Vaksin Booster Tidak Membatalkan Puasa, Ketahui Faktanya
“Mendapatkan vaksin booster saat puasa memang menimbulkan pertanyaan apakah hal ini dapat membatalkan atau tidak? Sesuai fatwa dari MUI, ternyata hal ini tidak membatalkan.”

Halodoc, Jakarta – Vaksinasi COVID-19 booster adalah salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tindakan perlindungan terhadap COVID-19 ini untuk memastikan angka penularan terus menurun. Namun, apakah mendapatkan vaksin booster saat puasa bisa membuatnya batal? Untuk mengetahui jawabannya, baca ulasan berikut ini!
Apakah Vaksin Booster saat Puasa Dapat Membatalkan?
Vaksin booster sangat penting untuk didapatkan di tengah merebaknya varian Omicron. Cara ini dapat menekan angka penyebaran COVID-19. Namun, memasuki bulan suci Ramadan ini, banyak orang yang mempertanyakan apakah mendapatkan suntikan booster ini dapat membatalkan puasa?
Mengutip dari GoodRx, vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh tidak membuat sesuatu masuk ke dalam saluran pencernaan. Maka dari itu, hal ini tidak membatalkan puasa. Proses pemberian vaksin ini diberikan melalui jarum, sehingga cairan tersebut langsung masuk ke otot lengan. Jadi kesimpulannya, kamu tetap bisa mendapatkan vaksin COVID-19 selama berpuasa di bulan Ramadan.
Mengacu pada ucapan dari Asosiasi Media Islam Inggris dikutip dari Huffington Post, vaksinasi aman untuk didapatkan selama berpuasa. Hal ini karena vaksin tidak mengandung gizi dan tidak ada produk hewani atau janin di dalamnya. Semua kandungan dalam vaksin tersebut sudah dipastikan memang tidak membatalkan puasa.
Mendapatkan vaksin booster saat puasa juga tidak membuatnya batal sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 13 pada Tahun 2021. Fatwa ini sudah dikeluarkan sejak tahun lalu, dan masih berlaku sampai saat ini. Saat fatwanya sudah dikeluarkan, kamu tidak perlu lagi tentang keabsahannya.
Untuk obat-obatan lainnya yang dikonsumsi secara oral, kamu perlu menyesuaikan jadwal dosisnya selama bulan Ramadan. Namun sebelum itu, ada baiknya untuk berdiskusi dengan dokter. Jangan pernah menghentikan atau mengubah jadwal pengobatan tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter karena mungkin saja menimbulkan dapat masalah pada kesehatan.
Namun, jika kamu tetap berpegang teguh jika vaksin termasuk salah satu yang membatalkan puasa, cobalah mendapatkannya setelah berbuka. Cari tempat yang bisa memberikan vaksin setelah jam berbuka puasa. Meski terbilang sulit, mungkin saja kamu bisa menemukannya. Selain itu, kamu juga perlu paham jika vaksin booster dapat mencegah dampak buruk akibat COVID-19.
Untuk Menghindari Efek Samping dari Vaksin Booster
Hal yang sulit dihindari dari mendapatkan vaksin booster saat puasa adalah timbulnya efek samping. Meski begitu, efek samping yang umum terjadi terbilang ringan. Jika merasa demam, kamu bisa mengonsumsi paracetamol untuk meredakannya. Perbanyak juga istirahat dan mengonsumsi banyak cairan ketika berbuka puasa.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu dipahami jika mendapatkan vaksin booster saat puasa tidak membatalkan. Dengan begitu, kamu tidak perlu terlalu khawatir karena tubuh sudah mendapatkan perlindungan lebih. Hal ini juga dapat melindungi orang-orang terdekat agar tidak tertular virus COVID-19.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang vaksin booster, pertanyaan bisa langsung disampaikan ke dokter dari Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.


