• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lawan Virus Corona, 5 Pasien di Indonesia Dinyatakan Sembuh

Lawan Virus Corona, 5 Pasien di Indonesia Dinyatakan Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Jumlah pasien virus corona (korona) penyebab COVID-19 di Indonesia, pada Kamis (12/3) sudah mencapai 34 orang. Dari 34 tersebut terbagi menjadi dua klaster, yaitu klaster Jakarta dan imported case

Pada Rabu (11/3) salah satu pasien virus corona klaster imported case meninggal dunia akibat serangan virus ini. Namun, sebenarnya penyebab kematian pasien nomor 25 tidak hanya disebabkan faktor tunggal atau infeksi virus corona saja.

Menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, pasien nomor 2 juga mengidap penyakit lainnya, dan masuk ke dalam sakit berat. Pasien tersebut mengidap diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah lama diidapnya. 

Yuri pernah mengatakan, penyakit kronis bisa memengaruhi daya tahan tubuh, sehingga terinfeksi virus corona. Nah, kondisi ini yang menyebabkan daya tahan tubuh menjadi rendah. Ketika seseorang terserang COVID-19, maka dirinya dalam kondisi yang rentan. 

Hal yang perlu ditegaskan, infeksi virus corona atau COVID-19 bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Faktanya, puluhan ribu pasien global virus corona telah dinyatakan sembuh, termasuk pasien di Indonesia. 

Baca juga: WHO Resmi Nyatakan Corona sebagai Pandemi

Dinyatakan Sembuh, Tak Ada Keluhan

Kabar baik di tengah peningkatan kasus virus corona di Indonesia, disampaikan Yuri pada Kamis (12/3) sore. Menurut keterangannya dalam Sehat Negeriku! tiga pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh, yaitu pasien 6, pasien 14, dan pasien 19. Ketiganya sempat dirawat di RSUP Persahabatan. 

“Ada 3 pasien yang secara klinis sudah membaik, tidak ada keluhan sama sekali. Secara laboratorium dua kali kita lakukan pemeriksaan hasilnya negatif, maka dinyatakan 3 pasien ini sembuh dan tidak dibutuhkan perawatan,” jelas Yuri. 

Pasien 6 berjenis kelamin laki-laki, berusia 36 tahun, Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess, Jepang. Pasien 14 juga laki-laki, berusia 50 tahun. Sementara itu, pasien 19 laki-laki berusia 40 tahun. Ketiganya masuk ke dalam klaster imported case

Namun, sebelum diperbolehkan pulang, ketiganya diedukasi mengenai self isolated dan cara untuk menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik. Di samping itu, mereka diberikan surat rujuk balik yang ditujukkan ke Puskesmas. 

“Ini sebagai bagian dari sistem monitoring apabila nanti dibutuhkan oleh pasien dan apabila ada kepentingan Puskesmas untuk melakukannya,” tambah Yuri. 

Selain itu, juga ada 2 pasien yang dirawat di RSPI yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif.  

Baca juga: Hadapi Virus Corona, Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan

Dua Pasien Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

Selain tiga pasien di atas, ada juga kabar baik dari pasien 01 dan 03 di RSPI Sulianti Saroso. Menurut Mohammad Syahril, direktur utama RSPI Sulianti Saroso, keduanya  telah menjalan dua tes dari Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal yang perlu diingat, pasien virus corona yang dinyatakan sembuh tidak akan menularkan virus baru kepada orang lain. Meski diperbolehkan pulang, kedua pasien juga tetap dipantau oleh Kemenkes RI. Menurut Syahril, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk memantau kedua pasien tersebut. 

Baca juga: 10 Fakta Virus Corona yang Wajib Diketahui

Kabar Baik dari ABK Diamond Princess di Jepang 

Selain lima pasien virus corona yang dinyatakan sembuh di tanah air, kabar baik juga datang dari ABK kapal Diamond Princess di Jepang. Yurianto mengatakan (12/3), sembilan ABK yang sebelumnya dirawat di Jepang dan dinyatakan positif COVID-19, kini sudah sembuh. Lima di antaranya bahkan sudah tiba di Indonesia. Selain itu, empat ABK lainnya juga segera menyusul pulang ke Indonesia.

Kilas balik ke belakang, sebanyak 68 WNI ABK Diamond Princess dievakuasi ke Indonesia. Setelah tiba di Indonesia, para ABK menjalani observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. 

Satu Pasien Meninggal di Solo

Pada Rabu (11/3) satu pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, Jawa Tengah meninggal dunia. Pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 59 tahun. Menurut Yuri, saat ini Dinas Kesehatan Surakarta sedang melakukan tracking perjalanan pasien tersebut.

Sebelumnya dua orang warga Solo menghadiri seminar di Kota Bogor, Jawa Barat, pada 25 Februari–28 Februari 2020. Keduanya mengeluh batuk, pilek, dan demam. Meski telah menjalani perawatan selama seminggu, tetapi kondisi kedua tak kunjung membaik. Hingga saat ini, satu pasien masih dirawat di ruang isolasi.

Yuk, pastikan sakitmu bukan karena virus corona! Andaikan kamu mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona, atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan pada dokter. 

Kamu bisa bertanya langsung pada dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 yang dekat tempat tinggalmu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Kemenkes - Sehat Negeriku!. Diakses pada 2020. Dinyatakan sembuh, Tiga Pasien Covid-19 Diperbolehkan Pulang.
Kompas.com. Diakses pada 2020. Kesembuhan 4 Pasien Covid-19, Kabar Baik di Tengah Bertambahnya Kasus Positif Corona. 
Kompas.com. Diakses pada 2020. Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Sempat Hadiri Seminar di Bogor dan Diisolasi 
Detik.com. Diakses pada 2020. 3 Pasien Sembuh dari Corona Boleh Pulang, Dibekali Surat Rujukan ke Puskesmas.
Detik.com. Diakses pada 2020. Semua 9 WNI ABK Diamond Princess di Jepang Sembuh dari Corona.