Virus Corona Varian Lambda Lebih Kebal Vaksin, Apa Benar?

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   06 Agustus 2021
Virus Corona Varian Lambda Lebih Kebal Vaksin, Apa Benar?Virus Corona Varian Lambda Lebih Kebal Vaksin, Apa Benar?

“Virus corona varian lambda adalah jenis mutasi yang paling baru dan telah menyebar di beberapa negara. Beberapa sumber menyebut jika virus yang telah bermutasi ini lebih kebal terhadap vaksin. Meski begitu, kebenarannya tentang ini belum diketahui secara pasti.”

Halodoc, Jakarta – Belum selesai dengan varian Delta, muncul lagi mutasi baru dari virus corona, yaitu varian Lambda. Dengan masuk ke kategori baru, tentunya ada mutasi yang berbeda dengan virus-virus sebelumnya. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dengan penyebaran virus ini. Dikabarkan juga jika virus corona varian Lambda ini lebih kebal terhadap vaksin. Untuk mengetahui jawabannya, baca ulasan berikut ini!

Fakta Tentang Virus Corona Varian Lambda yang Kebal Vaksin

Virus corona varian Lambda adalah jenis baru yang pertama kali ditemukan di Peru dan sudah menyebar di benua Amerika Selatan. Varian baru ini sangat menular bahkan jika dibandingkan dengan virus aslinya. Menurut penelitian yang dikutip dari bioRxiv yang dilakukan di Jepang, diketahui jika virus ini lebih kebal terhadap vaksin.

Baca juga: Lakukan Ini Jika Terlambat Vaksin COVID-19 Kedua

Dari penelitian yang sama disebutkan jika terdapat lonjakan protein pada virus corona varian Lambda ini yang menyebabkan lebih menular. Hal ini dikaitkan dengan mutasi dari T76I dan L452Q. Maka dari itu, penyebaran infeksi besar-besaran telah terjadi di Amerika Selatan yang membuat angka pengidapnya terus bertambah.

Selain itu, ada juga mutasi RSYLTPGD246-253N yang membuat virus ini mampu menghindari antibodi penetral. Lonjakan protein ini terjadi saat bagian dari virus tersebut membantunya untuk mampu menembus sel-sel dalam tubuh manusia. Padahal, hal ini yang menjadi target vaksin selama ini dan mampu menurunkan tingkat keefektifan dari kekebalan yang telah dibentuk.

Sejauh ini, virus corona varian Lambda ini masih diberikan label berupa “Variant of Interest” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dibandingkan dengan “Variant of Concern”. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari jika jenis virus ini dapat menimbulkan masalah yang serius. Saat dibiarkan, ancaman berkelanjutan mungkin saja kembali terjadi.

Masalah ini juga dapat menyebar luas karena varian Lambda relatif resisten terhadap vaksin yang diinduksi atau antibodi. Jika tidak segera teratasi, virus ini kemungkinan dapat menjadi varian yang mampu untuk menyebabkan peningkatan jumlah orang yang mengidap COVID-19 dan pandemi semakin sulit untuk diatasi.

Jika kamu merasa sedang mengalami gejala dari COVID-19 dan butuh memastikannya, pemeriksaan di beberapa tempat dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Hanya dengan download aplikasi Halodoc, pemesanan layanan pemeriksaan terkait virus corona ini dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone. Unduh sekarang juga!

Baca juga: COVID-19 Varian Delta Rentan Menular Meski Sudah Vaksin, Lambda Resisten Terhadap Vaksin

Perbandingan Virus Corona Varian Lambda dengan Varian Delta

Sejauh ini, varian Lambda tidak menunjukkan tanda-tanda untuk memicu kekhawatiran untuk menjadi jenis dominan dari penyebaran COVID-19 di Amerika Serikat layaknya delta menurut Dr. Abhijit Dunggal, peneliti dari Cleveland Clinic. 

Sejak varian Lambda pertama kali terdeteksi di Peru, belum terjadi penyebaran secara global layaknya varian delta. Namun, penyebaran yang luas di Amerika Selatan dapat menjadikan virus ini mengalami efek pendiri. Maksud dari efek pendiri adalah virus ini lebih rentan terjadi pada area penduduk yang padat, sehingga menjadikannya varian utama di area tersebut.

Baca juga: Kenalan dengan Vaksin Sputnik V Rusia yang Ampuh Lawan Varian Delta

Meski begitu, belum ada informasi yang jelas jika virus corona varian Lambda ini lebih berbahaya dibandingkan varian delta atau tidak. Hal yang perlu dilakukan adalah pastikan kamu selalu mematuhi protokol kesehatan dan mengonsumsi kebutuhan vitamin harian. Tentu, jangan pernah lupa untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 agar dampak buruknya dapat ditekan saat terkena.

Referensi:
bioRxiv. Diakses pada 2021. SARS-CoV-2 Lambda variant exhibits higher infectivity and immune resistance.
Reuters. Diakses pada 2021. Delta infections among vaccinated likely contagious; Lambda variant shows vaccine resistance in lab.
Tennessean. Diakses pada 2021. Is the lambda variant vaccine resistant? What we know about the COVID-19 variant as delta surges.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan