• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Vaksin Corona: Ini yang Harus Diketahui tentang Pfizer dan BionTech

Update Vaksin Corona: Ini yang Harus Diketahui tentang Pfizer dan BionTech

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Update Vaksin Corona: Ini yang Harus Diketahui tentang Pfizer dan BionTech

Halodoc, Jakarta - Kabar baik datang dari perusahaan farmasi terkemuka, Pfizer dan BionTech, tentang perkembangan vaksin corona yang mereka buat. Meski belum rampung uji klinis fase ketiga, Pfizer dan BionTech mengklaim vaksin mereka memiliki efektivitas 90 persen, dalam mencegah COVID-19.  

Meski begitu, Pfizer dan BionTech menegaskan bahwa uji klinis yang mereka lakukan belum mencapai final, sehingga vaksin belum bisa didistribusikan. Untuk itu, masih banyak hal yang belum diketahui dari pengujian vaksin tersebut. 

Baca juga: Uji Coba Vaksin Corona Lemah pada Lansia, Apa Alasannya?

Fakta Seputar Vaksin Corona Pfizer dan BionTech

Melansir dari laman The Guardian, berikut ini hal yang perlu diketahui seputar vaksin corona Pfizer dan BionTech:

1.Belum Ada Masalah Keamanan Serius hingga Kini

Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa sejauh ini, belum ada masalah keamanan serius yang muncul. Namun, pengumpulan data mengenai pengujian keamanan vaksin masih terus dilakukan. 

Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia, menyebutkan ada beberapa efek samping yang bisa muncul setelah pemberian vaksin, seperti sakit lengan atau demam. Vaksin Pfizer dan BioNTech merupakan jenis vaksin baru, sehingga bukan tidak mungkin seseorang bisa alergi terhadap salah satu komponennya. 

2.Belum Dipastikan Apakah Vaksin Dapat Mencegah Gejala yang Parah

Studi yang saat ini dilakukan Pfizer dan BionTech memang dirancang untuk mendeteksi apakah vaksin bisa melindungi dari gejala COVID-19 yang parah atau tidak. Namun, hingga saat ini, pihak Pfizer mengaku belum bisa mempublikasikan datanya. 

Baca juga: Berjuang Hasilkan Vaksin COVID-19, Ini Kandidatnya

3.Belum Jelas Apakah Vaksin Bisa Mencegah Penularan Virus 

Hingga artikel ini ditulis, masih belum jelas apakah vaksin Pfizer dan BionTech dapat melindungi dari infeksi virus corona, atau hanya dari gejala yang berkembang ketika terinfeksi. Pihak Pfizer mengatakan bahwa jika vaksin bisa menghentikan infeksi, maka seharusnya juga bisa menghentikan penularan dari satu orang ke orang lain.

Meski begitu, jika yang dialami adalah infeksi tanpa gejala, masih ada potensi risiko untuk menulari orang lain. Namun, mereka menegaskan bahwa potensi jauh lebih rendah, dibandingkan jika benar-benar sakit secara klinis. 

4.Relawan Uji Klinis Berusia 12 - 85 Tahun 

Dalam pelaksanaan uji klinisnya, Pfizer dan BionTech mengikutsertakan anak-anak di atas usia 12 tahun dan orang dewasa hingga usia 85 tahun. Namun, Beate Kampmann, profesor dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan bahwa data yang diuraikan berdasarkan usia belum bisa dirilis. 

Secara umum, kebanyakan vaksin tidak bekerja pada pada lansia seefektif orang yang lebih muda. Hal ini karena orang lanjut usia tidak selalu meningkatkan respons kekebalan yang efektif terhadap infeksi alami. Meski begitu, pihak Pfizer dan BionTech mengatakan bahwa mereka akan melihat datanya. 

5.Vaksin Berhasil pada 90 Persen Orang

Pfizer dan BionTech mengklaim bahwa vaksin corona buatannya efektif pada 90 persen orang. Lalu, mengapa 10 persen sisanya tidak berhasil? Pakar virus dari University of Leeds, Dr. Stephen Griffin, mengatakan bahwa sulit untuk menjelaskan mengapa vaksin tidak berhasil pada pasien tanpa mengetahui siapa mereka. 

Menurut Griffin, vaksin akan bekerja pada orang yang berbeda secara berlainan juga. Jadi, seseorang sering mendapatkan tingkat respons yang berbeda dalam populasi, dan sulit untuk memahami dengan pasti mengapa beberapa orang merespons dan mengapa beberapa tidak merespons. 

Baca juga: Alasan Pandemi Belum Tentu Usai Meski Vaksin Corona Ditemukan

6.Berapa Lama Perlindungan Vaksin Belum Dipastikan 

Hingga artikel ini ditulis, diketahui tingkat efektivitas vaksin Pfizer dan BionTech sebesar 90 persen dihitung tujuh hari setelah suntikan kedua. Namun, hasil tersebut kemungkinan besar akan berubah seiring dengan pengumpulan data dalam jangka panjang. 

Untuk memastikan berapa lama perlindungan vaksin bertahan, penelitian lanjutan akan diperlukan untuk mendeteksi tingkat kedua jenis tanggapan kekebalan, antibodi dan sel T, serta risiko paparan berulang.

Itulah sedikit update perkembangan dan hal-hal yang perlu diketahui seputar vaksin corona Pfizer dan BionTech. Sambil menunggu kandidat vaksin mana yang lolos uji klinis tahap akhir, mari selalu patuhi protokol kesehatan sebagai pencegahan COVID-19.

Dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Kalau sakit, di rumah saja, ya. Lalu, download aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter lewat chat

Referensi:
The Guardian. Diakses pada 2020. 6 key questions about the Pfizer/BioNTech Covid-19 vaccine.