• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usus Besar Terganggu, Pemeriksaan Apa yang Diperlukan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Usus Besar Terganggu, Pemeriksaan Apa yang Diperlukan?

Usus Besar Terganggu, Pemeriksaan Apa yang Diperlukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 Mei 2021
Usus Besar Terganggu, Pemeriksaan Apa yang Diperlukan?

Halodoc, Jakarta - Usus besar atau kolon memiliki fungsi yang cukup penting. Fungsi utamanya adalah menyimpan sisa makanan dan menyerap air, ia juga memproses 3 liter feses cair yang diterimanya setiap hari menjadi tinja padat dalam jumlah yang dapat diatur, siap untuk dibuang.

Usus besar terdiri dari usus besar (panjang 1,5 meter) dan rektum (panjang 20 sentimeter). Sering kali rektum disebut sebagai lubang di mana tinja keluar, tetapi sebenarnya itu adalah anus. Rektum hanya berada di hulu dari anus dan masih menjadi bagian dari usus besar.

Baca juga: Ini Gejala Gangguan Fungsi Usus Besar

Pemeriksaan untuk Gangguan pada Usus Besar

Ada banyak jenis gangguan pada usus besar yang bisa terjadi. Ini bisa berupa gangguan fungsional yang merupakan kondisi saat usus besar terlihat normal, tetapi tidak berfungsi dengan baik. Ini adalah masalah paling umum yang memengaruhi usus besar dan rektum. Penyebab langsung seringkali tidak diketahui.

Pemeriksaan biasanya akan dilakukan berdasarkan gejala yang ada. Sementara itu, beberapa gejala yang umumnya terjadi saat usus besar mengalami gangguan antara lain:

  • Diare, sering disertai darah atau nanah.
  • Sakit perut dan kram.
  • Nyeri rektal.
  • Pendarahan rektal yang mengeluarkan sedikit darah dalam tinja.
  • Ketidakmampuan mampu buang air besar meski terdesak.
  • Penurunan berat badan. 
  • Kelelahan.
  • Demam.

Jika tanda dan gejala menunjukkan kamu memiliki gangguan pada masalah usus besar, maka kamu bisa dirujuk ke dokter spesialis gastroenterologi. Dokter spesialis ini memiliki keahlian khusus untuk mengobati berbagai gangguan pada sistem pencernaan, seperti misalnya gangguan pada usus besar. 

Jika kamu mengalami gangguan pada usus besar dengan gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, maka segera buat janji dengan dokter spesialis gastroenterologi di rumah sakit terdekat. Kamu pun bisa buat janji dengan dokter di Halodoc supaya lebih mudah dan praktis.

Baca juga: Inilah 4 Pengobatan untuk Atasi Kanker Usus Besar

Salah satu kondisi terparah pada usus besar adalah kanker usus besar. Oleh karena itu, dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih tes dan prosedur, termasuk di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan Kolonoskopi. Pemeriksaan kolonoskopi menggunakan tabung panjang, fleksibel dan ramping yang dipasang pada kamera video dan monitor untuk melihat seluruh usus besar dan rektum. Jika ditemukan area yang mencurigakan, dokter dapat memasukkan alat bedah melalui tabung untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk dianalisis dan menghilangkan polip.
  • Tes Darah. Tidak ada tes darah yang dapat memberi tahu jika kamu mengidap kanker usus besar. Namun, dokter mungkin menguji darah untuk mencari petunjuk tentang kesehatan secara keseluruhan, seperti tes fungsi ginjal dan hati. Dokter mungkin juga menguji darah untuk bahan kimia yang kadang-kadang diproduksi oleh kanker usus besar (antigen karsinoembrionik, atau CEA). Dilacak dari waktu ke waktu, tingkat CEA dalam darah dapat membantu dokter memahami prognosis dan apakah kanker merespons pengobatan.

Baca juga: Milenial Rentan Alami Kanker Usus Besar, Ini Alasannya

Perubahan Gaya Hidup untuk Mengurangi Risiko Gangguan Usus Besar

Untungnya kamu dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kanker usus besar dengan membuat perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa kamu lakukan antara lain: 

  • Makan Makanan Sehat. Cobalah makan berbagai macam buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Buah-buahan, sayur mayur dan biji-bijian mengandung vitamin, mineral, serat dan antioksidan, yang dapat berperan dalam pencegahan kanker. Pilihlah buah-buahan dan sayuran yang bervariasi agar kamu mendapatkan berbagai vitamin dan nutrisi.
  • Batasi Alkohol. Jika kamu penikmat minuman beralkohol, batasi jumlah alkohol tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.
  • Berhenti Merokok. Mintalah saran dokter tentang cara berhenti yang mungkin berhasil.
  • Olahraga. Lakukan olahraga hampir setiap hari dalam seminggu. Cobalah berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Jika kamu sudah tidak aktif, mulailah perlahan dan tingkatkan secara bertahap hingga 30 menit. 
  • Pertahankan Berat Badan yang Sehat. Jika kamu memiliki berat badan yang sehat, pertahankan berat badan dengan menggabungkan pola makan sehat dengan olahraga setiap hari. Jika perlu menurunkan berat badan, tanyakan kepada dokter tentang cara-cara sehat untuk mencapai tujuan tersebut. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Digestive Tract: Rectal and Colon Diseases and Conditions.
International Foundation for Gastrointestinal Disorders. Diakses pada 2021. Disorders of the Large Intestine.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Colon Cancer.