• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vaksin Corona Belum Tersedia, Lakukan Vaksin Flu Lebih Dulu?

Vaksin Corona Belum Tersedia, Lakukan Vaksin Flu Lebih Dulu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Vaksin Corona Belum Tersedia, Lakukan Vaksin Flu Lebih Dulu?

Halodoc, Jakarta - Hingga kini, dunia masih bergelut dengan bahaya wabah virus corona, termasuk Indonesia. Ilmuwan dari seluruh penjuru dunia pun berjuang menemukan vaksin yang bisa menjadi penangkal virus mematikan ini. Pasalnya, Covid-19 telah memakan banyak korban dan membuat petugas medis sangat kewalahan.

Selain terus melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker, ada anggapan bahwa mendapatkan vaksin flu mungkin bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan virus ini. 

Vaksin Flu untuk Tingkatkan Antibodi Tubuh

Ya, vaccine corona memang sedang berada dalam tahap pengujian. Kabarnya, vaksin ini akan siap digunakan di seluruh lapisan masyarakat pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Namun, apa yang bisa kita lakukan sambil menunggu siapnya vaksin virus corona?

Baca juga: Tiba di Indonesia, Kapan Vaksin Corona Bisa Digunakan?

Ternyata, dokter dan para ahli sepakat bahwa mendapatkan vaksin flu adalah pilihan terbaik yang ada saat ini. Memang, vaksin flu tidak akan mencegah penyakit Covid-19, tetapi vaksin ini bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kamu perlu tahu bahwa tubuh yang sehat akan lebih mudah untuk melawan infeksi virus, termasuk virus corona.

Bahkan, dipercaya bahwa mendapatkan vaksin flu sejak dini bisa membuat virus Covid-19 tidak terlalu membahayakan. Apabila kamu mengidap sakit flu dan terjangkit Covid-19 setelahnya, akan terjadi masalah kesehatan yang serius karena imunitas tubuh akan melemah sebagai akibat dari virus flu yang masuk.

Dr. Claudia Hoyen, Wakil Direktur Pengendalian Infeksi di University Hospital mengatakan, virus flu dan virus corona sama-sama mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan, tetapi keduanya berbeda secara genetik. Vaksin flu akan memicu terbentuknya antibodi yang melawan virus flu secara spesifik, meski tidak bereaksi silang dan melawan virus corona.

Baca juga: Vaksin Corona Tidak Cukup Sekali Suntik, Ini Alasannya

Studi terbaru yang dipublikasikan pada medRXIV menggunakan lebih dari 90 ribu kasus Covid-19 yang terjadi di Brasil, menemukan bahwa vaksin flu dikaitkan dengan angka kematian yang lebih rendah di antara pengidap Covid-19 di Brasil. Kematian lebih rendah pada semua kelompok usia dalam kelompok yang mendapatkan imunisasi, dengan risiko 17 persen lebih rendah pada usia 10–19 tahun, dan 3 persen lebih rendah pada usia 90 tahun ke atas.

Selaras dengan hal tersebut, dr. Shanu Agarwal, Ketua Pengendalian Infeksi di Summa Health menyebutkan, vaksin lainnya, seperti MMR untuk campak, gondok, dan rubella tidak secara langsung melindungi tubuh terhadap Covid-19. Namun, setidaknya vaksin ini membantu menjaga kesehatan tubuh dan mampu memerangi virus corona yang berbahaya.

Jadi, ada kemungkinan bahwa vaksin lainnya akan membantu membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Sekalipun vaksin flu tidak efektif untuk virus corona, para ahli tetap menyarankan untuk melakukannya, terutama pada tahun ini, ketika pandemi Covid-19 dan musim flu diperkirakan akan saling tumpang tindih.

Baca juga: Kontroversi Sputnik V, Vaksin Corona Asal Rusia

Vaksin flu memang tidak akan memberikan jaminan tubuh tidak akan terserang flu, tetapi vaksin ini akan meningkatkan kemungkinan gejalanya menjadi lebih ringan. Jadi, secara tidak langsung kamu telah membantu meringankan beban tenaga medis yang sedang berjuang untuk menolong para pengidap Covid-19. Jika ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang virus corona, tanyakan langsung saja pada dokter ahlinya melalui aplikasi Halodoc, ya!

Referensi: 
Cleveland. Diakses pada 2020. The Flu Shot Does Not Prevent Covid-19, but It Could Help Your Body Fight off the Virus.
Fink, Guenther et al. 2020. Diakses pada 2020. Inactivated Trivalent Influenza Vaccine is Associated with Lower Mortality among Covid-19 Patients in Brazil. MedRXIV.