• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma yang Dialami Orang tua Bisa Pengaruhi Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma yang Dialami Orang tua Bisa Pengaruhi Anak

Trauma yang Dialami Orang tua Bisa Pengaruhi Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 November 2022

“Anak-anak dari orang tua yang memiliki pengalaman masa kecil yang traumatis memiliki risiko mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Mereka juga rentan mengalami masalah kesehatan mental lainnya.”

Trauma yang Dialami Orang tua Bisa Pengaruhi AnakTrauma yang Dialami Orang tua Bisa Pengaruhi Anak

Halodoc, Jakarta –  Orang tua bisa mentransfer trauma yang dialaminya di masa kecil, remaja ataupun dewasa ke anaknya. Orang tua yang memiliki banyak pengalaman traumatis atau stres selama masa kanak-kanak mungkin lebih cenderung memiliki anak dengan masalah perilaku. 

Pengalaman masa kanak-kanak yang memicu trauma ini seperti menyaksikan orang tua bertengkar, bercerai, pengalaman dengan  penyalahgunaan obat, ataupun punya masalah mental. Informasi lengkap mengenai bagaimana trauma yang dialami orang tua bisa memengaruhi anak bisa dibaca di sini! 

Trauma Orang Tua Bisa Memengaruhi Pola Asuh

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Science Daily, disebutkan kalau trauma masa kanak-kanak dapat menempatkan pada risiko kesehatan fisik dan mental di kemudian hari.

Studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua yang memiliki pengalaman masa kecil yang merugikan memiliki risiko dua kali lipat mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Mereka juga empat kali lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental. Selain itu, pengalaman masa kecil seorang ibu memiliki efek buruk yang lebih kuat pada kesehatan perilaku anak daripada pengalaman ayah.

Trauma yang dialami orang tua pada masa kecil bisa memengaruhi gaya pengasuhan kepada anak, mencakup:

1. Penghindaran

Penghindaran adalah salah satu gejala yang paling menonjol dari trauma yang belum terselesaikan. Orang tua mungkin secara sadar atau tidak sadar menghindari perasaan, ingatan, atau situasi yang mengingatkan tentang trauma masa lalu. Oleh karena itu, ketika itu  berkaitan dengan anak, orang tua cenderung menjadi tidak terlibat dalam kehidupan anak atau memilih untuk menenggelamkan perasaan-perasaan tertentu. 

2. Terlalu Melindungi Anak

Keinginan untuk terlalu melindungi anak dari dunia mungkin berasal langsung dari trauma orang tua. Intinya, orang tua berusaha melindungi anak dari apa yang terjadi dengan mereka ketika masih kecil 

Namun, terlalu melindungi anak dapat membatasi pengalaman mereka. Atau itu bisa menjadi penghalang antara orang tua dan anak terkait pembahasan mengenai hal-hal sensitif, misalnya pendidikan seks. 

3. Terlalu Mengontrol

Trauma yang dialami orang tua bisa membuat ayah dan ibu menjadi terlalu mengontrol anak. Anak-anak dari orang tua yang terlalu mengontrol dapat menjadi pemberontak atau mungkin tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi mandiri.

Banyak juga anak dengan orang tua yang terlalu mengontrol malah mengembangkan perilaku maladaptif untuk mengelola perasaan mereka, seperti gangguan makan atau penyalahgunaan zat.

4. Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Terkadang trauma masa lalu membuat orang tua malah mengabaikan kebutuhan emosional anak. Pada dasarnya, mengasuh anak secara alami menciptakan lingkungan di mana orang tua dan anak-anak sering dihadapkan pada sejumlah emosi yang rentan.

Anak-anak dengan orang tua yang tidak tersedia secara emosional cenderung mengalami kesulitan menoleransi kerentanan atau mengatur emosi mereka sendiri. Akhirnya, ini membuat anak tidak mendapatkan kebutuhan emosional dari orang tuanya. 

Menyelesaikan trauma masa lalu sangat penting supaya orang tua tidak melanjutkan trauma sebelumnya kepada anak. Jika orang tua merasa ada pengalaman masa kecil yang masih membekas dan memengaruhi pola asuh, orang tua bisa melakukan konsultasi dengan psikolog. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Science Daily. Diakses pada 2022. Parents who had severe trauma, stresses in childhood more likely to have kids with behavioral health problems.
Life Care. Diakses pada 2022. How Childhood Trauma Affects Parenting Styles.