• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Corona: Jumlah Pasien Hingga Vaksin COVID-19 yang Ditangguhkan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Corona: Jumlah Pasien Hingga Vaksin COVID-19 yang Ditangguhkan

Update Corona: Jumlah Pasien Hingga Vaksin COVID-19 yang Ditangguhkan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 Maret 2021
Update Corona: Jumlah Pasien Hingga Vaksin COVID-19 yang Ditangguhkan

Halodoc, Jakarta – Virus corona masih menjadi pandemi di seluruh bagian dunia. Hampir setiap hari ada korban yang terinfeksi virus ini. Kabar baiknya, pemberian vaksin untuk membantu memutus mata rantai penularan virus sudah mulai dilakukan. Lantas, bagaimana update corona terkait jumlah pasien hingga cakupan vaksin COVID-19 di dunia? 

Pemberian vaksin sudah mulai dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sejumlah kelompok yang rentan terserang virus, termasuk lansia, sudah mulai mendapat suntikan vaksin dosis pertama. Sayangnya, saat ini tengah beredar pemberitaan terkait vaksin COVID-19 yang ditangguhkan. Sehingga, ada imbauan untuk menangguhkan vaksinasi sementara. 

Baca juga: Update Vaksin Corona: Ini yang Harus Diketahui tentang Pfizer dan BionTech

Virus Corona dan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia 

Infeksi virus corona masih terus terjadi dan menelan korban di seluruh dunia. Melansir Kemenkes, per tanggal 18 Maret 2021, ada setidaknya 1,443,853 orang yang sudah terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 1,272,958 orang yang dinyatakan sembuh sementara korban yang meninggal karena virus ini mencapai 39,142 orang. 

Sementara menurut Worldometers, angka infeksi virus corona hingga tanggal 15 Maret 2021 mencapai 120,399,298. Dari data tersebut, sebanyak 2,664,622 orang dinyatakan meninggal dunia, dan ada setidaknya 96,944,566 orang yang sembuh dan pulih. Pemberian vaksin corona juga sudah mulai dilakukan secara merata oleh masing-masing negara. 

Sejauh ini, menurut Kemenkes, cakupan vaksinasi tahap I di Indonesia mencapai 11,99 persen, sementara pada tahap II vaksinasi mencakup 4,83 persen dari target. Vaksin corona diberikan pada kelompok yang rentan terserang virus, seperti tenaga kesehatan, petugas publik, serta lansia alias orang yang sudah lanjut usia. 

Baca juga: Vaksin Corona Tetap Dibutuhkan Meski Sudah Pernah Terinfeksi

Sayangnya, di tengah upaya vaksinasi yang tengah gencar dilakukan, beredar kabar bahwa ada beberapa vaksin COVID-19 yang ditangguhkan. Alasan utama penangguhan vaksin adalah muncul efek samping yang bisa dikhawatirkan bisa berbahaya. Ada beberapa negara yang menangguhkan jenis vaksin tertentu, di antaranya: 

  • Penangguhan Vaksin AstraZeneca

Penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembambangkan oleh Oxford-AstraZeneca sempat ditangguhkan di beberapa negara, termasuk Belanda dan negara Eropa lain seperti Norwegia, Denmark, dan Irlandia. Penangguhan dilakukan setelah temuan kasus penggumpalan darah pada penerima vaksin. Tidak berbeda, pemerintahan Indonesia juga menunda rencana penggunaan vaksin AstraZeneca. 

Melansir situs covid19.go.id, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa penundaan penggunaan vaksin ini sifatnya sementara dan bukan semata-mata karena ada temuan kasus pembekuan darah. Pemerintah menyebut bahwa proses pemilihan dan penggunaan vaksin dilakukan dengan sangat hati-hati. 

Hingga kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan para ahli sedang melihat kembali, apakah kriteria penerima vaksin AstraZeneca akan sama dengan kriteria vaksin Sinovac dan Biofarma. Seperti diketahui, kedua vaksin tersebut merupakan jenis vaksin yang selama ini didistribusikan dan digunakan di Indonesia. 

Baca juga: Sudah Suntik Vaksin Corona Tetap Bisa Tertular dan Menularkan Virus, Ini Penjelasannya

Cari tahu lebih lanjut seputar vaksin COVID-19 dan perkembangannya dengan membaca artikel di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama saat mengalami masalah kesehatan. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mencari daftar rumah sakit terdekat dan sesuai kebutuhan. Dengan Halodoc, lebih mudah membuat janji dengan rumah sakit atau dokter. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2021. Update Corona Dunia 15 Maret: 120 Juta Kasus COVID-19 | 10 Negara dengan Kasus Terbanyak. 
Kemenkes. Diakses pada 2021. Situasi Vaksinasi COVID-19.
Covid19.go.id. Diakses pada 2021. Penundaan AstraZaneca Mengedepankan Azas Kehati-hatian.