Ad Placeholder Image

Vaksinasi COVID-19: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 September 2026

“Ada banyak jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia. Masing-masing memiliki efektivitas yang berbeda.”

Vaksinasi COVID-19: Tujuan, Jenis, dan ProsedurVaksinasi COVID-19: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

DAFTAR ISI


Vaksin virus corona atau vaksin COVID-19 membantu melatih sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan merespons virus penyebab COVID-19. Vaksinasi tidak menjamin seseorang tidak terinfeksi, tetapi dapat menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Jenis vaksin, jadwal pemberian, dan rekomendasi dosis dapat berubah sesuai kondisi kesehatan serta kebijakan terbaru. Karena itu, periksa informasi resmi dan konsultasikan kebutuhan vaksinasi dengan tenaga kesehatan.

Mengenal Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 bekerja dengan memicu respons imun tanpa menyebabkan penyakit COVID-19. Setelah vaksinasi, tubuh membentuk perlindungan yang dapat membantu menghadapi infeksi di kemudian hari.

Vaksin dapat diberikan melalui suntikan, sedangkan jenis dan jadwal dosis bergantung pada usia, riwayat vaksinasi, kondisi medis, serta rekomendasi pemerintah. Orang dengan kondisi tertentu, seperti gangguan kekebalan tubuh, kehamilan, atau riwayat alergi berat, perlu menyampaikan informasi tersebut sebelum menerima vaksin.

Efek samping yang umum antara lain nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan, lelah, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, dan demam ringan. Keluhan biasanya membaik dalam beberapa hari; obat penurun demam sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Tips Setelah Vaksinasi

  • Beristirahat dan cukupi kebutuhan cairan setelah vaksinasi.
  • Kompres dingin area suntikan jika terasa nyeri atau bengkak.
  • Hindari memijat kuat area suntikan.
  • Simpan catatan vaksinasi dan ikuti jadwal dosis berikutnya jika direkomendasikan.
  • Segera cari pertolongan apabila muncul sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, pingsan, atau reaksi berat lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter jika demam tinggi, nyeri berat, atau keluhan setelah vaksinasi tidak membaik. Kamu juga dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan sesuai kondisi.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
WHO. Diakses pada 2026. Coronavirus Disease (COVID-19).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Informasi Vaksinasi COVID-19.
BPOM RI. Diakses pada 2026. Informasi Produk dan Vaksin.
PubMed. Diakses pada 2026. COVID-19 Vaccine Research.
WebMD. Diakses pada 2026. COVID-19 Vaccine.

FAQ

Apakah vaksin COVID-19 masih diperlukan?

Vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko COVID-19 berat, terutama pada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Ikuti rekomendasi terbaru dari pemerintah atau tenaga kesehatan.

Apakah vaksin COVID-19 dapat menyebabkan COVID-19?

Vaksin COVID-19 tidak menyebabkan infeksi COVID-19. Setelah vaksinasi, sebagian orang dapat mengalami demam ringan, lelah, atau nyeri sebagai respons imun tubuh.

Siapa yang perlu berkonsultasi sebelum vaksinasi?

Orang dengan riwayat alergi berat terhadap vaksin, gangguan kekebalan tubuh, kehamilan, atau penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Sampaikan juga obat dan kondisi kesehatan yang sedang dialami.

Kapan harus mencari pertolongan setelah vaksinasi?

Segera cari pertolongan medis jika muncul sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, pingsan, nyeri dada, atau gejala berat lainnya setelah vaksinasi.