Advertisement

Vaksin Influenza, Ini Jenis, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   19 Maret 2025

Vaksin influenza penting karena mampu melindungi tubuh dari infeksi virus flu.

Vaksin Influenza, Ini Jenis, Manfaat, Dosis, dan Efek SampingnyaVaksin Influenza, Ini Jenis, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

DAFTAR ISI

  1. Mengapa Vaksin Influenza Itu Penting?
  2. Jenis Vaksin Influenza
  3. Berbagai Manfaat Vaksin Influenza
  4. Apa Kata Riset?
  5. Dosis Vaksin Influenza
  6. Efek Samping Vaksin Influenza
  7. FAQ

Vaksin influenza adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi tubuh dari virus flu yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi medis tertentu. 

Flu bukan sekadar penyakit ringan, tetapi bisa menyebabkan demam tinggi, batuk parah, hingga infeksi paru-paru (pneumonia). 

Dengan vaksinasi, risiko terkena flu dapat berkurang, dan jika tetap tertular, gejalanya cenderung lebih ringan dan pemulihannya lebih cepat.

Mengapa Vaksin Influenza Itu Penting?

Vaksin influenza penting karena dapat melindungi tubuh dari infeksi virus flu yang bisa menyebabkan gejala ringan hingga komplikasi serius, seperti pneumonia, peradangan jantung, atau bahkan kematian pada kelompok rentan. 

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), vaksin influenza telah terbukti mengurangi risiko rawat inap akibat flu, terutama pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis seperti diabetes atau asma.

Selain melindungi individu, vaksin ini juga membantu membentuk kekebalan komunitas (herd immunity), sehingga penyebaran virus flu dapat ditekan. 

Mengingat virus influenza terus bermutasi setiap tahun, vaksinasi tahunan sangat disarankan agar perlindungan tetap optimal. 

Jenis Vaksin Influenza

Vaksin influenza tersedia dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan metode pemberiannya. 

Dua jenis utama vaksin influenza yang umum digunakan yaitu:

1. Vaksin Influenza Inaktif (Inactivated Influenza Vaccine/IIV)

Vaksin ini mengandung virus influenza yang telah dimatikan, sehingga tidak bisa menyebabkan infeksi. 

Biasanya diberikan melalui suntikan dan direkomendasikan untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas, termasuk ibu hamil dan orang dengan penyakit kronis.

Selain itu, penting untuk Ketahui Waktu yang Tepat Lakukan Vaksin Flu

2. Vaksin Influenza Hidup yang Dilemahkan (Live Attenuated Influenza Vaccine/LAIV)

Jenis ini mengandung virus influenza yang dilemahkan dan diberikan melalui semprotan hidung. 

Vaksin ini umumnya direkomendasikan untuk anak-anak dan orang dewasa sehat berusia 2-49 tahun, tetapi tidak disarankan untuk ibu hamil atau individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Selain itu, vaksin influenza juga tersedia dalam berbagai formulasi, seperti dosis standar, dosis tinggi (untuk lansia), dan vaksin yang dibuat tanpa telur bagi mereka yang memiliki alergi terhadap telur. 

Berbagai Manfaat Vaksin Influenza

Vaksin influenza memiliki banyak manfaat yang membantu melindungi kesehatan individu dan masyarakat secara luas. 

Inilah beberapa manfaat utama dari vaksin influenza:

  • Mencegah infeksi influenza
  • Membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus flu
  • Mengurangi risiko tertular flu yang parah
  • Menurunkan komplikasi berbahaya seperti pneumonia, infeksi telinga, dan peradangan jantung
  • Mengurangi tingkat rawat inap dan kematian
  • Melindungi orang lain, terutama bayi, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan lemah yang lebih rentan terhadap infeksi flu

Vaksinasi influenza juga dapat membantu mengurangi biaya medis akibat perawatan flu, hingga dampak ekonomi lainnya yang disebabkan oleh wabah influenza.

Apa Kata Riset?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases menemukan bahwa efektivitas vaksin secara keseluruhan berkisar antara 10 persen hingga 60 persen.

Studi ini juga menyoroti bahwa efektivitas vaksin cenderung lebih tinggi terhadap virus influenza B daripada virus influenza A(H3N2).

Selain itu, peneliti juga menunjukkan bahwa vaksin influenza efektif dalam mengurangi risiko rawat inap dan komplikasi serius, terutama pada kelompok risiko tinggi seperti orang dewasa yang lebih tua dan individu dengan kondisi medis kronis. 

Vaksinasi juga dapat mengurangi risiko kematian akibat influenza. 

Meskipun efektivitas vaksin influenza dapat bervariasi, bukti ilmiah secara konsisten menunjukkan bahwa vaksinasi adalah alat penting dalam pencegahan influenza dan komplikasinya.

Dosis Vaksin Influenza

Dosis vaksin influenza berbeda tergantung pada usia dan kondisi kesehatan seseorang. 

Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO), panduan umum pemberian vaksin influenza meliputi:

Bayi dan Anak-anak (6 bulan – 8 tahun)

Jika pertama kali mendapatkan vaksin flu, anak-anak di bawah 9 tahun disarankan menerima dua dosis dengan jarak minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua.

Setelahnya, cukup diberikan satu dosis setiap tahun.

Dewasa dan Anak di Atas 9 Tahun

Satu dosis vaksin influenza diberikan setiap tahun untuk memberikan perlindungan optimal.

Lansia (65 tahun ke atas)

Lansia dianjurkan mendapatkan vaksin dosis tinggi atau vaksin dengan adjuvan untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Ibu Hamil

Ibu hamil dapat menerima satu dosis vaksin influenza kapan saja selama masa kehamilan untuk melindungi diri sendiri dan bayi setelah lahir.

Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun karena virus flu terus mengalami perubahan. 

Dengan mendapatkan vaksin sesuai dosis yang dianjurkan, kamu dapat meningkatkan perlindungan terhadap infeksi flu dan komplikasi serius yang mungkin terjadi.

Efek Samping Vaksin Influenza

Vaksin influenza dapat menimbulkan beberapa efek samping, sebagaimana vaksin lainnya. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Efek samping ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari. 

Efek samping ringan vaksin ini meliputi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan
  • Demam ringan
  • Sakit kepala 
  • Nyeri otot
  • Lemas atau merasa tidak enak badan

Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksinasi ini menimbulkan efek samping serius seperti: 

  • Reaksi alergi berat seperti pembengkakan di wajah atau tenggorokan, kesulitan bernapas, dan ruam gatal di seluruh tubuh
  • Pusing berat atau pingsan
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun

Walaupun efek samping serius sangat jarang, jika mengalami reaksi alergi atau gejala yang mengkhawatirkan setelah vaksinasi, segera cari pertolongan medis. 

Vaksin influenza tetap menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari infeksi flu yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Nah, sebelum mendapatkan vaksin influenza, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Dokter spesialis di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu memberi saran maupun informasi akurat lain seputar vaksin influenza.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk,  download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2025. Seasonal Influenza Vaccine Dosage & Administration; Influenza (Flu) Vaccine Safety.
World Health Organization. Diakses pada 2025. Influenza vaccines.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Influenza Vaccine.
Yin JK. Diakses pada 2025. Quantifying the efficacy of influenza vaccines.

FAQ

1. Kapan sebaiknya vaksin influenza?

Vaksin influenza sebaiknya diberikan setiap tahun, terutama sebelum musim flu dimulai. 

Di Indonesia, vaksinasi ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi disarankan pada awal musim hujan karena risiko penyebaran virus lebih tinggi.

Kelompok yang disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza:

  • Anak-anak usia 6 bulan ke atas
  • Lansia (di atas 60 tahun)
  • Ibu hamil
  • Orang dengan penyakit kronis (diabetes, asma, penyakit jantung, dll.)
  • Tenaga medis atau pekerja yang sering kontak dengan banyak orang

2. Vaksin influenza disuntik di mana?

Vaksin influenza biasanya diberikan melalui suntikan di otot (intramuskular), tepatnya di lengan atas (deltoid) pada orang dewasa dan anak-anak.

Untuk bayi dan balita, suntikan biasanya diberikan di paha bagian depan (anterolateral).

Ada juga bentuk vaksin influenza yang diberikan melalui semprotan hidung (nasal spray), tetapi ini tidak umum tersedia di Indonesia.

3. Bolehkah vaksin influenza saat pilek?

Jika pilek ringan tanpa demam, vaksin influenza masih boleh diberikan. 

Namun, jika pilek disertai demam tinggi atau kondisi tubuh sedang lemah, sebaiknya vaksin ditunda hingga kondisi membaik.

Alasannya, tubuh membutuhkan respon imun yang optimal untuk membentuk perlindungan dari vaksin. Jika sedang sakit berat, respons tubuh terhadap vaksin bisa tidak maksimal.