Ad Placeholder Image

Tips Merawat Rambut Usai Jalani Keratin Smoothing

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Rambut akan menjadi sangat rentan setelah menjalani keratin smoothing.

Tips Merawat Rambut Usai Jalani Keratin SmoothingTips Merawat Rambut Usai Jalani Keratin Smoothing

DAFTAR ISI


Rambut sering kali dianggap sebagai mahkota, terutama bagi para wanita. Kondisi rambut yang sehat, berkilau, dan mudah diatur tentu menjadi idaman banyak orang. Sayangnya, iklim tropis di Indonesia dengan tingkat kelembapan yang tinggi sering kali membuat rambut rentan menjadi kering, mengembang, dan kusut (frizzy). Untuk mengatasi masalah ini, berbagai perawatan rambut di salon pun bermunculan, dan salah satu yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir adalah perawatan smoothing keratin atau keratin treatment.

Perawatan ini digadang-gadang mampu menyulap rambut yang singa dan rusak menjadi lurus alami, jatuh, halus, dan berkilau seketika. Berbeda dengan teknik pelurusan rambut konvensional seperti rebonding yang mengubah struktur asli rambut secara permanen dan sering kali membuat rambut terlihat kaku, keratin bekerja dengan cara mengisi celah-celah kosong pada batang rambut yang rusak. Hasilnya, rambut tidak hanya menjadi lebih lurus, tetapi juga tampak jauh lebih sehat dan ternutrisi.

Namun, karena sifatnya yang tidak mengubah ikatan struktur dalam rambut secara permanen, efek dari perawatan ini perlahan-lahan akan memudar seiring berjalannya waktu. Hal ini sering kali memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat yang ingin mencoba perawatan ini: sebenarnya, smoothing keratin tahan berapa lama? Apakah sepadan dengan biaya yang dikeluarkan? Dan bagaimana cara merawatnya agar efek lurus dan halusnya bisa bertahan lebih lama?

Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan perawatan ini atau baru saja pulang dari salon setelah melakukan keratin, penting untuk memahami secara mendalam tentang prosedur ini. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai ketahanan smoothing keratin, faktor yang memengaruhinya, hingga tips perawatan dan risiko medis yang perlu kamu waspadai!

Memahami Anatomi Rambut dan Fungsi Keratin

Sebelum membahas lebih jauh mengenai ketahanan perawatan ini, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa itu keratin. Keratin adalah jenis protein struktural berserat yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Protein inilah yang menjadi bahan pembangun utama pembentuk rambut, kuku, dan lapisan luar kulit manusia. Pada rambut, keratin membentuk sekitar 85 hingga 90 persen dari keseluruhan struktur batang rambut.

Batang rambut manusia terdiri dari tiga lapisan utama. Lapisan paling luar disebut kutikula, yang bentuknya menyerupai sisik ikan atau genteng atap rumah yang saling tumpang tindih. Fungsi kutikula adalah melindungi bagian dalam rambut. Lapisan kedua adalah korteks, yang mengandung pigmen warna (melanin) dan menentukan kekuatan serta elastisitas rambut. Lapisan terdalam adalah medula, yang biasanya hanya terdapat pada rambut yang tebal.

Ketika rambut sering terpapar bahan kimia (seperti pewarna, bleaching), panas dari alat styling (catokan, hair dryer), sinar UV matahari, atau polusi, kutikula rambut akan terbuka, rusak, atau bahkan terkelupas. Akibatnya, rambut kehilangan kelembapan alaminya, protein keratin alami di dalamnya rusak, dan rambut menjadi berpori. Kondisi inilah yang membuat rambut terlihat kusam, bercabang, mengembang, dan sulit diatur.

Perawatan smoothing keratin di salon bekerja dengan cara memasukkan protein keratin buatan (biasanya berasal dari bulu domba, wol, atau bahan sintetis) ke dalam kutikula rambut yang berpori dan rusak tersebut. Setelah cairan keratin diaplikasikan, rambut akan dikeringkan dan dicatok dengan suhu tinggi (biasanya sekitar 230 derajat Celcius). Panas yang tinggi ini berfungsi untuk menyegel atau “mengunci” keratin ke dalam batang rambut. Hasilnya, lapisan kutikula kembali tertutup rapat dan halus, sehingga rambut menjadi jatuh, tidak mengembang, dan memantulkan cahaya dengan sempurna (berkilau).

Smoothing Keratin Tahan Berapa Lama?

Jawaban atas pertanyaan smoothing keratin tahan berapa lama tidak bisa disamaratakan untuk setiap orang. Namun, secara umum dan berdasarkan klaim dari sebagian besar penata rambut profesional serta produsen produk keratin, hasil dari smoothing keratin biasanya bertahan antara 3 hingga 6 bulan.

Perawatan ini bersifat semi-permanen. Artinya, lapisan keratin yang telah disegel ke dalam rambut tersebut lambat laun akan terkikis dan luruh seiring dengan frekuensi kamu mencuci rambut dan paparan faktor eksternal lainnya. Berikut adalah gambaran fase ketahanan keratin pada rambut dari bulan ke bulan:

1. Bulan Pertama: Masa Adaptasi dan Hasil Optimal

Pada bulan pertama setelah perawatan, rambut kamu akan berada dalam kondisi paling prima. Rambut akan sangat halus, lurus, dan sama sekali tidak mengembang meskipun kamu berada di tempat yang lembap. Pada masa ini, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan dan menata rambut setelah keramas akan berkurang drastis, hingga 50 persen lebih cepat dari biasanya.

2. Bulan Kedua hingga Ketiga: Fase Pemeliharaan

Memasuki bulan kedua dan ketiga, kamu mungkin mulai melihat sedikit perubahan, terutama jika kamu memiliki jenis rambut asli yang sangat keriting atau mengembang. Batang rambut mungkin tidak selurus pada minggu-minggu pertama, namun tetap jauh lebih mudah diatur, tidak kusut, dan kilaunya masih bertahan. Pada fase ini, tekstur asli rambut mungkin mulai terlihat sedikit di bagian pangkal jika rambutmu tumbuh dengan cepat.

3. Bulan Keempat hingga Keenam: Fase Pudar (Fading Phase)

Pada fase ini, lapisan keratin yang menyelimuti batang rambut sudah banyak yang terkikis akibat keramas, gesekan, dan paparan cuaca. Rambut akan mulai kembali ke tekstur aslinya secara perlahan. Bagian rambut yang baru tumbuh dari akar (new growth) akan murni membawa tekstur asli rambutmu. Di bulan kelima atau keenam, rambut biasanya sudah kembali sepenuhnya ke kondisi aslinya sebelum di-keratin, dan ini adalah waktu yang tepat jika kamu ingin melakukan retouch atau perawatan ulang.

Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Keratin

Mengapa ada orang yang efek keratinnya hanya bertahan 2 bulan, sementara yang lain bisa sampai 6 bulan? Ketahanan perawatan ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi internal rambut hingga rutinitas perawatan sehari-hari. Berikut adalah faktor-faktor utamanya:

1. Jenis dan Tekstur Asli Rambut

Rambut yang sangat keriting (coily) atau kasar secara alami akan lebih cepat memperlihatkan tekstur aslinya saat lapisan keratin mulai menipis dibandingkan dengan rambut yang pada dasarnya bergelombang ringan (wavy). Selain itu, rambut yang sangat berpori (sangat rusak akibat bleaching) mungkin awalnya menyerap keratin dengan baik, tetapi juga bisa melepaskannya lebih cepat jika tidak dirawat dengan hati-hati.

2. Frekuensi Mencuci Rambut (Keramas)

Air dan detergen (surfaktan) dalam sampo adalah musuh utama dari keratin buatan. Semakin sering kamu mencuci rambut, semakin cepat pula lapisan keratin tersebut luntur. Jika kamu terbiasa keramas setiap hari, hasil keratin mungkin hanya bertahan sekitar 2 hingga 3 bulan. Sebaliknya, jika kamu bisa membatasi keramas hanya 2 hingga 3 kali seminggu, keratin bisa bertahan hingga 5 atau 6 bulan.

3. Jenis Produk Perawatan Rambut yang Digunakan

Penggunaan sampo biasa yang mengandung sulfat (seperti Sodium Lauryl Sulfate/SLS atau Sodium Laureth Sulfate/SLES) akan dengan cepat mengikis lapisan pelindung keratin. Sulfat adalah agen pembersih keras yang menghasilkan busa melimpah, namun sifatnya melucuti minyak alami dan zat asing pada rambut, termasuk keratin. Oleh karena itu, wajib menggunakan sampo berlabel sulfate-free.

4. Paparan Air Klorin dan Air Asam (Saltwater)

Suka berenang? Kamu harus ekstra hati-hati. Air kolam renang yang mengandung klorin tinggi atau air laut yang asin dapat merusak dan melarutkan lapisan keratin dengan sangat cepat. Bahkan, satu sesi berenang tanpa pelindung rambut sudah cukup untuk membuat rambut kembali kusam dan mengembang.

Faktor Pemicu Lunturnya Keratin Lebih Cepat
  1. Keramas dengan air yang terlalu panas, karena air panas membuka kutikula rambut.
  2. Menggunakan sampo anti-ketombe berbahan keras atau sampo yang mengandung sulfat dan paraben.
  3. Terlalu sering berenang di air laut atau kolam berklorin tanpa membilas rambut dengan air bersih terlebih dahulu.
  4. Terlalu sering menggunakan alat catok dengan suhu di atas 200 derajat Celcius di rumah, yang dapat merusak sisa keratin.

Cara Merawat Rambut Pasca Keratin agar Tahan Lama

Untuk memaksimalkan investasi perawatan rambut yang tidak murah ini, perawatan setelahnya (aftercare) adalah kunci utamanya. Berikut adalah panduan merawat rambut setelah menjalani smoothing keratin:

1. Aturan 72 Jam Pertama yang Sangat Krusial

Tiga hari pertama setelah keluar dari salon adalah masa kritis. Keratin masih membutuhkan waktu untuk menetap dan meresap sempurna ke dalam struktur rambut. Pada periode 72 jam ini, kamu dilarang keras untuk mencuci rambut, membiarkan rambut terkena air hujan, atau bahkan berkeringat berlebihan di area kulit kepala. Selain itu, jangan mengikat rambut, menjepit rambut, atau menyelipkan rambut di belakang telinga, karena hal tersebut dapat meninggalkan bekas tekukan permanen pada rambut yang masih dalam proses penguncian struktur.

2. Gunakan Sampo dan Kondisioner Bebas Sulfat

Seperti yang telah dibahas, segera ganti semua produk perawatan rambutmu dengan yang diformulasikan khusus tanpa sulfat (sulfate-free) dan tanpa klorida (sodium chloride-free). Garam dan sulfat adalah pengikis keratin paling cepat. Pilihlah sampo yang diperkaya dengan keratin tambahan atau asam amino untuk membantu memperpanjang umur perawatan.

3. Tidur dengan Sarung Bantal Sutra atau Satin

Sarung bantal berbahan katun memiliki tekstur yang dapat menciptakan gesekan kasar pada batang rambut saat kamu bergerak dalam tidur. Gesekan ini tidak hanya membuat rambut kusut, tetapi juga mempercepat pengikisan lapisan keratin. Mengganti sarung bantal dengan bahan sutra (silk) atau satin akan membuat rambut meluncur dengan mulus tanpa gesekan berlebih.

4. Nutrisi Rambut dari Dalam

Selain merawat dari luar, menjaga kekuatan rambut dari dalam juga tak kalah penting. Mengonsumsi makanan tinggi protein, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks (terutama Biotin) dapat membantu folikel rambut menumbuhkan rambut baru yang lebih kuat. Jika asupan makanan harian dirasa kurang, kamu bisa melengkapinya dengan suplemen pendukung. Kamu bisa beli vitamin rambut online di Halodoc yang tersedia lengkap dan dikirimkan langsung ke rumahmu.

Risiko dan Efek Samping Keratin Smoothing Secara Medis

Di balik kilau dan halusnya rambut pasca keratin, terdapat risiko kesehatan yang perlu kamu pertimbangkan secara matang. Perawatan keratin kimiawi di salon tidak 100% aman, terutama karena bahan kimia yang digunakan di dalamnya.

1. Paparan Formaldehida (Formalin)

Meskipun banyak produk salon saat ini mengklaim “formaldehyde-free”, faktanya, agar rambut bisa lurus dan bertahan berbulan-bulan, sebagian besar cairan keratin mengandung bahan kimia seperti methylene glycol, formalin, methanal, atau methanediol. Ketika bahan-bahan ini dipanaskan dengan alat catok bersuhu tinggi, mereka akan melepaskan gas formaldehida ke udara. Menghirup gas formaldehida dapat menyebabkan iritasi parah pada mata (mata pedih dan berair), hidung (hidung gatal dan tenggorokan gatal), hingga memicu masalah pernapasan.

2. Reaksi Alergi dan Dermatitis Kontak

Bahan kimia yang diaplikasikan pada rambut bisa saja mengenai kulit kepala atau leher. Bagi individu yang memiliki kulit sensitif, hal ini dapat memicu dermatitis kontak alergi maupun iritan. Gejalanya meliputi kulit kepala kemerahan, gatal hebat, rasa terbakar, hingga munculnya ruam dan lepuh pada kulit kepala atau garis rambut (hairline).

3. Kerusakan Rambut Jangka Panjang (Hair Breakage)

Jika suhu alat catok yang digunakan oleh penata rambut terlalu panas atau teknik pencatokan dilakukan berulang-ulang pada area yang sama secara berlebihan, batang rambut bisa “matang” dan gosong. Alih-alih mendapatkan rambut halus, pasca efek keratin habis, rambut justru akan menjadi sangat rapuh, patah di tengah batang, dan rontok parah. Panas ekstrem dapat menghancurkan ikatan disulfida rambut sepenuhnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Perawatan kecantikan seharusnya tidak membuat kamu jatuh sakit. Segera hentikan pemakaian produk perawatan rambut apa pun dan cari bantuan medis jika kamu mengalami kondisi berikut setelah melakukan smoothing keratin:

  • Gatal yang tidak tertahankan dan sensasi terbakar pada kulit kepala yang tak kunjung hilang dalam 24 jam.
  • Kulit kepala mengelupas parah, berdarah, atau mengeluarkan cairan kuning (tanda infeksi atau luka bakar kimia).
  • Rambut rontok dalam gumpalan besar (alopesia) melebihi batas normal.
  • Sesak napas atau batuk terus-menerus setelah menghirup uap kimia di salon.

Jangan mengobati luka bakar kulit kepala atau kerontokan ekstrem dengan obat bebas tanpa diagnosis yang tepat. Kamu bisa konsultasi ke dokter spesialis kulit (dermatolog) di Halodoc untuk mendapatkan resep obat antiradang atau kortikosteroid topikal yang aman dan sesuai dengan kondisimu.

Studi Mengenai Keamanan Perawatan Keratin

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah mengeluarkan peringatan berulang kali mengenai bahaya produk pelurus rambut (hair smoothing products) yang melepaskan gas formaldehida saat dipanaskan. Studi dan investigasi FDA menunjukkan bahwa meskipun label produk menuliskan “bebas formaldehida”, bahan aktif pengawet di dalamnya sering kali akan berubah bentuk menjadi gas karsinogenik tersebut saat terkena panas catokan. Oleh karena itu, disarankan bagi salon untuk memiliki ventilasi udara yang sangat baik dan bagi individu hamil atau memiliki riwayat asma untuk menghindari perawatan ini.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Dermatology (AAD). Diakses pada 2024. How to Stop Damaging Your Hair.
U.S. Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. Hair Smoothing Products That Release Formaldehyde When Heated.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Keratin Treatments: Are They Good For Your Hair?
Healthline. Diakses pada 2024. What to Expect from a Keratin Hair Treatment.
WebMD. Diakses pada 2024. Keratin Hair Treatments: What to Expect.

FAQ

1. Smoothing keratin tahan berapa lama secara maksimal?

Secara maksimal, jika dirawat dengan sangat baik, jarang dicuci, dan selalu menggunakan sampo bebas sulfat, hasil dari perawatan smoothing keratin bisa bertahan hingga 5 atau 6 bulan sebelum benar-benar pudar ke bentuk rambut aslinya.

2. Apakah boleh mencuci rambut setiap hari setelah perawatan keratin?

Tidak disarankan. Mencuci rambut setiap hari akan mempercepat proses lunturnya lapisan keratin pada batang rambut. Sebaiknya keramas cukup 2-3 kali seminggu, dan gunakan dry shampoo jika kulit kepala terasa berminyak di hari-hari tidak keramas.

3. Apakah keratin smoothing aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Kebanyakan ahli medis tidak menyarankan ibu hamil dan menyusui untuk melakukan perawatan keratin yang mengandung bahan kimia pelepas formaldehida, karena gas beracun tersebut dapat terhirup dan berpotensi memengaruhi perkembangan janin atau masuk ke dalam tubuh.

4. Bisakah saya mewarnai rambut setelah melakukan keratin?

Sangat disarankan untuk mewarnai rambut sebelum melakukan perawatan keratin, karena keratin akan membantu mengunci warna agar lebih berkilau. Jika ingin mewarnai setelah keratin, kamu harus menunggu minimal 2 hingga 3 minggu agar bahan pewarna rambut tidak merusak lapisan pelindung keratin yang baru terbentuk.