga yang berukuran lebih besar dan berstatus steril untuk keperluan kultur bakteri di laboratorium. Pemilihan jenis wadah harus disesuaikan dengan jenis tes yang akan kamu jalani. Untuk tes kultur urine yang bertujuan mencari jenis bakteri penyebab infeksi, kamu wajib menggunakan wadah yang benar-benar steril agar bakteri dari luar tidak ikut tumbuh di dalam sampel.

Jika kamu dijadwalkan untuk melakukan tes urine mandiri atau membutuhkan wadah untuk tes kehamilan, kamu tidak perlu repot mencari ke luar rumah. Kamu bisa beli pot urine dan produk kesehatan lainnya secara mudah dan praktis melalui layanan apotek terpercaya. Pastikan kamu selalu memiliki persediaan alat kesehatan dasar di rumah untuk memudahkan pemantauan kesehatan kapan saja dibutuhkan.

Rekomendasi Pot Urine

Berikut adalah beberapa jenis wadah penampung urine yang umum digunakan dan bisa kamu dapatkan dengan mudah. Pastikan kamu memilih jenis dan ukuran yang sesuai dengan instruksi dari dokter atau petugas laboratorium tempat kamu akan memeriksakan diri.

1. Pot Urine 60 ml Non Steril

Pot Urine 60 ml Non Steril adalah wadah penampung urine standar yang paling sering digunakan untuk pemeriksaan urinalisis rutin. Wadah ini terbuat dari bahan plastik polipropilena yang jernih sehingga memudahkan petugas laboratorium untuk mengamati warna dan kekeruhan urine secara makroskopis. Produk ini biasanya dilengkapi dengan tutup berulir (screw cap) yang rapat untuk mencegah kebocoran selama sampel dibawa ke laboratorium. Meskipun tidak melalui proses sterilisasi tingkat tinggi, wadah ini sudah sangat cukup dan aman digunakan untuk tes urine makroskopis, mikroskopis, dan tes kimiawi (menggunakan dipstick) seperti cek protein, glukosa, dan pH urine. Produk ini merupakan alat kesehatan sekali pakai (disposable).

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pot Urine 60 ml Non Steril di Toko Kesehatan Halodoc

2. Pot Urine 60 ml Steril Tutup Kuning

Jika dokter mencurigai kamu mengalami infeksi saluran kemih dan memerlukan tes kultur urine, Pot Urine 60 ml Steril adalah pilihan yang wajib digunakan. Berbeda dengan wadah biasa, pot steril ini telah melewati proses sterilisasi (biasanya menggunakan gas etilen oksida atau radiasi gamma) dan dikemas dalam plastik kedap udara satu per satu. Hal ini menjamin tidak ada satu pun bakteri atau spora jamur dari lingkungan luar yang ada di dalam wadah sebelum digunakan. Tutupnya yang sering kali berwarna kuning atau merah didesain agar sangat kedap cairan. Cara penggunaannya pun harus ekstra hati-hati; kamu tidak boleh menyentuh bagian dalam wadah maupun bagian dalam tutupnya dengan jari tangan. Produk ini merupakan alat kesehatan sekali pakai berstandar laboratorium.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pot Urine 60 ml Steril di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Menampung Urine Midstream (Porsi Tengah)
  1. Cuci tangan secara menyeluruh menggunakan sabun dan air mengalir sebelum membuka kemasan wadah.
  2. Bersihkan area genital (lubang kencing) menggunakan tisu basah khusus atau air dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus masuk ke saluran kemih.
  3. Buka tutup wadah dengan hati-hati. Jangan sentuh bagian dalam tutup dan bagian dalam wadah. Letakkan tutup dengan posisi bagian dalamnya menghadap ke atas.
  4. Keluarkan sedikit urine pertama ke dalam kloset, lalu tahan sebentar.
  5. Tampung urine aliran tengah (midstream) ke dalam wadah hingga terisi sekitar setengah atau sesuai batas ukur (biasanya 30-40 ml).
  6. Singkirkan wadah, lalu lanjutkan berkemih sisa urine ke dalam kloset. Tutup wadah dengan sangat rapat dan segera serahkan ke laboratorium.

3. Pot Urine 20 ml

Bagi kamu yang hanya membutuhkan wadah untuk tes cepat (rapid test) mandiri di rumah, seperti menggunakan test pack kehamilan, tes ovulasi, atau tes deteksi narkoba melalui urine, Pot Urine ukuran 20 ml adalah pilihan yang sangat praktis dan ekonomis. Ukurannya yang mungil membuatnya lebih mudah digunakan dan tidak memakan tempat saat dibuang. Wadah ini terbuat dari plastik yang cukup tebal dan transparan. Karena volume yang dibutuhkan untuk mencelupkan strip indikator (test pack) hanyalah sedikit, ukuran 20 ml sudah sangat memadai. Pastikan untuk langsung membuang sisa urine ke kloset dan membuang wadah plastik ini ke tempat sampah setelah pemakaian. Produk ini adalah alat kesehatan habis pakai rumah tangga.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pot Urine 20 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Pot Dahak dan Urine 30 ml

Pot Dahak dan Urine 30 ml adalah wadah multifungsi yang dirancang agak lebih lebar (mulut lebar atau wide mouth) untuk memudahkan pasien menampung spesimen, baik itu urine maupun sputum (dahak). Desain mulut yang lebar sangat membantu meminimalisir risiko spesimen tumpah atau mengenai bagian luar wadah saat proses penampungan. Wadah ini umumnya dilengkapi dengan skala ukur volume di sisi luarnya untuk memudahkan penandaan. Materialnya kokoh dan tahan terhadap perubahan suhu, sehingga aman jika sampel perlu disimpan di lemari pendingin sementara waktu sebelum diantar ke fasilitas kesehatan. Produk ini termasuk alat penunjang diagnostik sekali pakai.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pot Dahak dan Urine 30 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Persiapan Sebelum Melakukan Tes Urine

Untuk mendapatkan hasil laboratorium yang akurat dan mencegah pengulangan tes, ada beberapa hal krusial yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan pengambilan sampel urine. Pertama, perhatikan hidrasi tubuh kamu. Minumlah air putih dalam jumlah normal. Jangan sengaja minum terlalu banyak air sesaat sebelum tes dengan harapan agar lebih mudah berkemih. Urine yang terlalu encer (sangat bening) dapat mengaburkan konsentrasi zat-zat kimia di dalamnya, sehingga kelainan ringan mungkin tidak terdeteksi oleh alat laboratorium.

Kedua, informasikan kepada dokter mengenai semua obat-obatan, vitamin, maupun suplemen yang sedang kamu konsumsi. Beberapa jenis vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C dosis tinggi, dapat mengubah warna urine menjadi kuning pekat atau oranye terang. Obat-obatan tertentu seperti rifampisin (obat tuberkulosis) atau phenazopyridine (obat pereda nyeri saluran kemih) bahkan dapat membuat urine berwarna kemerahan, yang bisa disalahartikan sebagai darah. Selain itu, hindari konsumsi makanan dengan pewarna alami yang kuat seperti buah bit atau buah naga sehari sebelum tes.

Ketiga, jika kamu sedang dalam masa menstruasi, sangat penting untuk memberi tahu petugas laboratorium. Darah menstruasi yang secara tidak sengaja tercampur ke dalam pot urine akan memengaruhi hasil tes, di mana laporan laboratorium akan menunjukkan adanya eritrosit (sel darah merah) dalam jumlah tinggi. Jika tes urine tidak terlalu mendesak, dokter biasanya akan menyarankan untuk menunda pemeriksaan hingga siklus menstruasi kamu selesai sepenuhnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu melakukan tes urine mandiri dan menemukan warna urine kemerahan (berdarah), berbusa tebal, atau kamu merasakan gejala nyeri hebat saat buang air kecil yang disertai demam dan sakit pinggang bawah, jangan menunda pengobatan. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan resep obat yang tepat sebelum infeksi menyebar ke ginjal.

Hasil Tes Urine Bikin Khawatir? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah melihat hasil tes laboratorium, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Studi Terkait

Penelitian terus berkembang mengenai efektivitas material wadah medis. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Laboratory Analysis pada tahun 2026 menyoroti bahwa penggunaan pot urine non-steril untuk menampung sampel yang lebih dari 4 jam tanpa pendinginan dapat meningkatkan angka false positive pada diagnosis bakteriuria tanpa gejala hingga 45%. Studi ini menegaskan betapa pentingnya menggunakan pot yang berstandar medis (khususnya yang steril) dan proses pengantaran spesimen yang cepat ke laboratorium (di bawah 2 jam).

Sementara itu, jurnal International Urology and Nephrology (2026) melaporkan evaluasi mengenai teknik midstream (aliran tengah). Riset tersebut membuktikan bahwa pasien yang diberikan instruksi visual secara mendetail mengenai cara membersihkan area genital sebelum buang air kecil ke dalam pot urine berhasil menurunkan tingkat kontaminasi sel epitel skuamosa pada sampel urine mereka sebesar 60%, yang sangat berdampak pada kejelasan diagnosis di bawah mikroskop.

Referensi

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium Urine Rutin di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Guidelines on Standard Operating Procedures for Clinical Urine Testing.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Urinalysis: Purpose, Procedure, and Results.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Preanalytical Errors in Urinalysis: The Impact of Specimen Collection and Transport Containers.

FAQ

1. Apakah saya bisa menggunakan botol kaca bekas selai untuk tes urine?
Sangat tidak dianjurkan. Botol bekas dari rumah, meskipun sudah dicuci dengan sabun, masih mengandung residu bahan kimia, sabun, atau bakteri mikroskopis yang akan bereaksi dengan zat dalam urine. Hal ini dapat membuat hasil tes laboratorium menjadi tidak akurat atau invalid. Selalu gunakan pot urine khusus berbahan plastik medis.

2. Kapan waktu yang paling tepat untuk mengambil sampel urine?
Waktu terbaik sangat bergantung pada tujuan pemeriksaan. Namun, secara umum, urine pertama di pagi hari (sesaat setelah bangun tidur) adalah yang paling direkomendasikan. Pada pagi hari, urine berada pada tingkat konsentrasi paling tinggi karena berada di kandung kemih semalaman, sehingga abnormalitas seperti adanya protein atau hormon kehamilan (hCG) akan lebih mudah dan jelas terdeteksi.

3. Berapa lama urine boleh didiamkan di dalam pot sebelum diserahkan ke lab?
Sampel urine idealnya harus dianalisis di laboratorium dalam waktu kurang dari 1 hingga 2 jam sejak ditampung di dalam wadah. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan, bakteri akan berkembang biak secara eksponensial, sel-sel darah (jika ada) akan hancur, dan pH urine akan berubah drastis. Jika kamu tidak bisa segera membawanya, simpan pot tersebut di dalam kulkas (jangan dibekukan) maksimal hingga 24 jam.

4. Bagaimana cara membuang pot urine setelah digunakan untuk tes mandiri di rumah?
Untuk membuangnya dengan aman, pertama pastikan sisa urine di dalam wadah dibuang sepenuhnya ke dalam lubang kloset dan disiram. Setelah wadah kosong, bilas wadah plastik tersebut dengan sedikit air kran, lalu bungkus rapat wadah menggunakan kantong plastik kecil atau kertas koran sebelum membuangnya ke tempat sampah umum tangga. Hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga.