• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Update Virus Corona: 172 Positif, 9 Orang Sembuh

Update Virus Corona: 172 Positif, 9 Orang Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia tertambah. Sampai hari ini, penyakit yang disebabkan virus corona jenis terbaru tersebut sudah menjangkiti 172 orang. 

Kasus pertama virus corona di Indonesia diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Saat itu jumlahnya 2 orang. Pada Jumat (6/3), pasiennya bertambah lagi menjadi 2, dan Minggu (8/3), muncul lagi 2 kasus baru. Keberadaan virus corona di Indonesia makin bertambah pada hari-hari berikutnya: 

  • Senin (9/3) : 13 kasus.

  • Selasa (10/3) 8 kasus.

  • Rabu (11/3): 7 kasus.

  • Jumat (13/3): 35 kasus.

  • Sabtu (14/3): 27 kasus.

  • Minggu (15/3): 21 kasus.

  • Senin (16/3): 17 kasus

  • Selasa (17/3): 38 kasus.

Berdasarkan angka-angka di atas, total pasien virus corona di Indonesia kini sebanyak 172 orang. Menurut Achmad Yurianto, Jubir Pemerintah menyoal COVID-19 mengatakan, penambahan pasien positif COVID-19 tersebut kebanyakan dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. 

Baca juga: WHO: Gejala Ringan Corona Bisa Dirawat di Rumah

Pasien Virus Corona  1 sampai 172

Dari total 172 kasus virus corona di Indonesia, terbagi menjadi dua klaster, yaitu klaster Jakarta dan klaster imported case (di dapat dari luar negeri). Berikut rangkuman singkat mengenai 172  pasien positif virus corona di Indonesia:

  • Kasus 1: Perempuan, 31 tahun. Tertular dari WN Jepang saat menghadiri acara di Jakarta. Acara itu diperkirakan dihadiri lebih dari 50 orang. Kasus ini disebut klaster Jakarta. 

  • Kasus 2: Ibu dari kasus 1, berusia 64 tahun. Tertular anaknya saat dirawat di RS rujukan di Depok, Jawa Barat. Klaster Jakarta. 

  • Kasus 3: Berusia 33 tahun. Pasien termasuk dari 80 orang yang berada di dalam satu acara dan kontak dengan kasus 1. Kasusnya masuk dalam klaster Jakarta. 

  • Kasus 4: Pasien berusia 34 tahun. Termasuk dari 80 orang yang berada di dalam satu acara dan kontak dengan kasus 1. Klaster Jakarta. 

  • Kasus 5: Pasien berusia 55 tahun. Klaster Jakarta.

  • Kasus 6: Laki-laki, berusia 36 tahun. Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess Jepang yang dievakuasi bersama 68 WNI lainnya dari Yokohama, Jepang, imported case.

  • Kasus 7: Perempuan, berusia 59 tahun. Pasien merupakan imported case. Pasien baru kembali dari luar negeri dan menunjukkan gejala COVID-19 dan dinyatakan positif. Kondisi (9/3) sakit ringan-sedang, stabil.

  • Kasus 8: Berusia 56 tahun. Pasien adalah suami dari kasus 7 yang tertular darinya. Pasien menggunakan beberapa peralatan, infus, dan oksigen (9/3). Sebelum kontak dengan 7, pasien 8 sudah sakit, tetapi bukan karena COVID-19. Saat itu, ia mengalami diare dan memiliki riwayat penyakit diabetes. Kini, kondisinya sakit sedang mengarah ke berat.

  • Kasus 9: Perempuan, 55 tahun. Pasien COVID-19 ini merupakan imported case, memiliki riwayat ke luar negeri. Kondisi sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 10: Laki-laki, 29 tahun, statusnya WNA. Kasus ini bagian dari klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisi sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 11: Perempuan, 54 tahun, WNA. Bagian dari klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3)

  • Kasus 12: Laki laki, 31 tahun. Kasusnya masuk dalam klaster Jakarta dan hasil tracing dari kasus 1. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 13: Perempuan, 16 tahun. Kasusnya bagian dari hasil tracing subklaster kasus 3. 

  • Kasus 14: Laki-laki, 50 tahun. Kasusnya masuk ke dalam imported case. Kondisinya sakit ringan-sedang (9/3).

  • Kasus 15: Perempuan, 43 tahun. Pasien merupakan imported case.

  • Kasus 16: Perempuan, 17 tahun. Bagian dari hasil tracing subklaster kasus 5. 

  • Kasus 17: Laki-laki, 56 tahun, kasus imported case

  • Kasus 18: Laki-laki, 55 tahun, kasus imported case.

  • Kasus 19: Laki-laki, 40 tahun, kasus imported case.

  • Kasus 20: Perempuan, 70 tahun, bagian dari tracing subklaster Jakarta.

  • Kasus 21: Perempuan, 47 tahun, bagian dari tracing subklaster Jakarta. 

  • Kasus 22: Perempuan, 36 tahun, imported case

  • Kasus 23: Perempuan, 73 tahun, imported case. Kondisinya menggunakan ventilator karena faktor penyakit lain (10/3).

  • Kasus 24: Laki-laki, 46 tahun, imported case

  • Kasus 25: Perempuan, 53 tahun WNA, imported case, (meninggal dunia, pukul 02.00 WIB 11/03).

  • Kasus 26: Laki-laki, 46 tahun, WNA, imported case, kondisi stabil.

  • Kasus 27: Laki-laki 33 tahun, WNI, kondisi stabil. Diduga ini local transmission dan sedang di-tracking, karena bukan imported case dan sementara belum jelas.

  • Kasus 28: laki-laki berusia 37 tahun, kondisi sakit ringan.

  • Kasus 29: laki-laki berusia 51 tahun, kondisi sakit sedang tidak mengalami sesak pada dada.

  • Kasus 30: laki-laki berusia 84 tahun, kondisi sakit sedang.

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

  • Kasus 31: perempuan berusia 48 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 32: laki-laki berusia 45 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 33: laki-laki berusia 29 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 34: laki-laki berusia 42 tahun, kondisi ringan sedang.

  • Kasus 35: Perempuan berusia 57 tahun.

  • Kasus 36: Perempuan 73 tahun.

  • Kasus 37: Laki-laki 43 tahun. 

  • Kasus 38: Perempuan 80 tahun. 

  • Kasus 39: Laki-laki 54 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus Nomor 40. Perempuan 46 tahun. Kondisi nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 41: Laki-laki 40 tahun. Sakit ringan sedang

  • Kasus 42: Laki-laki 66 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 43: Laki-laki 34 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 44: Laki-laki 57 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 45: Perempuan 29 tahun. Kondisi sakit ringan sedang

  • Kasus 46: Laki-laki 30 tahun. Kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 47: Laki-laki 61 tahun kondisi sakit ringan sedang.

  • Kasus 48: Laki-laki 35 tahun. Sakit ringan sedang.

  • Kasus 49: Laki-laki 3 tahun. Kondisi sakit ringan sedang

  • Kasus 50: Laki-laki 59 tahun. Mengalami perburukan cepat dari kemarin, kemudian meninggal. Positif COVID-19. Kontak tracing sedang dilakukan Dinkes.

  • Kasus 51: Laki-laki 60 tahun. Nampak sakit sedang.

  • Kasus 52: Perempuan 59 tahun. Nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 53: Perempuan 24 tahun. Nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 54: Laki-laki 2 tahun. Nampak sakit sedang

  • Kasus 55: Perempuan 26 tahun. Nampak sakit ringan sedang

  • Kasus 56: Laki-laki 58 tahun. Nampak sakit ringan sedang

  • Kasus 57: Perempuan 27 tahun. Nampak sakit ringan sedang

  • Kasus 58: Laki-laki 51 tahun. Nampak sakit ringan sedang

  • Kasus 59: Laki-laki 63 tahun. Nampak sakit ringan sedang. 

  • Kasus 60: Perempuan 25 tahun. Nampak sakit ringan sedang 

  • Kasus 61: Perempuan 58 tahun. Nampak sakit sedang.

  • Kasus 62: Laki-laki 51 tahun. Nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 63: Laki-laki 34 tahun. Nampak sakit ringan sedang

  • Kasus 64: Perempuan 49 tahun. Nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 65: Laki-laki 48 tahun. Nampak sakit ringan sedang. 

  • Kasus 66: Laki-laki 73 tahun. Nampak sakit ringan sedang.

  • Kasus 67: Perempuan 25 tahun sakit ringan sedang.

  • Kasus 68: Perempuan 38 tahun sakit ringan sedang.

  • Kasus 69: Perempuan 80 tahun sakit sedang.

*Kasus 70-172, rilis resmi dari pemerintah belum tersedia.

Pasien Sembuh Bertambah

Pada Sabtu (14/3) total pasien positif virus corona di Indonesia yang dinyatakan sembuh sebanyak 18 orang. Menurut Yuri (14/3), 8 orang tersebut tidak memiliki keluhan, dan telah melalui 2 kali pemeriksaan spesimen dengan hasil negatif. Kabar baiknya, pada Selasa (17/3), pasien virus corona yang dinyatakan sembuh bertambah satu. 

Baca juga: Cara Hadapi Ancaman Virus Corona di Rumah

“Beberapa pasien yang sudah kami lakukan pemeriksaan di awal sudah ada 9 orang yang dinyatakan sembuh dan bisa pulang, dan masih ada beberapa orang lagi yang harus dilakukan pemeriksaan kedua,” ujar Yuri dalam rilis Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku! (17/3). 

Namun, ada pula beberapa pasien yang dinyatakan positif kalah berjuang melawan infeksi COVID-19. Hingga Sabtu (14/3), pasien yang meninggal sebanyak 5 orang. Salah satu dari kelima tersebut adalah petugas medis. Lalu, pada Selasa (17/3), pemerintah memperbarui data kasus pasien virus corona yang meninggal menjadi 7 orang. 

Lawan Corona, Pemerintah Siapkan 227 RS Tambahan

Semakin bertambahnya kasus COVID-19 dari hari ke hari, pemerintah kini menyiapkan 227 tambahan rumah sakit (RS) untuk perawatan pasien COVID-19. 

Penyiapan 227 RS tersebut di luar 132 RS rujukan COVID-19 yang sebelumnya sudah ditetapkan pemerintah. Dengan kata lain, total RS yang disiapkan pemerintah untuk penanganan COVID-19 sebanyak 359 RS. Penambahan RS ini merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Rincian penambahan RS tersebut, yaitu 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, 65 RS BUMN. RS Pertamina menjadi salah satu RS yang berpartisipasi, dengan mendedikasikan seluruh ruangannya untuk pasien kasus COVID-19.

“Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh presiden bahwa 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN sudah siap untuk melaksanakan perawatan penderita COVID-19,” ujar Yuri pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Selasa (17/3).

Yuk, pastikan sakitmu bukan karena virus corona. Andaikan dirimu mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu tidak perlu ke rumah sakit dan meminimalkan risiko terjangkit berbagai virus dan penyakit.

Di samping kasus pertama virus korona Wuhan di Indonesia, ada hal lainnya yang tengah menuai polemik, yaitu penamaan penyakit dan virus terkait virus jenis terbaru ini. Penamaannya seringkali membuat awam merasa kebingungan. 


Referensi:
Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku! Diakses pada 2020. Bertambah 38, Pasien Positif Covid-19 Total 172.
Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku!. Diakses pada 2020. Jumlah Kasus Positif Covid-19 Bertambah 17, Total 134 Orang.
Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku!. Diakses pada 2020. Total 8 Pasien Positif Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh.
Kementerian Kesehatan RI - Sehat Negeriku!. Diakses pada 2020. Pemerintah Tambah 227 RS untuk Perawatan Pasien Covid-19.
Kompas.com Diakses pada 2020. Jumlah Bertambah 38, Total Pasien Positif Virus Corona Kini 172 Kasus.
Kompas.com Diakses pada 2020. Ini 4 Provinsi dengan Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak.
Kompas.com Diakses pada 2020. Update Virus Corona: 172 Positif, 9 Orang Sembuh.
Detik.com. Diakses pada 2020.Data Terbaru Corona Terkait Indonesia, Per 17 Maret 2020 Pukul 18.00 WIB..