23 November 2018

Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Halodoc, Jakarta – Kotoran kucing berpotensi menularkan parasit Toxoplasma gondii, yaitu jenis parasit yang menyebabkan toksoplasmosis. Parasit T. Gondii sebenarnya tidak membahayakan tubuh karena sistem imun manusia bisa mengendalikan infeksinya. Namun, pengidap toksoplasmosis dengan sistem imun rendah atau ibu hamil perlu mendapat penanganan  medis segera untuk mencegah komplikasi yang berat.

Penularan toksoplasmosis terjadi dari hewan ke manusia, bukan antar manusia, kecuali pada wanita hamil yang bisa menularkan infeksi toksoplasma ke janin yang dikandungnya. Pada wanita hamil, toksoplasmosis bisa mengganggu tumbuh kembang janin, serta meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin dalam kandung.

Waspada Gejala Toksoplasmosis

Gejala toksoplasmosis hampir mirip dengan gejala flu, yakni demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala tersebut dapat membaik dalam waktu 6 minggu. Sementara pada pengidap gangguan kekebalan tubuh, gejala toksoplasmosis berupa:

  • Jika parasit menyerang otak: sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, linglung, kejang, hingga koma.

  • Jika menyebar ke seluruh tubuh: muncul ruam kulit, demam, menggigil, lemas, dan sesak napas.

Pada bayi, gejala toksoplasmosis berupa perubahan warna kulit (menjadi kuning), infeksi di bagian belakang bola mata dan retina, pembesaran organ hati dan limpa, kejang, ruam kulit, hidrosefalus atau mikrosefalus, kehilangan pendengaran dan anemia.

Cegah Toksoplasmosis dengan Tips Merawat Kucing Ini

Parasit T. gondii menular melalui makanan yang belum matang, terpapar kotoran hewan (seperti kucing, kambing, domba dan anjing), dan dari ibu ke janin. Jika kamu memelihara kucing dan khawatir dengan infeksi T. gondii, ini cara merawat kucing agar tak terjangkit toksoplasmosis:

1. Hindari Kontak dengan Kotoran

Gunakan sarung tangan saat ingin membersihkan kotoran kucing, dan cuci tangan pakai sabun hingga bersih setelahnya. Jaga kebersihan kandang dan tempat kotoran kucing dengan rutin membersihkannya 1 - 2 kali dalam sehari. Kamu bisa menggunakan pasir khusus untuk tempat kotoran kucing.

2. Beri Makanan Khusus

Beri kucing peliharaan makanan khusus (kering atau basah) dan hindari memberikan makanan mentah pada kucing, seperti ikan atau daging mentah.

3. Pelihara dalam Rumah

Pelihara dalam rumah agar kucing tidak makan tikus atau binatang lain yang mungkin terinfeksi parasit T. gondii. Jika kamu sering keluar rumah, masukkan kucing ke dalam kandang agar tidak berkeliaran.

4. Rutin Memandikan Kucing

Mandikan kucing setidaknya 3 kali per bulan atau 1 kali seminggu menggunakan sampo khusus dan keringkan bulunya hingga kering. Membiarkan bulu dalam keadaan basah bisa membuat kulit kucing jamuran.

5. Beri Vaksin

Beri vaksin untuk kucing sesuai dengan usianya untuk cegah infeksi T. gondii. Kamu juga bisa memberikan vaksin rabies untuk cegah penyakit rabies pada kucing peliharaan.

Itulah cara merawat kucing untuk mencegah toksoplasmosis. Kalau kamu memelihara kucing dan menunjukkan tanda-tanda sakit, seperti tidak nafsu makan, lebih banyak diam, pilek atau diare, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca Juga: