Advertisement

Usus Kotor Bikin Jerawat Lama Sembuhnya, Mitos atau Fakta?

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   30 Mei 2025

Kesehatan usus pada kenyataannya berpengaruh pada kondisi kulit.

Usus Kotor Bikin Jerawat Lama Sembuhnya, Mitos atau Fakta?Usus Kotor Bikin Jerawat Lama Sembuhnya, Mitos atau Fakta?

DAFTAR ISI


Pernah dengar klaim bahwa usus yang kotor bisa bikin jerawat makin parah atau susah sembuh? 

Banyak yang percaya kalau pencernaan yang “bermasalah” bisa bikin kulit kusam, berjerawat, bahkan susah sembuh meskipun sudah pakai skincare mahal.

Tapi, benarkah usus kotor bikin jerawat jadi makin bandel? Atau ini cuma mitos yang dibesar-besarkan?

Untuk mengetahui jawabannya, kamu perlu tahu lebih dulu apa hubungan antara saluran cerna dan kondisi kulit, serta bagaimana sains memandang isu ini!

Apa Hubungan Antara Usus dan Jerawat?

Usus bukan hanya organ pencernaan, tapi juga pusat sistem imun dan pengatur keseimbangan mikrobioma tubuh.

Di dalam usus, terdapat triliunan mikroorganisme baik yang membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi, serta menjaga kekebalan tubuh.

Ketika usus mengalami gangguan, seperti disbiosis (ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat), kondisi ini bisa memicu peradangan sistemik yang berdampak ke seluruh tubuh, termasuk kulit. 

Hal ini disebut dengan istilah gut-skin axis, yaitu hubungan dua arah antara kesehatan usus dan kondisi kulit.

Beberapa studi menyebutkan bahwa orang yang memiliki gangguan pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), lebih rentan mengalami masalah kulit seperti jerawat dan eksim. 

Nah, ketidakseimbangan di usus bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh, dan peradangan inilah yang kemudian bisa memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

Kebiasaan makan yang tinggi gula, tinggi lemak, dan rendah serat juga bisa merusak mikrobioma usus dan meningkatkan risiko inflamasi.

Nah, jenis makanan inilah yang juga diketahui dapat memicu jerawat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Jadi, saat kamu makan sembarangan, efeknya bisa terasa di perut dan kulit sekaligus. Ketahui lebih dalam mengenai Apa itu Jerawat? Gejala, Penyebab & Pengobatannya berikut ini.

Mitos atau Fakta: Usus Kotor Bikin Jerawat?

Jadi, apakah usus kotor benar-benar memicu jerawat? Simak penjelasan berikut ini!

1. Istilah “Usus Kotor” Tidak Ada dalam Dunia Medis

Pertama-tama, penting untuk kamu tahu bahwa istilah “usus kotor” sebenarnya bukan istilah medis. 

Dalam dunia kedokteran, tidak ada diagnosis yang secara resmi disebut usus kotor. Istilah ini lebih banyak digunakan dalam promosi produk herbal atau detoks.

Apa yang mungkin dimaksud dengan “usus kotor” adalah akumulasi sisa makanan, sembelit, atau disbiosis usus.

Tapi kondisi ini tidak otomatis menyebabkan jerawat muncul atau tak kunjung sembuh.

2. Penjelasan Ilmiah Tentang Jerawat

Menurut National Health Service (NHS), penyebab utama jerawat adalah:

  • Produksi sebum berlebih.
  • Sumbatan di folikel rambut (pori-pori).
  • Bakteri Propionibacterium acnes.

Perubahan hormon, terutama selama pubertas atau siklus menstruasi.

Artinya, jerawat lebih berkaitan dengan faktor hormonal, genetika, dan kebersihan kulit, bukan karena usus yang “kotor”.

Meski demikian, saluran cerna yang sehat tetap penting untuk mengurangi risiko inflamasi dan mendukung proses penyembuhan.

3. Peran Probiotik dan Serat dalam Menjaga Kesehatan Kulit

Salah satu pendekatan ilmiah yang mulai populer adalah penggunaan probiotik dan prebiotik untuk mendukung kesehatan usus. 

Probiotik adalah bakteri baik yang bisa ditemukan dalam yogurt, tempe, dan suplemen. Sementara prebiotik adalah serat yang jadi “makanan” bagi bakteri baik tersebut.

Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi probiotik dapat membantu menyeimbangkan mikrobioma usus dan mengurangi tingkat peradangan, yang pada akhirnya bisa mendukung proses pemulihan jerawat.

Meski tidak menyembuhkan jerawat secara langsung, konsumsi makanan kaya serat dan probiotik bisa membantu mempercepat penyembuhan dari dalam.

Jika butuh saran perawatan yang akurat, Ini Rekomendasi Dokter Kulit dan Kelamin di Halodoc yang bisa kamu hubungi. 

Jadi, Haruskah Kita Fokus Membersihkan Usus?

Banyak produk di pasaran yang mengklaim bisa “membersihkan usus” dan menyembuhkan jerawat. 

Namun, tubuh sebenarnya sudah punya sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan usus itu sendiri. Jadi, kamu tidak perlu melakukan detoks ekstrem yang justru bisa berbahaya.

Alih-alih minum jamu atau suplemen sembarangan, kamu bisa:

  • Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian.
  • Minum cukup air setiap hari.
  • Hindari makanan olahan tinggi gula dan lemak.
  • Tidur cukup dan kelola stres.

Jika kamu sedang berjuang melawan jerawat yang susah sembuh, perhatikan pola makanmu.

Coba kurangi makanan tinggi indeks glikemik seperti nasi putih, permen, dan roti putih yang bisa memperparah jerawat. Gantilah dengan makanan yang menyehatkan usus dan kaya antioksidan.

Selain itu, jangan lupakan pentingnya perawatan kulit yang tepat, seperti membersihkan wajah dua kali sehari, menggunakan produk non-komedogenik, dan menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor. 

Selain tips di atas, ketahui lebih lanjut soal Apa itu Acne Care? Tujuan, Jenis, dan Prosedurnya berikut ini.

Itulah penjelasan seputar usus kotor pemicu jerawat yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait hal ini, hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc saja! 

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat. 

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan di mana pun.

Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2025. Causes of Acne. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Acne: Causes, Symptoms, and Treatments. 
National Library of Medicine. Diakes pada 2025. Gut–Skin Axis: Current Knowledge of the Interrelationship between Microbial Dysbiosis and Skin Conditions.

FAQ

1. Berapa kisaran panjang usus manusia?

Kisaran panjang usus manusia berkisar antara 6 hingga 8,5 meter, yang terdiri atas usus halus sepanjang sekitar 6–7 meter dan usus besar sekitar 1,5 meter.

Usus halus merupakan bagian yang lebih panjang dan sempit dengan fungsi utama menyerap nutrisi, sedangkan usus besar berukuran lebih lebar namun lebih pendek, berperan dalam penyerapan air serta pembentukan feses.